web analytics
  

Holding BUMN Ultra Mikro Tak Akan Eliminasi Karakteristik Bisnis Masing-masing Perusahaan

Jumat, 9 April 2021 08:24 WIB A. Dadan Muhanda
Bisnis - Finansial, Holding BUMN Ultra Mikro Tak Akan Eliminasi Karakteristik Bisnis Masing-masing Perusahaan, UMKM,Holding BUMN Ultra Mikro,Holding BUMN Mikro

Pelaku UMKM (dok. Motzint Original)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM- Pembentukan integrasi ekosistem BUMN sektor ultra mikro dinilai harus segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelaku UMKM dan usaha ultra mikro di Indonesia. Sementara integrasi BUMN untuk pengembangan ultra mikro ini diyakini justru akan membawa dampak positif, baik untuk masyarakat dan perusahaan yang terlibat.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan, saat ini pembentukan holding BUMN ultra mikro sudah mendapat persetujuan banyak pihak, termasuk Komite Privatisasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dukungan banyak diberikan karena rencana ini dinilai membawa banyak manfaat untuk masyarakat.

“Bank BRI, Pegadaian dan PNM akan berada dalam satu payung sebagai upaya integrasi tanpa mengeliminasi karakteristik dan kekhasan masing-masing institusi," kata Misbakhun.

Menurutnya, kehadiran holding BUMN ultra mikro akan berdampak pada membaiknya penghimpunan dana murah masyarakat untuk diputar menjadi modal pembiayaan bagi UMKM. Dengan perbaikan komposisi dana murah tersebut, akan tercipta pembiayaan yang lebih kompetitif untuk pelaku UMKM dan ultra mikro.

Pembentukan holding juga berdampak positif pada upaya digitalisasi layanan keuangan untuk menjangkau pelaku UMKM dan usaha ultra mikro. Dengan integrasi yang terjadi, maka kemampuan dan keunggulan IT yang dimiliki BRI bisa dipakai dan dikembangkan bersama-sama oleh PNM serta Pegadaian.

Di samping itu, Misbakhun yakin integrasi data UMKM antar masing-masing lembaga akan lebih baik pasca terbentuknya holding, sehingga menciptakan basis informasi yang kuat dalam memotret perkembangan UMKM.

Pernyataan senada disampaikan Ekonom senior Indef Aviliani. Menurutnya, saat ini pembiayaan ultra mikro yang disalurkan Pegadaian dan PNM sudah sangat masif. Akan tetapi, pembiayaan tersebut masih sangat bergantung pada investasi negara. Akibatnya, biaya pembiayaan menjadi tinggi dan hal tersebut mengurangi kemampuan perusahaan serta negara untuk belanja keperluan lainnya.

"Memang permasalahan utama itu adalah pendanaan bagi (Pegadaian dan PMN). Kalau masih dibiarkan sendiri-sendiri, penyertaan modal negara naik terus. Kalau dia masuk dalam bagian BRI, dia jadi bagus," kata Aviliani.

Dia meyakini, saat ini pelaku UMKM butuh pembentukan holding ultra mikro karena keuntungan dari integrasi tersebut akan banyak didapatkan pelaku usaha. "Dana untuk penyaluran (pembiayaan) dari Pegadaian dan PNM lebih murah. Ini juga akan membantu nasabah UMKM untuk dapat pulih lebih cepat di masa pandemi," katanya.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan hingga 2020, proporsi pembiayaan UMKM terhadap total kredit perbankan baru sekitar 19,97 persen. Padahal pelaku usaha di Indonesia sebesar 99 persen adalah segmen UMKM. Pembentukan holding BUMN ultra mikro ditargetkan bisa memberi layanan produk yang lebih lengkap dan potensi pendanaan yang lebih murah untuk sekitar 29 juta usaha ultra mikro pada 2024.

Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim bahwa rencana pemerintah membentuk holding BUMN ultra mikro sudah mendapat dukungan dari seluruh pemangku kebijakan. Erick menyebut holding ultra mikro akan fokus pada gerakan pemberdayaan bisnis melalui PNM, sedangkan pengembangan bisnis UMKM dan ultra mikro akan dilakukan Pegadaian serta BRI.

“Ekosistem ini ingin memastikan terdapatnya penurunan bunga pinjaman. Ini yang selama ini menjadi konteks hambatan bagaimana, kenapa, UMi dan UMKM tidak mendapat pendanaan yang lebih baik. Dari audiensi kami dan rapat dengan berbagai pihak saat ini kami sudah mendapat dukungan dari OJK, BI, LPS, KSSK, dan terakhir dirapatkan di Komite Privatisasi yang dipimpin Menko Perekonomian. Kami sudah sosialisasi dan dapat persetujuan ini,” tutup Erick.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Harga Emas Antam Bandung 14 Juni 2021: Turun Rp3.000

Finansial Senin, 14 Juni 2021 | 11:24 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp945.000 per gram pada Senin, 14 Juni 2021, atau turun Rp3...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 14 Juni 2021: Turun Rp3.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Emas,Harga Emas,butik antam bandung

bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast

Finansial Minggu, 13 Juni 2021 | 08:49 WIB

bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast

Bisnis - Finansial, bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast, promo bjb KGB Ekstra Fast,Kredit Guna Bakti (KGB),Kredit Guna Bakti (KGB) Ekstra Fast,promo bank bjb,bank bjb

bank bjb Cabang Cirebon Gelar Webinar “Dukungan Digitalisasi bank bjb...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 23:10 WIB

Guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah, bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cirebon menggelar webinar ber...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Cirebon Gelar Webinar “Dukungan Digitalisasi bank bjb untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pan, bank bjb Cabang Cirebon,Dukungan Digitalisasi bank bjb untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pandemi,Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz

bank bjb Cabang Majalengka Gelar Webinar “Si K1lat Nga Digi Menuju Maj...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 22:25 WIB

bank bjb bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka menggelar webinar bertajuk “Si K1lat Nga-Digi Menuju...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Majalengka Gelar Webinar “Si K1lat Nga Digi Menuju Majalengka Raharja”, bank bjb Cabang Majalengka,Si K1lat Nga Digi Menuju Majalengka Raharja,Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka

bank bjb Cabang Sukabumi Gelar Webinar “Optimalisasi Pendapatan Daerah...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 21:32 WIB

Guna meningkatkan pengetahuan seputar penggalian potensi pendapatan daerah secara digital, bank bjb menggelar webinar da...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Sukabumi Gelar Webinar “Optimalisasi Pendapatan Daerah melalui Digitalisasi Perbankan” , bank bjb Cabang Sukabumi,Webinar Optimalisasi Pendapatan Daerah melalui Digitalisasi Perbankan,Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi,Pemkot Sukabumi

Kembangkan Industri Kopi, bjb Pererat Kerja Sama dengan Kelompok Tani...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 20:53 WIB

bank bjb bersama Pemerintah Kabupaten Bandung meresmikan bangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) Kopi Kelompok Tani Wanoja...

Bisnis - Finansial, Kembangkan Industri Kopi, bjb Pererat Kerja Sama dengan Kelompok Tani Wanoja, bank bjb,Petani Kopi,Kelompok Tani Kopi Wanoja,KUR Pola Kemitraan

Indo Premier Gaungkan Daya Tarik ETF Melalui ETFest 2021

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 15:36 WIB

Optimisme investor pasar modal Indonesia terus menggeliat di masa pandemi Covid-19, meski IHSG mengalami tekanan jual da...

Bisnis - Finansial, Indo Premier Gaungkan Daya Tarik ETF Melalui ETFest 2021, Indo Premier Sekuritas,etf,BEI,Bursa Efek Indonesia (BEI)

KNKT Puji Inovasi Berkelanjutan SmartMT Pertamina Patra Niaga

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 10:00 WIB

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memuji inovasi Smart Moda Transportasi (SmartMT) yang berkelanjutan dari...

Bisnis - Finansial, KNKT Puji Inovasi Berkelanjutan SmartMT Pertamina Patra Niaga, pertamina ujungberung,pertamina,knkt,smartmt,Pertamina Patra Niaga

artikel terkait

dewanpers