web analytics
  

Ridwan Kamil Sebut Stasiun Kereta Cepat di Padalarang Picu Kemacetan Regional

Senin, 12 April 2021 13:50 WIB Restu Nugraha
Umum - Regional, Ridwan Kamil Sebut Stasiun Kereta Cepat di Padalarang Picu Kemacetan Regional, KCIC,stasiun kereta cepat bandung jakarta,Stasiun kereta Cepat Padalarang,Stasiun Padalarang,Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC),Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB),Kemacetan KCIC,Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau pembangunan stasiun kereta cepat di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 12 April 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Konsorsium proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) resmi memulai pembangunan stasiun di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin, 12 April 2021. 

Pembangunan stasiun kereta cepat di kawasan ini jadi titik konektivitas antara moda kereta cepat dengan kereta api. Nantinya, penumpang dari Kota Bandung yang akan naik kereta cepat menuju Jakarta harus lebih dulu ke stasiun Padalarang

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengingatkan pembangunan stasiun kereta cepat di Padalarang bisa memicu kemacetan regional. Apalagi, saat ini kondisi lalu lintas Padalarang memang menjadi langganan macet. 

"Saya akan dukung maksimal, tapi kan keputusan stasiun Padalarang ini berpotensi memicu kemacetan regional. Jangan sampai (pembangunan stasiun) ini beres, kemacetannya tidak terselesaikan," ujar Ridwan Kamil di Padalarang, Senin, 12 April 2021. 

Lebih jauh, ia meminta PT KCIC dan PT KAI memikirkan fasilitas penunjang agar kawasan Padalarang terhindar dari kemacetan. Salah satu yang didorong Ridwan Kamil adalah pembuatan flyover atau underpass di setiap perlintasan. 

"Karena perlintasan sebidang, nanti bisa jadi blunder, itu poinnya. Jadi dari sekarang saya mengingatkan dan pasti saya bantu, bagaimana perlintasan sebidang di buat flyover atau underpass. Itu harus konkret dan fix," tambahnya.

kcic-pakai-11-000-meter-lahan-milik-kai1.JPG" />
Pembangunan stasiun kereta cepat di kawasan Padalarang Bandung Barat. (dok. KCIC)

Berdasarkan catatan PT KAI ada tiga titik perlintasan kereta yang kerap menjadi penyebab macet, salah satunya berada di Cimahi. Ridwan Kamil ingin tiga perlintasan tersebut segera dicari solusinya dan setiap instansi dibagi tugasnya secara jelas. 

Hal itu dilakukan agar pembangunan kereta cepat tidak mendapatkan resistensi dari masyarakat. 

"Siapa mengerjakan apa tentu kita follow up, tapi harus dipersiapkan dengan matang. Biar saya kalau ada masyarakat rame saya paling depan untuk menenangkannya," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu. 

Terkait hal itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hatantyo mengaku siap berkolaborasi dengan Pemprov Jabar untuk mengatasi kemacetan. Pihaknya pun berjanji membangun flyover atau underpass di tiga lokasi perlintasan itu. 

"Siap kami akan koordinasi dengan pemda setempat. Semoga perlintasan itu bisa selsai sebelum 2023," papar Didiek. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Tiga Hari Hanyut di Sungai Ciliwung, Jasad Balita AL Akhirnya Ditemuka...

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 13:10 WIB

Petugas gabungan akhirnya berhasil menemukan AL, balita berusia 4,5 tahun yang hanyut di aliran Sungai Ciliwung pada Min...

Umum - Regional, Tiga Hari Hanyut di Sungai Ciliwung, Jasad Balita AL Akhirnya Ditemukan, Balita,Hanyut,Sungai Ciliwung,Kabupaten Bogor

Awas, Pusat Perekonomian dan Wilayah Perbatasan Rawan Penyebaran Covid...

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 12:20 WIB

Penyebaran Covid-19 rentan terjadi di wilayah perkotaan hingga wilayah yang berbatasan langsung dengan kota tetangga.

Umum - Regional, Awas, Pusat Perekonomian dan Wilayah Perbatasan Rawan Penyebaran Covid-19, Pusat Perekonomian,Wilayah Perbatasan,Penyebaran Covid-19,Kabupaten Bogor

Pejabat dan Puluhan PNS Positif Covid-19, Pemkot Tasik Berlakukan WFH

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 12:10 WIB

Untuk menekan laju penyebaran, pihaknya pun mengambil kebijakan dengan melakukan pembatasan-pembatasan di lingkungan Pem...

Umum - Regional, Pejabat dan Puluhan PNS Positif Covid-19, Pemkot Tasik Berlakukan WFH, Pejabat,PNS,Positif Covid-19,Pemkot Tasik,WFH

Update Covid-19 Jabar 24 Juni 2021: Depok Masih Tertinggi

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 11:44 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) telah menyentuh angka 353.629 setelah bertambah 2.910 kasus pada Rabu, 23 Juni 2021...

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 24 Juni 2021: Depok Masih Tertinggi, Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,Update Covid-19 Jabar,Update Covid-19 di Jabar,Update covid-19 Jabar terbaru,kasus covid-19 jabar hari ini

Pemkab Bogor Siap Ubah Energi Panas Bumi Jadi Penghasil Listrik

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 09:24 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mendukung rencana Star Energy Geothermal Salak (SEGS), yang akan mengembangkan ener...

Umum - Regional, Pemkab Bogor Siap Ubah Energi Panas Bumi Jadi Penghasil Listrik, Pemkab Bogor,Energi Panas Bumi,Listrik,SEGS

Angka Keterisian Rumah Sakit di Kota Bogor Kian Mengkhawatirkan

Regional Kamis, 24 Juni 2021 | 09:13 WIB

Penambahan kasus harian Covid-19 di Kota Bogor lagi lagi menyentuh angka tertinggi.

Umum - Regional, Angka Keterisian Rumah Sakit di Kota Bogor Kian Mengkhawatirkan, Covid-19 Kota Bogor,BOR Kota Bogor,Berita Kota Bogor,Kota Bogor,Corona di Kota Bogor

Kematian Meningkat, Petugas Pemakaman Covid-19 Kehabisan APD

Regional Rabu, 23 Juni 2021 | 22:09 WIB

Beberapa pekan terakhir ini kasus kematian pasien akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya meningkat pesat. Sejak awal Juni h...

Umum - Regional, Kematian Meningkat, Petugas Pemakaman Covid-19 Kehabisan APD, Petugas Pemakaman Kehabisan APD,Petugas Pemakaman Covid-19,Angka kematian Covid-19,Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya

Miris, Pasien Covid-19 Meninggal di Ambulans saat Perjalanan ke RS

Regional Rabu, 23 Juni 2021 | 21:21 WIB

Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya meninggal dunia di dalam mobil ambulans saat dalam per...

Umum - Regional, Miris, Pasien Covid-19 Meninggal di Ambulans saat Perjalanan ke RS, Pasien Covid-19 Meninggal di Ambulans,Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Tasikmalaya,Kasus Covid-19 Kota Tasikmalaya,Tingkat Kematian Akibat Covid-19

artikel terkait

dewanpers