web analytics
  

Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri

Selasa, 13 April 2021 13:52 WIB
Umum - Internasional, Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri, vaksin Cina,Efikasi vaksin Covid-19,Gao Fu,sinovac,Sinopharm,CanSino,vaksin Covid-19 Cina kurang ampuh,pejabat Cina vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19

Vaksin Sinovac dari Cina. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Untuk pertama kalinya pejabat tinggi Cina mengakui rendahnya keampuhan vaksin corona buatan dalam negeri.

"Vaksin-vaksin Cina tidak memiliki tingkat perlindungan yang tinggi," kata Direktur Badan Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Cina, Gao Fu, dalam sebuah konferensi di Chengdu.

Lembaganya kini berusaha mencari cara baru meningkatkan efikasi Sinovac dan Sinopharm, antara lain dengan mencampurkannya dengan vaksin lain, tutur Gao.

Namun menurut laporan media berbahasa Inggris milik Cina, The Global Times, Gao menilai komentarnya itu banyak "disalahpahami."

Kepada Associated Press, Gao mengatakan dia berbicara tentang tingkat efikasi "vaksin-vaksin di dunia, bukan Cina." Namun dia menolak menjawab secara rinci jenis vaksin yang dia maksud.

Dalam pertemuan di Chendu, Gao banyak membahas keampuhan vaksin berbasis mRNA seperti yang dikembangkan BioNTech/Pfizer. Menurutnya terobosan vaksin DNA memiliki banyak keuntungan.

Padahal Desember silam, dia masih meragukan keamanan vaksin mRNA, lantaran untuk pertama kalinya digunakan pada manusia sehat.

Pernyataan Gao mengisyaratkan Cina sedang mengembangkan vaksin baru berbasis mRNA. Hal ini diakui oleh seorang pejabat pemerintah di Beijing.

"Vaksin mRNA yang dikembangkan di dalam negeri sudah memasuki tahap kritis pada uji klinis," kata Wang Huaqing, tanpa merinci tenggat waktu pengembangan.

Mencampurkan vaksin demi tingkatkan efikasi

Sejauh ini Cina sudah mengizinkan empat vaksin corona. Kebanyakan menggunakan virus mati sebagai media pemicu kekebalan tubuh.

Dua vaksin, Sinovac dan Sinopharm, yang diproduksi pemerintah saat ini sudah disebar di 22 negara, termasuk Indonesia, Meksiko, Turki, Hongaria, dan Brasil.

Di Brasil, uji klinis yang dilakukan pemerintah terhadap vaksin Cina hanya menghasilkan tingkat efikasi sebesar 50% dalam mencegah penularan. Sementara keampuhannya menghadang gejala berat Covid-19 mencapai 80%.

Data resmi dari Cina sendiri menunjukkan tingkat efikasi yang lebih tinggi, yakni 79,3% dan 72,5% dalam mencegah penularan.

Sementara sebuah vaksin lain buatan Cina, CanSino, tercatat hanya memiliki efikasi sebesar 65% melawan penularan.

Pemerintah di Beijing sejauh ini sudah menggunakan 161 juta dosis vaksin buatan dalam negeri selama kampanye imunisasi tahun lalu. Cina berencana memberikan vaksin ke setidaknya 40% penduduk hingga bulan Juni.

Juru bicara Sinovac, Liu Peicheng, mengatakan pihaknya mencatat tingkat efikasi berbeda-beda yang dihasilkan uji klinis di berbagai negara terhadap vaksin buatannya. Namun menurutnya hal itu bisa diakibatkan oleh banyak faktor, antara lain usia peserta studi atau galur virus corona.

Dia menyarankan agar pemberian vaksin ditunda selama setidaknya 14 hari antara dosis pertama dan kedua. Dengan cara itu tingkat efikasi Sinovac bisa ditingkatkan.

Badan Pengawas Penyakit Cina saat ini sedang mempertimbangkan untuk menyampur jenis vaksin yang berbeda untuk meningkatkan efikasi. Vaksin yang disebutkan adalah milik BioNTech dan AstraZeneca. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) setiap vaksin berdaya efikasi di atas 50 persen tetap berguna untuk mengakhiri pandemi corona.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Perpanjang Masa Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo Ditunda Lagi?

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 13:18 WIB

Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa darurat Covid-19.

Umum - Internasional, Perpanjang Masa Darurat Covid-19, Olimpiade Tokyo Ditunda Lagi?, Masa Darurat Covid-19,Olimpiade Tokyo Ditunda,Jepang,Olimpiade Tokyo

6 Mei 2021 Puncak Hujan Meteor Eta-Akuarid, Begini Cara Melihatnya

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 12:52 WIB

Besok, tepatnya Kamis 6 Mei 2021 menjadi puncak hujan meteor Eta-Akuarid. 

Umum - Internasional, 6 Mei 2021 Puncak Hujan Meteor Eta-Akuarid, Begini Cara Melihatnya, Hujan Meteor,hujan meteor eta-akuarid,puncak hujan meteor,hujan meteor 6 mei,meteor,Nasa,bintang jatuh

Rekor Tragis India, 3.780 Wafat oleh Covid-19 dalam Sehari

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 12:35 WIB

Sementara itu, jumlah infeksi harian Covid-19 bertambah 382.315 kasus, Rabu, 5 Mei 2021.

Umum - Internasional, Rekor Tragis India, 3.780 Wafat oleh Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tragis,India,Covid-19,Kementerian Kesehatan India

Dalam Sehari, Masjidil Haram Gunakan 70 Liter Ribu Disinfektan

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 11:30 WIB

Lebih dari 70 ribu liter disinfektan digunakan untuk membersihkan Masjidil Haram di Makkah setiap hari, selama Ramadan. 

Umum - Internasional, Dalam Sehari, Masjidil Haram Gunakan 70 Liter Ribu Disinfektan, Masjidil Haram,Masjidil Haram dibersihkan,disinfektan untuk bersihkan masjidil haram,berita Masjidil Haram

5 Mei 1961, Alan Shepard Jadi Manusia Pertama ke Luar Angkasa

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 09:39 WIB

Komandan Angkatan Laut Alan Bartlett Shepard Jr. menjadi orang Amerika Serikat (AS) pertama yang melakukan perjalanan lu...

Umum - Internasional, 5 Mei 1961, Alan Shepard Jadi Manusia Pertama ke Luar Angkasa, Sejarah Hari Ini,Manusia Pertama ke Luar Angkasa,Alan Bartlett Shepard Jr.,5 Mei 1961,Nasa

Singa singa di India Ikut Terinfeksi Covid-19

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 09:21 WIB

Virus Covid-19 di india tidak hanya menginfeksi mannusia. Singa-singa di kebun binatang negara tersebut bahkan dikabark...

Umum - Internasional, Singa singa di India Ikut Terinfeksi Covid-19, Covid-19 di India,Corona di India,singa kena covid-19,singa kena corona,hewan kena covid-19

Kerajaan Akhirnya Ungkap Penyebab Kematian Pangeran Philip

Internasional Rabu, 5 Mei 2021 | 08:39 WIB

Penyebab kematian suami dari Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip telah diungkap dalam sertifikat kematian yang di...

Umum - Internasional, Kerajaan Akhirnya Ungkap Penyebab Kematian Pangeran Philip, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Penyebab meninggal Pangeran Philip,suami ratu elizabeth

10 Hari Terakhir Ramadan, Jamaah Bisa Tarawih di Masjidil Haram

Internasional Selasa, 4 Mei 2021 | 14:20 WIB

Para jemaah diperbolehkan melaksanakan salat tarawih pada 10 malam terakhir bulan suci Ramadan di Masjidil Haram. Namun...

Umum - Internasional, 10 Hari Terakhir Ramadan, Jamaah Bisa Tarawih di Masjidil Haram, Tarawih Masjidil Haram,Salat Tarawih di Masjidil Haram,Masjidil Haram,Masjidil Haram Ramadan,Ramadan 2021

artikel terkait

dewanpers