web analytics
  

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Jumat, 9 April 2021 19:05 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Ilustrasi orang yang sedang mengeluh. (Pixabay/Małgorzata Tomczak)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

Apakah Anda pernah bertemu dengan seseorang yang selalu berkeluh kesah? Setiap bertemu dengannya, dia selalu mengeluh dan mengeluh.

Mengeluhkan kehidupannya yang dipenuhi banyak masalah. Seolah dia tak pernah mencecap manisnya kebahagiaan sehingga setiap hari tak lengkap rasanya bila tidak mengeluh. Yang menyebalkan, ketika bertemu dengan orang lain, dia akan mengeluhkan masalah yang tengah menimpanya. Pokoknya tiada hari tanpa mengeluh.

Saya yakin, ketika bertemu dengan orang tipe pengeluh seperti ini, kita akan merasa sebal dibuatnya. Disadari atau tidak, orang yang hobinya mengeluh biasanya memiliki aura negatif dan raut muka menyebalkan; selalu tampak murung dan tak bersemangat, sehingga hal ini dapat menular dengan cepat kepada orang yang berada di hadapannya.

Hal ini sangat berkebalikan dengan orang yang selalu berwajah manis, gemar tersenyum, dan ramah, dia akan memberikan aura positif kepada orang-orang yang dijumpainya.      

Memang, berkeluh kesah adalah hal yang sangat manusiawi. Setiap orang, saya yakin pernah mengeluhkan kehidupannya, terlebih saat sedang berhadapan dengan ujian atau cobaan hidup. Hanya saja, setiap orang memiliki kadar yang beragam. Ada yang mengeluhnya hanya sesaat lalu kembali ceria. Namun ada juga yang mengeluhnya kebablasan atau berkepanjangan sehingga menjadi karakter yang melekat kuat pada dirinya.

Saat baru di-PHK dari tempat kerja misalnya, selain bersedih seseorang biasanya akan mengeluhkan nasibnya yang tak lagi memiliki pekerjaan kepada orang lain. Ketika ada kerabat atau seseorang yang dicintai meninggal dunia, biasanya juga menjadi penyebab seseorang berkeluh kesah. Dan lain sebagainya.

Bersedih dan mengeluh ketika sedang ditimpa kemalangan dalam hidup memang hal yang sangat wajar. Tetapi jangan lantas disikapi secara berlebihan, apalagi sampai menyalahkan garis takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.

Saat suatu hari mulut kita melontarkan keluh kesah, berusahalah untuk segera merenung, mengingat-ingat kembali beragam kenikmatan yang diberikan oleh Allah selama ini ternyata jauh lebih banyak ketimbang persoalan yang membuat kita bersedih dan mengeluh. Yakinlah bahwa setiap persoalan hidup pasti sifatnya hanya sementara. Percayalah bahwa setiap kesulitan pasti datang bersama dengan kemudahan-kemudahan.

Mungkin terlintas pertanyaan di benak sebagian orang, bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup? Saya akan memberikan dua cara atau kiat yang bisa kita praktikkan sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.

Pertama, saat sedang berhadapan dengan ujian hidup, yakinkan dalam hati, bahwa ujian yang diberikan oleh Tuhan merupakan bentuk kasih sayang-Nya. Agar kita menjadi lebih sabar dan lebih mendekat pada-Nya. Agar kita lebih menyadari bahwa setiap hal di dunia ini tak melulu berupa kebahagiaan, tapi juga ada kesedihan-kesedihan di dalamnya. Bukankah kita bisa merasakan nikmatnya kebahagiaan karena sebelumnya pernah merasakan kesedihan?

Kedua, saat kita berhadapan dengan ujian hidup, berusahalah untuk merenungi bahwa lebih banyak kenikmatan yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada kita, daripada ujian hidup yang membuat kita bersedih. Nikmat sehat selama ini misalnya, bukankah hal ini selayaknya selalu disyukuri?

Yakinlah bahwa setiap ujian hidup itu mengandung pahala bila kita ikhlas, tawakal, dan sabar dalam menjalaninya. Tak perlu berkeluh kesah berkepanjangan, justru kita harus berusaha bersyukur karena Tuhan telah menciptakan ujian hidup yang membuat diri kita semakin lebih dewasa dan bijak setelahnya. Percayalah, di balik setiap cobaan hidup, pasti ada pelajaran berharga atau hikmahnya.

Dalam buku #NasihatDiri untuk Para Pekerja, Teddi Prasetya Yuliawan menulis, “Insan yang berbahagia adalah ia yang selalu sanggup berdiri setiap kali jatuh. Ia tak mengukur dirinya dari kejatuhan. Ia mengukur dirinya dari kelenturannya tuk bangkit pada setiap kali kejatuhannya. Sebab pada kebangkitan ada pertumbuhan. Sedang pada keterpurukan, pada meratapi nasib, ada kemandekan.”

Mengakhiri tulisan saya kali ini, saya berharap semoga kita dapat selalu menjadi pribadi yang tak gampang berkeluh kesah. Mudah-mudahan kita semua dapat menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap kondisi, pribadi yang selalu berusaha menampakkan raut muka gembira, ramah, dan menyenangkan, sehingga kegembiraan dan keramahan kita akan menular kepada orang lain. Wallahu a’lam bish-shawaab. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?
dewanpers