web analytics
  

Paksakan Mudik Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid Baru

Kamis, 15 April 2021 20:44 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Paksakan Mudik Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid Baru, Larangan Mudik,lonjakan kasus Covid-19,memaksakan mudik

Ilustrasi -- Mudik. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pelarangan mudik dari sudut pandang kesehatan saat pandemi COVID-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, memaksakan mudik dalam kondisi seperti saat ini bisa menimbulkan lonjakan kasus positif Covid-19.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Prof. dr. Hasbullah Thabrany menjelaskan, COVID-19 penularannya terjadi antar manusia dalam jarak dekat, tidak melalui perantara seperti flu burung. Sehingga solusi terbaik adalah membuat jarak atau kontak antar manusia sedikit mungkin. Nah, mudik berpotensi menciptakan kerumunan, baik saat perjalanan maupun di kampung halaman.

Apalagi, lanjut Prof. Thabrany, jika berkumpul itu sifat manusia kerap lupa menjaga jarak atau menerapkan protokol kesehatan.

"Ini kalau tidak dikendalikan akan menimbulkan kasus baru," ujar Prof. Thabrany, Kamis, 15 April 2021.

Menurutnya, saat ini dengan teknologi, silaturahmi bisa dilakukan dengan telepon atau video call kapan saja.

Soal anggapan mudik bisa menggerakkan ekonomi daerah yang saat pandemi saat ini, Prof. Thabrany mengatakan, banyak hal lain yang bisa dilakukan selain mudik. Misalkan, ongkos mudik yang nilainya tidak sedikit bisa dialihkan untuk investasi di darah. Menurutnya, ongkos mudik sekeluarga itu tidak murah, bahkan mungkin bisa untuk membeli sebidang tanah di daerah.

Lagi pula saat ini amat mudah mengirim uang untuk keluarga atau sanak saudara di daerah melalui layanan perbankan. Uangnya tetap bisa dibelanjakan di kampung halaman dan roda perekonomian di daerah tetap berjalan tanpa harus mudik. Atau bisa juga ongkos mudik dialihkan untuk membantu yayasan yatim piatu atau lembaga pendidikan. "Jadi ongkos mudik bisa digunakan hal yang lebih produktif," kata Prof. Thabrany.

Sebaliknya, jika muncul lonjakan kasus baru karena memaksakan mudik justru akan menyebabkan pemerintah mau tidak mau akan melakukan pengetatan lagi yang menyebabkan juga orang makin tidak bergerak ekonomi juga tak bergerak. Sehingga jangka panjangnya, kalau tidak dilarang mudik justru dampak pertumbuhan ekonomi akan lebih besar. "Karena lonjakan kasus baru akan menimbulkan reaksi ketakutan baru. Ekonomi melambat juga," tegasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Harbolnas Ramadan dan Lebaran, Beli Produk Lokal dapat Subsidi Ongkir...

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 23:08 WIB

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan pemerintah memberi subsidi ongkos kirim (ongkir) bagi masyarakat yang memb...

Umum - Nasional, Harbolnas Ramadan dan Lebaran, Beli Produk Lokal dapat Subsidi Ongkir Rp 20 Ribu, Harbolnas Ramadan,Harbolnas Lebaran,Subsidi Ongkir

Ombudsman Sebut Ratusan Perusahaan Belum Lunasi THR 2020

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 22:26 WIB

Ombudsman RI mendata ada lebih dari 100 perusahaan yang belum melunasi pembayaran tunjangan hari raya (THR) thun 2020.  ...

Umum - Nasional, Ombudsman Sebut Ratusan Perusahaan Belum Lunasi THR 2020, Tunjangan Hari Raya (THR),Perusahaan Belum Bayar THR,Ombudsman RI

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal pada 11 Mei

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 21:12 WIB

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Syawal 1442 Hijriyah atau perayaan Idul Fitri yang jatuh se...

Umum - Nasional, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal pada 11 Mei, Kemenag Sidang Isbat,Sidang Isbat Idulfitri,Sidang Isbat 1 Syawal

BPUM, Upaya Genjot Pelaku UKM Indonesia di Masa Pandemi

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 20:10 WIB

Untuk membantu masyarakat mengatasi masalah ekonomi akibat pandemi, pemerintah memiliki sejumlah program Pemulihan Ekono...

Umum - Nasional, BPUM, Upaya Genjot Pelaku UKM Indonesia di Masa Pandemi, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM),UKM Indonesia,UMKM Indonesia,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

18 Juta Orang Akan Mudik, Daerah Ini Jadi Tujuan Utama

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:47 WIB

Data survei Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa ada sebanyak 18 juta orang yang akan mudik di periode Lebaran Idul...

Umum - Nasional, 18 Juta Orang Akan Mudik, Daerah Ini Jadi Tujuan Utama, survei Kementerian Perhubungan,mudik Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah,survei mudik Lebaran,Larangan Mudik,warga nekat mudik,daerah tujuan utama mudik,mudik sebelum masa pelarangan

Cegah Muncul Klaster, Ini Saran Dokter Soal Bukber di Kantor

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:29 WIB

Untuk mencegah muncul klaster perkantoran, dokter menyarankan untuk buka puasa di meja kantor masing-masing dan tidak be...

Umum - Nasional, Cegah Muncul Klaster, Ini Saran Dokter Soal Bukber di Kantor, Bukber di Kantor,Buka Puasa di Kantor,klaster perkantoran,lonjakan klaster perkantoran,lonjakan kasus Covid-19 di perkantoran,cara aman bukber di kantor

Penampakan Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Kekaisaran Sund...

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 17:02 WIB

Heboh! Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Keluaran Kekaisaran Sunda Nusantara

Umum - Nasional, Penampakan Mobil Pajero di Jakarta Pakai Plat dan STNK Kekaisaran Sunda Nusantara, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,Pajero,kekaisaran sunda nusantara,plat nomor kekaisaran sunda nusantara,stnk kekaisaran sunda nusantara

Catat! Ini Jadwal Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H

Nasional Rabu, 5 Mei 2021 | 16:58 WIB

Bulan Ramadan hampir berakhir, Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Sy...

Umum - Nasional, Catat! Ini Jadwal Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, Jadwal Sidang Isbat,awal bulan Syawal 1442 Hijriyah,sidang isbat,Isbat awal Syawal,Siaran sidang isbat,link streaming sidang isbat,live streaming sidang isbat,Menteri Agama,Yaqut Cholil Qoumas

artikel terkait

dewanpers