web analytics
  

Menyentuh Suami Usai Berwudu, Batal atau Tidak?

Senin, 12 April 2021 16:43 WIB
Umum - Ramadhan, Menyentuh Suami Usai Berwudu, Batal atau Tidak?, doa wudhu, doa sesudah wudhu, manfaat doa sesuddah wudhu, doa wudhu, waktu wudhu, hal yang membatalkan wudhu

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Berwudhu merupakan salah satu kewajiban yang diperintahkan saat seorang Muslim hendak beribadah. Wudu seseorang ketika hendak salat dapat menjadi penyebab Allah SWT memberi ampunan atas dosa yang dilakukan antara wudhu itu dengan shalat berikutnya. (HR Muslim).

Tak hanya itu, wudu juga menjadi penanda seorang mukmin saat hari kiamat. Hadis dari Abu Hurairah menjelaskan bahwa umat Rasulullah SAW akan memiliki tanda belang putih di kakinya yang merupakan bekas wudu. Secara khusus, Allah SWT pun berfirman mengenai tata cara wudhu. "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu telah akan mengerjakan shalat maka basuhlah muka kamu dan tangan kamu sampai siku dan sapulah kepala kamu dan kaki-kaki kamu sampai dengan kedua mata kaki." (QS al-Maidah: 6).

Lantas, menjadi pertanyaan apakah seorang istri yang notabene memiliki mahram suami dapat batal wudunya ketika bersentuhan. Padahal, kemesraan setiap pasangan menjadi bumbu kehidupan untuk memperkokoh mahligai rumah tangga. Allah SWT pun mengistilahkan pakaian bagi istri terhadap suaminya.

"Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka," (QS al-Baqarah: 187). Allah SWT sebenarnya mengatur secara eksplisit mengenai hal tersebut. Lanjutan ayat dalam QS al-Maidah ini menjelaskan mengenai beberapa penyebab batalnya wudu salah satunya berkaitan dengan perempuan. ".. Dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik.." (QS al-Maidah: 6).

Namun, di kalangan para sahabat terjadi perbedaan pendapat mengenai makna kalimat aulaa mastumunnisaa yang menjadi bagian dari ayat tersebut. Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas mengartikan firman Allah SWT tersebut dengan arti melakukan hubungan suami istri alias bersetubuh. Sementara, Umar bin Khattab dan Abdullah Ibnu Mas'ud mengartikan ayat itu yakni sebatas persentuhan antara laki-laki dan perempuan.

Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskan, adanya perbedaan pemahaman di antara kalangan sahabat berdampak kepada adanya perbedaan pendapat mengenai apakah menyentuh perempuan membatalkan wudu atau tidak. Pendapat yang pertama menjelaskan, persentuhan laki-laki dengan perempuan tidak membatalkan wudhu. Adanya perbedaan apakah menyentuh sebatas 'menyentuh' dengan menyentuh sebagai jima' menyebabkan ulama terbagi di tiga pendapat besar.

Pendapat pertama menjadi pegangan dari mazhab Hanafi. Sementara, pendapat kedua yang mengatakan, menyentuh perempuan membatalkan wudu diamini oleh ulama dari mazhab Syafii dan Hanbali. Berbeda dari tiga mazhab tersebut, ulama Malikiyah berpendapat bahwa persentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan membatalkan wudu apabila menimbulkan syahwat.

Dalam hal ini, Majelis Tarjih Muhammadiyah berpegang kepada pendapat pertama, yakni tidak membatalkan wudu. Ini diperkuat dengan adanya hadis dari Aisyah menjelaskan "Pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah SAW dari tempat tidur, kemudian saya merabanya dan tanganku memegang dua telapak kaki Rasulullah yang sedang tegak karena beliau sedang sujud." (HR Muslim dan at-Tirmidzi).

Di dalam riwayat yang lain, Aisyah pun pernah berkisah. "Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium beberapa istrinya dan langsung mengerjakan shalat tanpa berwudu lebih dahulu." (HR Ahmad).

Meski demikian, pendapat kedua menjadi landasan bagi Imam Syafi'i untuk berfatwa bahwa memegang perempuan dapat membatalkan wudu. Seperti ditukil dari Ibnu Rusyd, Imam Syafii berpendapat bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan berahi atau tidak, maka batal wudhunya. Sementara, ada riwayat lain menyatakan bahwa dalam hal wudhu, Imam Syafi'i mempersamakan istri dengan semua mahram. Wallahu a'lam.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Simak! 4 Cara Ini Hindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:54 WIB

Idulfitri identik dengan membeli barang-barang baru, yang sebenarnya tak benar-benar dibutuhkan. Dengan membeli secukup...

Umum - Ramadhan, Simak! 4 Cara Ini Hindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri, Cara Menghindari Pengeluaran Berlebihan Saat Idulfitri,Bulan suci Ramadan,Idulfitri,dana Lebaran,tips mengelola dana Lebaran,tips hindari kalap mata menjelang Lebaran,Lebaran di Indonesia

Anti-Monoton! Ini Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 20:22 WIB

Saat Lebaran, orang kerap tidak bisa lepas dari menu olahan daging. Agar tidak monoton, sesekali dapat mencoba menu baru...

Umum - Ramadhan, Anti-Monoton! Ini Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran, Ide Kreasi Daging untuk Hidangan Lebaran,menu kreasi hidangan lebaran,menu olahan daging,reseo  menu olahan daging Lebaran,Ide Kreasi Daging

Hukum Gibah Saat Ramadan, Bisa Batalkan Puasa?

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:20 WIB

Gibah bukanlah perbuatan yang pantas dilakukan. Bahkan ada yang menganggap Gibah bisa membatalkan puasa. Betulkah anggap...

Umum - Ramadhan, Hukum Gibah Saat Ramadan, Bisa Batalkan Puasa?, Gibah,Hukum Gibah saat Ramadan,Apakah Gibah Batalkan Puasa,dosa Gibah,perkataan tercela,benarkah Gibah bisa membatalkan puasa

Lima Amalan Terbaik untuk Dilakukan Saat Itikaf

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 11:12 WIB

Salah satunya adalah membaca Al-Quran

Umum - Ramadhan, Lima Amalan Terbaik untuk Dilakukan Saat Itikaf, cara itikaf,doa saat itikaf,Itikaf,amalan itikaf

Kenali 8 Golongan Mustahik Zakat

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 10:13 WIB

Mustahik dapat diidentifikasi berdasarakan Surat At-Taubah ayat 60.

Umum - Ramadhan,  Kenali 8 Golongan Mustahik Zakat, mustahik,Zakat Fitrah,zakat idul fitri,golongan mustahik

Kumpulan Ucapan Idulfitri dalam Suasana Pandemi 

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 09:56 WIB

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga silaturahmi meski berjauhan adalah dengan saling berkirim pesan.

Umum - Ramadhan, Kumpulan Ucapan Idulfitri dalam Suasana Pandemi , ucapan idulfitri 2021,Kumpulan ucapan Idulfitri,ucapan idul fitri,ucapan idul fitri pandemi

Bisakah Muslimah Haid Dapat Lailatul Qadar?

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 07:51 WIB

Ada pilihan ibadah lain yang masih bisa dilakukan.

Umum - Ramadhan, Bisakah Muslimah Haid Dapat Lailatul Qadar?, Haid,ibadah saat haid,Lailatul Qadar

Puasa Ramadan Bermanfaat untuk Detoksifikasi Tubuh

Ramadhan Sabtu, 8 Mei 2021 | 07:20 WIB

Puasa ternyata bisa membuat tubuh menyembuhkan diri sendiri.

Umum - Ramadhan,  Puasa Ramadan Bermanfaat untuk Detoksifikasi Tubuh, Manfaat Puasa,puasa untuk detoks,manfaat puasa ramadan,manfaat puasa ramadan untuk
dewanpers