web analytics
  

Tiga Saksi Diperiksa dalam Sidang Mantan Buruh CV Sandang Sari

Selasa, 13 April 2021 16:18 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Tiga Saksi Diperiksa dalam Sidang Mantan Buruh CV Sandang Sari, Sidang Mantan Buruh CV Sandang Sari,Aan Aminah,Yudi Hardadi,petugas keamanan CV Sandang Sari,Federasi Serikat Buruh Militan (F-Sebumi)

Tiga saksi dari pihak penuntut Aan Aminah memberikan kesaksian di sidang pemeriksaan saksi pada tanggal 13 April 2021. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM — Tiga orang saksi diperiksa dalam sidang pidana Aan Aminah yang didakwa atas dugaan penganiayaan terhadap Yudi Hardadi, petugas keamanan CV Sandang Sari. Sidang itu berlangsung pada hari Selasa, 13 April 2021. 

Dalam keterangannya, para saksi memberi bukti berupa video yang diambil pada tanggal 22 Juni 2020, tepatnya saat Aan Aminah beserta anggota Federasi Serikat Buruh Militan (F-Sebumi) berupaya untuk bermediasi dengan pihak perusahaan.

Mediasi itu sendiri diiniasi oleh pihak F-Sebumi untuk mendesak pihak perusahaan yang mengurangi upah dan membayar THR secara dicicil tanpa bernegosiasi terlebih dahulu. 

Dalam sidang tersebut, para saksi bersikukuh bahwa Aan telah melakukan penyerangan secara sengaja kepada Yudi yang sedang bertugas saat kejadian. Sementara itu, Aan sendiri menampik tuduhan tersebut karena dirinya terpaksa menggigit karena dia hampir kehabisan napas saat dirinya dihimpit oleh tiga petugas sekaligus. 

Asep Wardani, saksi yang saat ini sudah tidak bekerja lagi sebagai petugas keamanan perusahaan, memberikan kesaksian yang berubah-ubah dengan alasan dirinya lupa mengenai detil kejadian. 

Selanjutnya, Tatang Sumarna selaku koordinator keamanan CV. Sandang Sari mengaku dirinya tidak melihat langsung kejadian. Dirinya hanya menerima instruksi dari pihak perusahaan untuk menghalang-halangi upaya bipartite (perundingan antara pekerja dan perusahaan atau serikat pekerja dengan perusahaan). Instruksi itu diterima pada tanggal 19 Juni 2020, dua hari sebelum kejadian berlangsung. 

Terakhir, ada kesaksian dari Aceng Nurjamil yang bekerja juga sebagai keamanan di perusahaan yang bersangkutan. Dirinya tidak ada di lokasi kejadian dan hanya melihat luka Yudi yang setelah kejadian masih bisa bekerja seperti biasa. 

Semua saksi mengaku mendengar adanya suara teriakan Yudi. Namun, mereka tidak mendengar suara Aan yang berteriak saat dirinya dihimpit oleh petugas sampai nyaris kehabisan napas. 

"Para saksi pun mengaku mendengar suara teriakan dari Yudi, tetapi sebelum itu Bu Aan Aminah berteriak minta tolong untuk dikeluarkan dari himpitan itu. Saksi-saksi itu mengaku tidak mendengar teriakan Bu Aan. Mereka tidak mau mengakui itu. Padahal Ibu Aan berteriak lebih dulu meminta tolong dibandingkan Yudi," ujar Rangga Rizki Pradana, kuasa hukum Aan. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 23:19 WIB

Memasuki PPKM Mikro tahap ketujuh 4-17 Mei 2021, Jawa Barat memiliki dua zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Ko...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus Covid, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Kasus Covid-19 di Jabar,Zona merah di Jawa Barat,KBB Zona Merah,Kota Tasikmalaya Zona Merah

Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad mempetahankan status smart city yang telah dipegangnya. Bahkan Pemkot Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia, Pemkot Bandung,Smart City,Eden Strategy Institute

Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalik...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:04 WIB

Selama dua hari penyekatan pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, petugas gabungan kabupaten/kota berhasil memutar ba...

Bandung Raya - Bandung, Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalikkan , Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Hari Kedua Larangan Mudik,Kendaraan Diputarbalikkan,Larangan Mudik di Jabar,Mudik Aglomerasi Dilarang,mudik lokal dilarang

Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 21:53 WIB

Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan kepada camat dan lurah berprestasi dalam pemungutan pembayaran Pajak Bumi...

Bandung Raya - Bandung, Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga, Pemkot Bandung,PAD Kota Bandung,pajak kota bandung,PBB Kota Bandung

Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:44 WIB

Ketua Umum Sundawani Wirabuana, Robby Maulana Zulkarnaen, mengimbau kepada masyarakat Sunda di Indonesia untuk beradapta...

Bandung Raya - Bandung, Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu, Sunda Nusantara,Romantisme Masa Lalu,Sundawani Wirabuana,Orang Sunda,masyarakat Sunda

Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:35 WIB

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin), Elly Wasliah memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung mal k...

Bandung Raya - Bandung, Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes, Kings Shopping Center,Pengunjung Memadati Kings,Kings Ramai Pengunjung

Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 16:39 WIB

Menurut Robby, kasus fenomena Sunda Nusantara kurang-lebih memiliki persamaan dengan Sunda Empire yang sempat menggegerk...

Bandung Raya - Bandung, Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara,Sunda Empire

Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteu...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 14:51 WIB

Di antara kendaraan dengan pelat nomor selain D yang lolos pemeriksaan, kendaraan dengan pelat nomor B adalah yang palin...

Bandung Raya - Bandung, Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteur, pos penyekatan Pasteur,pos penyekatan Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan mudik Bandung,pemudik masuk Bandung,Bandung
dewanpers