web analytics
  

Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal

Rabu, 14 April 2021 09:25 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal , Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Fintech Bodong,investasi ilegal,praktik investasi ilegal,Satgas Waspada Investasi (WI),fintech bodong di Indonesia,ciri fintech bodong di Indonesia,waspada investasi ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 financial technology  alias fintech bodong sepanjang 2020. Hal ini mengingat masih terus bermunculan praktik investasi ilegal dan banyaknya masyarakat yang terjaring.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan Satgas Waspada Investasi (WI) hal tersebut tak serta-merta menghentikan kegiatan investasi ilegal dan fintech bodong di Indonesia. 

"Satgas waspada investasi telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal, berarti lebih dari satu setiap harinya. Kemudian menghentikan 1.200 fintech ilegal, artinya dalam satu hari ada tiga sampai empat yang sudah ditutup,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip dari Republika (Jaringan Ayobandung.com), Selasa, 14 April 2021.

Tirta menyebut hal serupa juga terjadi pada fintech bodong. Adapun jumlahnya semakin hari juga jauh lebih banyak ketimbang investasi ilegal.

“Jasa tersebut masih banyak digunakan masyarakat Indonesia. Padahal, fintech bodong banyak menjerat masyarakat,” ucapnya.

Bahkan, dia mengaku pernah menemui seseorang yang nekat meminjam uang dari 40 fintech dalam satu minggu. Menurut Tirta, tindakan itu sudah melebihi batas kemampuan orang tersebut untuk nanti membayarnya kembali.

"Bahkan kami menemukan beberapa kasus, seorang konsumen meminjam lebih dari 40 fintech dalam satu minggu, ini kurang bijak, dan ini di luar kemampuannya," ucapnya.

Menurutnya OJK telah melaksanakan 250 program edukasi keuangan sepanjang 2020 untuk menghindari masyarakat terjerat dalam investasi dan fintech ilegal. Selain juga, mengoptimalkan media sosial untuk mengeluarkan artikel dan video literasi.

Dari sisi penegakan hukum, OJK memperluas keanggotaan SWI menjadi 13 kementerian dan lembaga terkait. SWI juga aktif mengumumkan nama-nama investasi dan fintech ilegal melalui konferensi pers dan sosial media OJK.

OJK juga turut meminta Kominfo memblokir website dan aplikasi ilegal dan terus memperkuat penegakan hukum bagi pelaku investasi ilegal. Terdapat 148 fintech yang terdaftar OJK dan 42 diantaranya berizin serta hanya 10 fintech yang benar-benar beroperasi dengan baik.

Sementara Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito menjelaskan menjamurnya investasi dan fintech ilegal sampai sekarang disebabkan oleh lemahnya peraturan yang dimiliki lembaganya. Hal ini disebabkan tak ada ketentuan pidana bagi pihak yang menyelenggarakan jasa teknologi finansial dan investasi tak berizin itu.

"OJK sering dikritik karena katanya OJK tidak bisa berantas Investasi ilegal. Persoalannya kenapa? Dari sisi hukum. Kalau ada perbankan beroperasi tanpa izin ada deliknya ada rumusan pidananya. Kemudian ada manajer investasi tanpa izin. Tapi kalau fintech ilegal belum ada ketentuan pidananya," jelasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

12 Juta Lebih Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 21:50 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 12.481.644 wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahu...

Bisnis - Finansial, 12 Juta Lebih Wajib Pajak Telah Lapor SPT Tahunan, lapor spt tahunan,Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Kanwil DJP Jabar I,Wajib Pajak

Ayo Ngabuburit di Acara Semarak bjb Bisa Jadi Berkah di Channel Youtub...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 18:16 WIB

Dalam memperingati bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah, bank bjb akan menggelar Acara Semarak Bisa Jadi Berkah pada Rabu 5...

Bisnis - Finansial, Ayo Ngabuburit di Acara Semarak bjb Bisa Jadi Berkah di Channel Youtube bank bjb, Semarak bjb,Acara Semarak bjb,Channel Youtube bank bjb,Ayo Ngabuburit,bank bjb,bjb DigiCash

Perluas Kemitraan, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan PT Dilar Lintas Ra...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 14:40 WIB

bank bjb kembali memperluas jalinan kerja samanya dengan berbagai perusahaan. Salah satunya yang teranyar adalah kolabor...

Bisnis - Finansial, Perluas Kemitraan, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan PT Dilar Lintas Raya Tasikmalaya, bank bjb,bank bjb kantor cabang Tasikmalaya,PT Dilar Lintas Raya,kerja sama bank bjb dan PT Dilar Lintas Raya,UMKM

Harga Emas Antam H-7 Lebaran Rp926.000 per Gram

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 10:30 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp926.000 per gram pada Kamis, 6 Mei 2021, atau naik Rp4.00...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam H-7 Lebaran Rp926.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga Emas Hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercata...

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 10:14 WIB

Dalam riset Infobank per awal Mei 2021, bank bjb menduduki urutan ke-8 dari 10 bank nasional yang menerapkan layanan mob...

Bisnis - Finansial, Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat, bank bjb,mobile banking bank bjb,bjb DIGI,Performa 10 Terbaik Mobile Banking,Infobank

Sekarang Saat yang Tepat Membeli Emas

Finansial Kamis, 6 Mei 2021 | 08:57 WIB

Terkadang kita bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk membeli emas?

Bisnis - Finansial, Sekarang Saat yang Tepat Membeli Emas, Emas,Investasi Emas,membeli emas,Harga Emas,kapan beli emas

Masyarakat Diingatkan Waspada Investasi Ilegal, OJK Minta Lakukan Hal...

Finansial Rabu, 5 Mei 2021 | 21:48 WIB

OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Investasi Ilegal, Segera Lakukan Hal Ini

Bisnis - Finansial, Masyarakat Diingatkan Waspada Investasi Ilegal, OJK Minta Lakukan Hal Ini, ojk,investasi ilegal,ojk jabar

Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%, Masih Resesi

Finansial Rabu, 5 Mei 2021 | 11:39 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,74% year on year (yoy) pada kuartal I 202...

Bisnis - Finansial,  Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%, Masih Resesi, resesi indonesia,Ekonomi Indonesia,Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,ekonomi indonesia kuartal 1,ekonomi indonesia kuartal 1 2021
dewanpers