web analytics
  

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T

Rabu, 14 April 2021 11:13 WIB
Bisnis - Finansial, Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T, investasi ilegal,praktik investasi ilegal,waspada investasi ilegal,kerugian investasi ilegal,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

[Ilustrasi] investasi bodong. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sebesar Rp 114,9 triliun dalam satu dekade terakhir, sejak 2011.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan besarannya kerugian disebabkan mudahnya masyarakat terbujuk iming-iming keuntungan tinggi.

"Beberapa saat lalu di Depok ada, pelakunya tidak lulus SMA, korbannya banyak orang-orang top, berpendidikan tinggi. Itu berarti pelaku lebih cerdas daripada yang ditipu," ujarnya saat konferensi pers virtual seperti dikutip Rabu (14/4).

Menurut Sardjito, menjamurnya investasi ilegal juga disebabkan keterbatasan kewenangan OJK dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Di tengah kondisi itu, modus yang digunakan pelaku semakin beragam.

"Itulah kenapa dibentuk Satgas Waspada Investasi. Ada yang namanya orang yang mau menipu dengan berbagai macam cara, tetapi bukan ranah OJK, Kementerian Perdagangan, atau Bappebti. Setidaknya mereka pasi kena ketentuan di KUHP misalnya penipuan Pasal 378 maupun penggelapan Pasal 372 pidana," ungkapnya.

Sardjito meminta masyarakat juga harus waspada dengan lembaga investasi yang memanfaatkan tokoh masyarakat, agama, atau tokoh publik lain untuk menarik minat investasi. Apalagi jika lembaga investasi tersebut mengklaim bebas risiko (risk free).

 "Untuk mengetahui mereka legal atau tidak, sangat mudah sekarang. Tinggal lihat ke website OJK saja," ucapnya.

Sementara Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyebutkan ada tiga faktor yang menyebabkan masyarakat mudah percaya dengan investasi dan fintech ilegal. Faktor pertama rendahnya literasi keuangan yakni 38 persen sementara tingkat inklusinya sudah 76 persen dan tingkat literasi pasar modal atau produk investasi hanya lima persen.

“Mereka tidak memahami underlying investasi, tidak paham uang mereka itu sebetulnya diinvestasikan di mana. Kemudian banyak yang tidak paham dengan compound interest atau bunga majemuk, tidak paham korelasi antara risiko dengan imbal hasil, high risk high return,” ungkapnya.

Faktor kedua adanya oknum yang menyalahgunakan kemajuan teknologi, sehingga penawaran investasi dapat dilakukan lintas batas bahkan beroperasi di luar wilayah Indonesia dan menyulitkan pemerintah untuk mengambil tindakan hukum.

“Dengan kemajuan teknologi, pembuatan situs penipuan semakin mudah dan murah. Beberapa modus yang kita temukan itu hanya sewa satu ruko tapi lingkup operasionalnya sangat luas di berbagai daerah,” ungkapnya.

 Faktor ketiga, perilaku sekelompok masyarakat yang kurang bijak dalam berinvestasi maupun menggunakan fintech. OJK menemukan banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal akibat tergiur keuntungan dalam waktu singkat dan meminjam diluar batas kemampuan..

“Sepertinya memang mudah setiap saat dapat cair tanpa syarat, tapi ini sebenarnya menjebak. Kami menemukan beberapa kasus konsumen dalam seminggu meminjam lebih dari 10 fintech, bahkan ada yang lebih dari 40 fintech dalam seminggu,” kata dia.

Maka itu otoritas mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam memilih perusahaan fintech dan investasi. Hal ini agar masyarakat tidak terjerat utang dan investasi layanan ilegal atau tidak memiliki izin resmi.

"Kami ingin masyarakat memperhatikan untuk memilih perusahaan investasi atau fintech ini. Secara umum, kegiatan investasi ilegal memiliki ciri-ciri yang hampir sama," ucapnya.

Menurut Tirta investasi ilegal selalu menjanjikan keuntungan besar yang tidak wajar dalam waktu singkat. Selain itu juga, biasanya menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru atau 'member get member'.

Adapun ciri lain, layanan investasi ilegal biasanya memanfaatkan tokoh masyarakat untuk menarik minat investasi. Padahal, keterlibatan tokoh masyarakat tersebut belum tentu benar.

"Kadang-kadang tokoh masyarakat itu tidak tahu kalau foto mereka digunakan dan dikomersialkan. Jadi masyarakat harus hati-hati," ucapnya.

Selain itu, layanan investasi ilegal juga selalu menjanjikan aset aman dan buyback tanpa biaya, mudah dan fleksibel. Bahkan, juga ada yang menjanjikan klaim investasi tanpa risiko paddala tidak ada satupun investasi yang tanpa risiko.

“Fintech ilegal juga biasanya menjanjikan pinjaman cepat, mudah, dan murah tanpa syarat. Dari sisi lain, legalitas perusahaan tersebut tidak jelas,” ucapnya.

Namun, jika sudah terlanjur berurusan atau terjerat penawaran atau layanan fintech lending ilegal, masyarakat disarankan agar segera membuat laporan ke OJK serta pihak berwajib dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

- Mengumpulkan bukti-bukti teror, ancaman, intimidasi, pelecehan, atau hal tidak menyenangkan lainnya
- Melaporkan bukti-bukti tersebut dengan mendatangi kantor polisi terdekat untuk membuat laporan
- Mengirimkan pengaduan ke situs resmi OJK https://konsumen.ojk.go.id/formpengaduan atau menghubungi layanan konsumen Kontak OJK 157
- Mengirimkan laporan ke situs resmi AFPI https://afpi.or.id/pengaduan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

12 Juta Lebih Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 21:50 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 12.481.644 wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahu...

Bisnis - Finansial, 12 Juta Lebih Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan, lapor spt tahunan,Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Kanwil DJP Jabar I,Wajib Pajak

Ayo Ngabuburit di Acara Semarak bjb Bisa Jadi Berkah di Channel Youtub...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 18:16 WIB

Dalam memperingati bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah, bank bjb akan menggelar Acara Semarak Bisa Jadi Berkah pada Rabu 5...

Bisnis - Finansial, Ayo Ngabuburit di Acara Semarak bjb Bisa Jadi Berkah di Channel Youtube bank bjb, Semarak bjb,Acara Semarak bjb,Channel Youtube bank bjb,Ayo Ngabuburit,bank bjb,bjb DigiCash

Perluas Kemitraan, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan PT Dilar Lintas Ra...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 14:40 WIB

bank bjb kembali memperluas jalinan kerja samanya dengan berbagai perusahaan. Salah satunya yang teranyar adalah kolabor...

Bisnis - Finansial, Perluas Kemitraan, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan PT Dilar Lintas Raya Tasikmalaya, bank bjb,bank bjb kantor cabang Tasikmalaya,PT Dilar Lintas Raya,kerja sama bank bjb dan PT Dilar Lintas Raya,UMKM

Harga Emas Antam H-7 Lebaran Rp926.000 per Gram

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 10:30 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp926.000 per gram pada Kamis, 6 Mei 2021, atau naik Rp4.00...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam H-7 Lebaran Rp926.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga Emas Hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercata...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 10:14 WIB

Dalam riset Infobank per awal Mei 2021, bank bjb menduduki urutan ke-8 dari 10 bank nasional yang menerapkan layanan mob...

Bisnis - Finansial, Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat, bank bjb,mobile banking bank bjb,bjb DIGI,Performa 10 Terbaik Mobile Banking,Infobank

Sekarang Saat yang Tepat Membeli Emas

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 08:57 WIB

Terkadang kita bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk membeli emas?

Bisnis - Finansial, Sekarang Saat yang Tepat Membeli Emas, Emas,Investasi Emas,membeli emas,Harga Emas,kapan beli emas

Masyarakat Diingatkan Waspada Investasi Ilegal, OJK Minta Lakukan Hal...

Finansial Rabu, 5 Mei 2021 | 21:48 WIB

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Investasi Ilegal, Segera Lakukan Hal Ini

Bisnis - Finansial, Masyarakat Diingatkan Waspada Investasi Ilegal, OJK Minta Lakukan Hal Ini, ojk,investasi ilegal,ojk jabar

Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%, Masih Resesi

Finansial Rabu, 5 Mei 2021 | 11:39 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,74% year on year (yoy) pada kuartal I 202...

Bisnis - Finansial,  Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%, Masih Resesi, resesi indonesia,Ekonomi Indonesia,Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,ekonomi indonesia kuartal 1,ekonomi indonesia kuartal 1 2021
dewanpers