web analytics
  

Komitmen Pengelolaan Konservasi Air Secara Berkelanjutan di Hari Air Sedunia 2021

Rabu, 14 April 2021 12:30 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Komunitas, Komitmen Pengelolaan Konservasi Air Secara Berkelanjutan di Hari Air Sedunia 2021, Hari Air Sedunia 2021,Pengelolaan Konservasi Air Secara Berkelanjutan,Pengelolaan Konservasi Air,pengelolaan sumber daya air,perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS),Program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati),Koalisi Air Indonesia

Komitmen Pengelolaan Konservasi Air Secara Berkelanjutan di Hari Air Sedunia 2021 (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2021, Danone Indonesia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan dan menjaga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dalam acara virtual bertajuk “Afternoon Talk with Indonesia Water Coalition”. Diskusi ini diinisiasi Yayasan Konservasi Alam Nusantara bersama Koalisi Air Indonesia.

Head of Climate & Water Stewardship Danone Indonesia Ratih Anggraeni mengungkapkan, sebagai bagian dari upaya untuk mencapai positive water impact di Indonesia pada 2030, pihaknya bersama masyarakat dan para mitra terkait terus berkomitmen dan telah melakukan berbagai inisiatif sejak 1990 dalam berbagai upaya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan memastikan upaya-upaya tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ratih  menyebut, berkat kemitraan yang terbangun bersama dengan pemerintah pusat dan lokal, masyarakat, serta LSM, hingga 2020 pihaknya telah menanam lebih dari 2,4 juta pohon, membangun 1.900 sumur resapan, dan 31 water pond. Selain itu, melalui kemitraan ini, pihaknya juga telah membuat 80 ribu biopori, 2 DAM resapan, 6800 rorak, serta 52 unit Penampung Air Hujan (PAH).

“Kami mengenalkan konsep jasa lingkungan dalam implementasi konservasi perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan terlibat aktif dalam inisiasi pembentukan forum multi pihak untuk perlindungan DAS, seperti yang kami lakukan di DAS Rejoso, Sub DAS Cicatih dan Sub DAS Pusur,” kata Ratih dalam keterangan resminya.

Tak hanya itu, pihaknya juga membantu melestarikan flora dan fauna endemik lokal dengan mengembangkan Program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di 23 lokasi.

“Kami juga mengembangkan Program WASH (Water Access, Sanitation, dan Hygiene) yang di antaranya telah membantu membangun sarana air bersih (SAB) dan sanitasi, dan hingga saat ini telah memberikan manfaat kepada 361.000 penerima manfaat,” ujar Ratih.

Sekadar infomasi, Danone adalah salah satu anggota Koalisi Air Indonesia yang merupakan sebuah wadah kemitraan multipihak untuk penata layanan air dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui aksi kolektif di tingkat DAS. Pengelolaan DAS secara kolektif ini penting dilakukan karena bisa memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang lebih luas serta memudahkan sinergi antara pemangku kepentingan yang berada di dalam DAS.

Terbentuk pada tanggal 29 Januari 2021, Koalisi Air Indonesia ini diprakarsai oleh 6 perusahaan dan 3 organisasi nirlaba, yaitu Danone Indonesia, PT Coca-Cola Indonesia, Global Water Partnership Southeast Asia, PT L’Oréal Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia, PT Nestlé Indonesia, PT Unilever  Indonesia, Tbk., Yayasan Konservasi Alam Nusantara, dan Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia.

Ratih menyampaikan, membentuk Koalisi Air Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan usaha berkesinambungan yang telah lama dilakukan Danone untuk dapat menjaga kualitas, kuantitas dan kontinyuitas sumber daya air, serta mewujudkan praktik bisnis yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Danone, One Planet One Health, di mana Danone meyakini bahwa kesehatan masyarakat sangat terkait dengan kesehatan dari lingkungan yang kita tinggali,” lanjut Ratih.

Ratih menyebut, beberapa penerima manfaat dari beberapa program konservasi dan peningkatan akses air bersih yang dilakukan Danone di kabupaten Sukabumi ikut berbagi cerita di acara diskusi. Lilis dari Desa Babakan Pari misalnya, mengisahkan kesulitan air bersih yang ia alami, terutama di musim kemarau yang mengharuskan mereka memanfaatkan air sawah untuk kebutuhan sehari-sehari.

“Sejak 2019, Program WASH telah membantu memfasilitasi kebutuhan kami akan air bersih yang sekarang sudah bisa diakses melalui sistem pipanisasi di masing-masing rumah. Selain itu, kami juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat yaitu perihal PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), sehingga perilaku higienitas kami berubah. Sekarang kami tidak lagi menggunakan air sawah atau berjalan jauh untuk mengambil air.,” kata Lilis.

Hasan Basri, yang biasa disapa Hadi dari Desa Girijaya juga sangat mengapresiasi program sumur resapan air dan imbal jasa lingkungan yang diinisiasi Danone, sebagai bagian dari Forum Sub-DAS Cicatih, terhadap kelangsungan hidup masyarakat di desanya.

Dia mengakui, ketika program ini diperkenalkan di 2017, sulit menjelaskan kepada masyarakat mengenai manfaat sumur resapan. Tapi setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan terus melakukan edukasi, mereka mulai mengerti dan sejak 2019 telah dibangun 21 sumur resapan di desa yang terasa sekali manfaatnya terutama ketika musim kemarau tiba, warga masih bisa mendapatkan air dari kedalaman 50 cm-1 meter.

“Selain itu, jasa lingkungan yang melibatkan masyarakat tidak hanya turut membantu kami merawat fasilitas yang telah dibangun, tapi juga mengembangkan pertanian dan mengurangi pengangguran. Harapan kami, program konservasi air ini bisa lebih ditingkatkan lagi, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini tapi juga untuk anak dan cucu kami kedepannya,” ungkap Hadi.

Ratih menyadari, harapan Hadi adalah harapan semua pihak. Hal ini juga yang menjadi motivasi pihaknya berkolaborasi di Koalisi Air Indonesia, agar semua yang terlibat bisa berbagi praktik terbaik dan melakukan aksi kolektif untuk melakukan pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi dan holistik.

“Kami juga berharap para anggota bisa memanfaatkan aset komunikasi masing-masing untuk mengedukasi publik mengenai isu air dan melibatkan lebih banyak orang untuk menjaga sumber daya air yang kita miliki,” tutup Ratih.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Memaknai Kemenangan di Hari Raya Idulfitri Ala Rasulullah

Komunitas Kamis, 13 Mei 2021 | 11:25 WIB

Terkait perayaan Idulfitri, Nabi Muhammad SAW mengatakan keutamaan di hari ini yang membuatnya berbeda dengan hari-hari...

Gaya Hidup - Komunitas, Memaknai Kemenangan di Hari Raya Idulfitri Ala Rasulullah, memaknai Hari Raya Idulfitri,kemenangan umat muslim,perayaan Idulfitri,keutamaan Hari Raya Idulfitri,perayaan Hari Raya Idulfitri

5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah

Komunitas Kamis, 6 Mei 2021 | 04:10 WIB

5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah

Gaya Hidup - Komunitas, 5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah, Tanaman Hias,tanaman pembersih udara,tanaman hias indoor,tanaman hias rumah,Lidah Buaya,Kaktus,lidah mertua,Cocor Bebek,tanaman kupu-kupu

Yuk Pilih! 11 Tanaman Hias Premium untuk Percantik Rumah Saat Lebaran

Komunitas Selasa, 4 Mei 2021 | 01:16 WIB

Selain membuat suasana asri, tanaman hias juga bisa membuat rumah Anda menjadi lebih instagramable sebagai tempat berfot...

Gaya Hidup - Komunitas, Yuk Pilih! 11 Tanaman Hias Premium untuk Percantik Rumah Saat Lebaran, tanaman hias Lebaran,Merawat Tanaman Hias,tanaman hias premium terbaik,tanaman hias terbaik,tanaman hias paling mahal di dunia,tanaman hias paling bagus

Bandung Doodle Art, Komunitas yang Berawal dari Hobi

Komunitas Senin, 3 Mei 2021 | 14:51 WIB

Salah satu wadah dan tempat untuk orang-orang yang menyukai ataupun ingin mempelajari doodle art adalah Komunitas Bandun...

Gaya Hidup - Komunitas, Bandung Doodle Art, Komunitas yang Berawal dari Hobi, Bandung Doodle Art,komunitas Bandung,Doodle

Tanaman Hias Janda Bolong, Harganya Tak Bisa Bohong

Komunitas Sabtu, 24 April 2021 | 07:28 WIB

Janda bolong bisa dijual mencapai puluhan juta per daunnya.

Gaya Hidup - Komunitas, Tanaman Hias Janda Bolong, Harganya Tak Bisa Bohong, Tanaman Hias Janda Bolong,Janda Bolong,harga janda bolong,Tanaman Varigata,Daun varigata,Beli janda bolong

5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik, Kamu yang Mana?

Komunitas Selasa, 20 April 2021 | 18:25 WIB

Mulai dari teknik penyiraman hingga teknik pencahayaan Matahari harus diperhatikan oleh pencinta tanaman hias.

Gaya Hidup - Komunitas, 5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik, Kamu yang Mana?, Tanaman Hias,5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik,Minaqu Home Nature Kota Bogor,tanaman hias bogor,Tanaman Hias Adalah,cara mempercantik tanaman hias

Prediksi Tanaman Hias yang Bakal Tren di 2021

Komunitas Selasa, 20 April 2021 | 11:39 WIB

Tanaman hias mulai tren saat pandemi COVID-19 melanda. Lantas, apakah tren tersebut akan bertahan pada 2021?

Gaya Hidup - Komunitas, Prediksi Tanaman Hias yang Bakal Tren di 2021, Tanaman Hias,Prediksi tanaman hias,prediksi tanaman hias 2021,tren tanaman hias 2021,tanaman hias 2021,tanaman hias populer 2021

Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor, Ada yang Punya Kamu?

Komunitas Senin, 19 April 2021 | 22:21 WIB

Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor

Gaya Hidup - Komunitas, Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor, Ada yang Punya Kamu?, Tanaman Hias,tanaman hias bogor,janda bolong bogor,tanaman favorit warga bogor,tanaman langka di bogor,tren tanaman hias 2021
dewanpers