web analytics
  

Legislator: Penggabungan Kemendikbud-Ristek Langkah Mundur

Jumat, 9 April 2021 20:18 WIB
Umum - Nasional, Legislator: Penggabungan Kemendikbud-Ristek Langkah Mundur, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek),Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),langkah mundur Pemerintah,Kemendikbud-ristek,Kemendikbud dengan Kemenristek,Penggabungan Kemendikbud-Ristek

Logo Kemendikbud. (kemdikbud.go.id)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi VII DPR, Mulyanto, menilai, kebijakan melebur fungsi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan langkah mundur. Pemerintah dinilai tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa penggabungan kedua kementerian tersebut tidak efektif.

"Kita pernah berpengalaman dengan penggabungan fungsi Pendidikan tinggi dengan Riset dan teknologi dalam bentuk Kemenristek-Dikti. Ternyata dalam pelaksanaannya tidak berjalan efektif," ujar Mulyanto, Jumat, 9 April 2021.

Keputusan tersebut dinilai tidak akan efektif. Penggabungan atau peleburan lembaga dinilainya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun untuk koordinasi dan adaptasi. "Maka praktis kementerian baru ini tidak akan efektif bekerja di sisa usia pemerintahan sekarang ini," ujar Mulyanto.

Dengan digabungkannya Kemendikbud-ristek, maka perumusan kebijakan dan koordinasi ristek akan semakin tenggelam oleh persoalan pendidikan. Belum lagi terkait kerumitan koordinasi kelembagaan keduanya nanti.

"Beda halnya kalau Kemenristek ini digabung dengan Kemenperin. Ini dapat menguatkan orientasi kebijakan inovasi yang semakin ke hilir dalam rangka industrialisasi 4.0," ujar Mulyanto. 

Pengamat dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji melihat penggabungan antara Kemendikbud dengan Kemenristek membingungkan. Mengingat kementerian yang dipimpin oleh Nadiem Makarim mengalami permasalahan selama pandemi Covid-19. "Jujur saya bingung desainnya mau seperti apa dan tidak ada penjelasan," ujar Indra.

Diketahui, DPR secara resmi menyetujui penggabungan tugas antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Hal tersebut diputuskan dalam rapat paripurna penutupan masa sidang IV tahun 2020-2021.

Wakil Ketua DPR selaku pimpinan rapat paripurna Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, keputusan itu sesuai hasil rapat konsultasi pengganti rapat pada Bamus 8 April 2021. Rapat tersebut membahas surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021.

"Perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian dan menyepakati Penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek," ujar Dasco di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 9 April 2021.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Sebut Palestina Babi di TikTok, Pemuda Ini Ditahan Polisi

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 22:42 WIB

Pemuda berusia 23 tahun berinisial UC di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditangkap aparat kepolisian setelah menebar ujaran...

Umum - Nasional, Sebut Palestina Babi di TikTok, Pemuda Ini Ditahan Polisi, Hina Palestina,Menghina Palestina di TikTok,Pemuda Menghina Palestina

Habib Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Petamburan

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 21:45 WIB

Jaksa penuntut umum resmi menuntut Habib Rizieq Shihab agar dipenjara selama 2 tahun dalam kasus kerumuna massa Petambur...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Dituntut 2 Tahun Penjara di Kasus Kerumunan Petamburan, Habib Rizieq Shihab,Kasus Kerumunan Petamburan,Sidang Habib Rizieq

Jokowi: Hasil TWK Tidak Jadi Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 21:16 WIB

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memandang bahwa hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasa...

Umum - Nasional, Jokowi: Hasil TWK Tidak Jadi Dasar Pemberhentian 75 Pegawai KPK, Presiden Joko Widodo,Jokowi,Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),TWK KPK,75 Pegawai KPK

Kemenhub: Tidak Ada Pesawat Charter Bawa TKA China

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 20:11 WIB

Sebanyak 170 warga negara asing (WNA) dikabarkan tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan pesawat charter d...

Umum - Nasional, Kemenhub: Tidak Ada Pesawat Charter Bawa TKA China, Kementerian Perhubungan (Kemenhub),TKA China,Pekerja China

Insentif Kartu Prakerja Cair 19 Mei, Pembukaan Gelombang 17 Mulai Kami...

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 19:49 WIB

Insentif Kartu Prakerja akan cair lagi mulai Rabu 19 Mei 2021. Sementara itu, pembukaan gelombang 17 program tersebut di...

Umum - Nasional, Insentif Kartu Prakerja Cair 19 Mei, Pembukaan Gelombang 17 Mulai Kamis?, Insentif Kartu Prakerja,Insentif Cair,Kartu Prakerja Gelombang 17

RI Tunggu Kepastian Haji 2021 dari Arab Saudi

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 19:31 WIB

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Otoritas Arab Saudi terkait keb...

Umum - Nasional, RI Tunggu Kepastian Haji 2021 dari Arab Saudi, Jamaah haji 2021,kepastian haji 2021,haji 2021 dibuka,Arab Saudi

Segini Biaya Layanan Vaksin Covid-19 Gotong Royong

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 19:07 WIB

Pemerintah telah menetapkan harga vaksin Covid-19 yang akan diberikan melalui layanan vaksinasi gotong royong. Disebutka...

Umum - Nasional, Segini Biaya Layanan Vaksin Covid-19 Gotong Royong, vaksin gotong royong,Persyaratan Vaksin Gotong Royong,Harga Vaksin Gotong Royong,serba-serbi vaksin gotong royong,vaksin gotong royong gratis

Ini Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Cuaca Panas di Indonesia

Nasional Senin, 17 Mei 2021 | 17:13 WIB

Sebagian masyarakat  menyatakan cuaca panas beberapa hari terakhir di Indonesia. Lantas apa penyebabnya?

Umum - Nasional, Ini Penjelasan BMKG Terkait Fenomena Cuaca Panas di Indonesia, Gelombang Panas,gelombang panas di indonesia,Cuaca Panas,bmkg gelombang panas,gelombang panas adalah,bmkg
dewanpers