web analytics
  

IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China

Rabu, 14 April 2021 10:11 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, IDI Buka Suara soal Efektivitas Vaksin Buatan China, Efektivitas Vaksin Buatan China,vaksin buatan China,efikasi vaksin buatan China,Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI),WHO,uji klinis vaksin Sinovac,Kelayakan Vaksin Buatan China,Keamanan Vaksin Buatan China,Efikasi vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Iris Rengganis mengatakan vaksin buatan China masih layak digunakan.

Karena efikasi vaksin buatan China seperti Sinovac, masih di atas ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO.

"Pokoknya WHO mengumumkan efikasi 50 persen minimal. Jadi apa pun yang di atas 50 persen itu layak. Yang penting dia aman," kata Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi sekaligus Juru Bicara PB IDI Iris Rengganis dalam keterangan pers dikutip dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), Rabu 14 April 2021.

Menurut Iris, uji coba maupun uji klinis vaksin Sinovac sudah dilakukan. Di Brasil hasil uji menunjukkan angka 50,4 atau 50,3 persen untuk Sinovac.

"Karena kita butuh di masa pandemi, jadi kita tidak terlalu lihat merek lagi saat ini," kata Iris.

Yang terpenting, kata Iris, vaksinnya tersedia dan aman. Soal efektivitas, menurut dia, tidak perlu menjadi persoalan yang sampai diributkan.

"Nanti masalah efektivitas kan sambil berjalan. Kalau perlu nanti diulang, jadi enggak perlu diributkan. Yang penting dari WHO bisa lolos efikasinya. Segala penelitian kita lihat efektivitas vaksin," katanya pula.

Dia menuturkan efikasi vaksin tidak memiliki dampak pada kesehatan. Kemudian, menurutnya lagi, juga tidak akan meracuni penerima vaksin, sehingga vaksin tetap aman digunakan.

Ia mengatakan, efikasi vaksin COVID-19 tidak bisa dibandingkan karena efikasi tiap negara berbeda-beda.

"Kita lihat saja sambil waktu berjalan nanti efektivitas vaksin yang akan kita lihat nantinya," ujarnya pula.

Lebih lanjut dia mengatakan, rencana mendatangkan vaksin Moderna dan Pfizer dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air.

Menurut dia, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia ditargetkan menerima vaksinasi COVID-19. Karena itu, vaksin yang dibutuhkan tentunya lebih banyak.

"Jadi, membutuhkan vaksin lebih banyak, kita menginginkan dari negara lain, untuk memenuhi kebutuhan, agar herd immunity tercapai," ujar Iris.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Pakar Javanologi Sebut Pulau Jawa Sudah Rapuh dan Renta

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 18:20 WIB

Fakta mengejutkan disampaikan pakar javanologi yang juga spiritualis, Ir Tukimin Wisanggeni. Ia menyebut Pulau Jawa kini...

Umum - Nasional, Pakar Javanologi Sebut Pulau Jawa Sudah Rapuh dan Renta, Pulau Jawa,Pulau Jawa tua renta,javanologi,Tukimin Wisanggeni

BMKG: Nias Barat Diguncang Belasan Gempa Susulan

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 18:00 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya belasan kali gempa susulan setelah gempa bermagnitud...

Umum - Nasional, BMKG: Nias Barat Diguncang Belasan Gempa Susulan, BMKG,gempa nias barat,Gempa Nias,Gempa Sumatera Utara,gempa tektonik,gempa susulan Nias

BMKG: Gempa di Samudra Hindia Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 16:44 WIB

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi di wilayah Samudera Hindia, P...

Umum - Nasional, BMKG: Gempa di Samudra Hindia Tidak Berpotensi Tsunami, gempa nias barat,Gempa Nias,Gempa Samudera Hindia,BMKG,Gempa Sumatera Utara

BMKG Ralat Gempa Nias Barat Jadi Magnitudo 6,7

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 16:20 WIB

Analisis semula gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2.

Umum - Nasional, BMKG Ralat Gempa Nias Barat Jadi Magnitudo 6,7, gempa nias barat,gempa tektonik,BMKG,Gempa Nias,Gempa Sumatera Utara

Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:42 WIB

Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya

Umum - Nasional, Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya, menhub,Budi Karya Sumadi,pt kci,Prokes Covid-19,mudik,Rapid Test Antigen

Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:06 WIB

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, mengatakan kebijakan penyekatan larangan mudik Lebaran selama delapan hari at...

Umum - Nasional, Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta, Penyekatan mudik 2021,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik,penyekatan mudik jakarta,Polda Metro Jaya

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:01 WIB

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Umum - Nasional, Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2, gempa nias barat,Gempa Terkini,bmkg

Polda Metro Jaya Putarbalikkan 64.612 Kendaraan

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 13:52 WIB

Tercatat selama delapan hari atau sejak tanggal 6-13 Mei 2021, sebanyak 64.612 kendaraan diputarbalikkan arah oleh Direk...

Umum - Nasional, Polda Metro Jaya Putarbalikkan 64.612 Kendaraan, Polda Metro Jaya,kendaraan diputarbalik,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik

artikel terkait

dewanpers