web analytics
  

Pesantren Al Amin Tasikmalaya dan Usaha Bordir

Selasa, 13 April 2021 19:08 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Pesantren Al Amin Tasikmalaya dan Usaha Bordir, Pesantren Al Amin Tasikmalaya,Profil Pesantren,Pesantren di Tasikmalaya

Pesantren Al Amin di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Berdirinya pesantren Al Amin di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya tidak terlepas dari peran H. Zarkasyie seorang pengusaha Bordir Tjiwulan pada tahun 1985 lalu. Uniknya lagi, segala fasilitas penunjang santri murni dibangun berasal dari usaha bordir yang dimilikinya.

Tahun 1985 Pesantren Al-Amin berada dalam naungan Yayasan Pendidikan Islam Tjiwulan (YPI Tjiwulan). Pada tahun 2000, YPI Tjiwulan berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Amin, dengan pertimbangan jumlah santri dan unit usaha yang terus bertambah.

Meski terhitung baru, sebenarnya YPI Tjiwulan sudah jauh berdiri dengan adanya Lembaga Pendidikan Bordir (LPB) Tjiwulan pada 1978. Setelah wafatnya H Zarkasyie, YPI Al-Amin dilanjutkan oleh putranya, KH Wawan Setiawan. Di tangannya, YPI Al-Amin melakukan berbagai inovasi. Santri tidak hanya diajarkan pendidikan secara formal, tetapi juga pendidikan secara keterampilan.

KH Wawan yang alumni Mesir dapat membuka jalur ekspor bordir Tjiwulan sampai ke Timur Tengah. Kemajuan ini yang juga sedikit banyak berpengaruh membuat Pesantren Al-Amin mampu melakukan inovasi di atas.

Meskipun lahir dari rahim bisnis, Pesantren Al-Amin tetap mendahulukan nilai-nilai kepesantrenan. Santri Al-Amin yang berjumlah 794 orang tetap mendapatkan pengajian kitab-kitab kuning. Pada paginya, mereka mendapatkan asupan pendidikan formal, siang sampai malamnya mendapat ilmu-ilmu kepesantrenan.

Adapun bordir yang menjadi usaha penopang pengembangan pesantren menjadi salah satu isi kurikulum pendidikan bagi para santri. Karenanya, selain mendapatkan ilmu ilmiah, para santri juga dapat mendapat ilmu keterampilan seputar penjualan, menjahit, bordir, dan garmen.

Hampir 40 tahun sudah usaha border Tjiwulan maupun lembaga berdiri. Garmen dan usaha keterampilan bordir masih menjadi fondasi berdirinya Pesantren Al-Amin khususnya dan Yayasan Al-Amin pada umumnya. Bahkan, kini melebarkan sayap kebermanfaatannya dengan membuka unit-unit lainnya, semisal bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, pendidikan kewirausahaan masyarakat, pendampingan usaha keluarga berbasis pengrajin bordir, sampai bekerjasama dengan instansi pemerintahan guna menyelenggarakan balai pelatihan kerja.

Kehadiran Pesantren Al-Amin membuat ekonomi masyarakat dapat terbantu, Pesantren yang juga membuka lembaga pendidikannya tidak hanya bagi santri yang mukim, menjadi solusi lembaga pendidikan keagamaan bagi masyarakat yang memerlukannya. Hingga kini, pembangunan sarana dan fasilitas sampai gaji karyawan Pesantren dapat terus berjalan dengan mandiri. Pengembangan usaha kerajinan bordir dan pengembangan industri garmen yang berintegrasi dengan pendidikan pesantren telah memberikan kemandirian Al-Amin.

Tidak hanya soal kemandirian pendidikan tetapi juga kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi membawa nilai manfaat untuk aktivitas pendidikan Islam. Sebaliknya aktivitas pendidikan Islam memberi manfaat bagi perusahaan yang telah diwarnai oleh kultur dan tradisi keislaman.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-1...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 06:51 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran melakukan uji cepat (rapid test) antigen Covid-19 kepada para pelaku usaha wisata....

Umum - Regional, Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-19, pelaku wisata Pangandaran positif Covid-19,Wisata Pangandaran,Pangandaran,Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran ditutup,Pangandaran dibuka

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditut...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:55 WIB

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup

Umum - Regional, 25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup, griya melati bogor,covid bogor,Bima Arya,COVID-19

Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:15 WIB

dari 15 pos pengamanan yang didirikan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, 2 pos pam dibiarkan tetap berdiri.

Umum - Regional, Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?, pos penyekatan Cirebon,Cirebon,larangan mudik Cirebon,Operasi Ketupat Lodaya 2021

Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:49 WIB

Sebanyak 170 ribu jiwa tercatat sebagai penerima bantuan sosial berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kab...

Umum - Regional, Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos, Bansos Cianjur,Dinsos Cianjur,Pemkab Cianjur,DTKS Cianjur

Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:44 WIB

Halalbihalal tetap digelar Keraton Kanoman Cirebon, Selasa, 18 Mei 2021 di tengah pandemi Covid-19. Sebagian orang meman...

Umum - Regional, Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19, Keraton Kanoman Cirebon,Halalbihalal Keraton Cirebon,Ngalap Barokah

Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid d...

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:33 WIB

Seorang pemuda berinisial AS (24) mabuk obat-obatan merusak dan mencoba mencuri barang di dalam Masjid Nurul Iman di Kam...

Umum - Regional, Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid di Cianjur, Pemuda Curi Barang Masjid,Pencurian di Cianjur,Polsek Warungkondang Cianjur,Pencurian di Masjid,Pengrusakan Masjid

Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:09 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan TB Mulyana yang baru saja dilantik memiliki tantangan membangun Cian...

Umum - Regional, Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis, Pemkab Cianjur,Anggaran Terkikis Pandemi,Bupati Cianjur Herman Suherman

25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 19:20 WIB

Sebanyak 25 orang Perumahan Griya Melati Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor positif covid-19 hasil rapid antigen. Alhasil,...

Umum - Regional, 25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat, Warga Perumahan Positif Covid-19,Perumahan Griya Melati Bubulak Bogor,Covid-19 Kota Bogor
dewanpers