web analytics
  

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Jumat, 9 April 2021 09:20 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Penataan poros jalan untuk kerukunan dan lahirnya gagasan. (Ist)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Setelah membenahi jalan Dago dan jalan Braga di Kota Bandung untuk kegembiraan warga kota, pembenahan jalan-jalan harus terus dilaksanakan untuk jalan-jalan yang lain. Sebetulnya sudah banyak rumah makan, warung, toko, kios, di ruas-ruas jalan tertentu yang menjadi pusat kuliner pada siang hari, dan ruas jalan yang lainnya menjadi pusat kuliner pada malam hari. 

Pembagian fungsi ruang sudah banyak terjadi, seperti di Jl Cibadak yang pada petang sampai malam hari menjadi pusat kuliner yang banyak dikunjungi pembeli. Demikian juga Jl Astanaanyar, pada malam hari banyak yang berdagang makanan dan mempunyai pelanggannya yang setia. Para pedagangnya tentu bukan pedagang dadakan, tapi pedagang yang sudah bertahan bertahun-tahun dalam suka dan dukanya, setia melayani kerinduan warga kota akan rasa masakan yang sudah lama mereka kenali.

Kuliner yang bertahan dan berumur panjang di Bandung adalah para pedagang yang setia dengan keahliannya memasaknya, dengan rasanya yang enak, dan dapat mempertahankannya. Sebab, penikmat kuliner di Bandung itu bila tidak sesuai dengan rasa yang diharapkannya, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat itu. Cukup hanya sekali mencoba pada saat pertama kalinya ke sana. Jadi para penjual makanan di Bandung yang bertahan, sudah teruji oleh waktu, itulah pedagang yang dapat menjaga kualitas dan rasanya yang prima.

Jalan yang layak untuk ditata berikutnya sebagai tempat berkumpul warga Kota Bandung adalah dua jalan yang pada saat kota ini dibangun, sudah dirancang menjadi jalan poros utara-selatan, yang menghubungkan warga kota dengan wali kotanya. Pertama Jl Balonggede – Moh Toha sampai Tegallega sepanjang 1,5 km, dan yang kedua adalah Jl Oto Iskandar Di Nata yang panjangnya 2,5 km, mulai dari utara yang berpotongan dengan Jl Kebonkawung sampai di Tegallega.

Kedua jalan ini sangat lurus utara selatan, bila ditata dengan baik, dapat mengurangi kepadatan lalu-lintas dan orang di Jl Dago dan Jl Braga. Penataan tempat parkir harus benar-benar diatur lokasinya agar aman dan nyaman bagi pengunjung. Poros jalan Balonggede – Jl Moh Toha sampai Tegallega, misalnya, menghubungkan dua pusat keramaian alunalun dan Tegallega. Di sepanjang jalan itu dan di kiri kanan jalan penghubungnya, sudah tersedia kuliner yang enak-anak dan sudah bertahan bertahun-tahun. Ini akan menjadi daya tarik bagi pengunjung bila kawasan itu sudah mendapatkan penataan. Tentu, bila banyak pengunjung yang pelesiran di poros jalan itu, akan menjadi penghela roda perekonomian di sana, seperti akan berkembangnya toko-toko, kios-kios yang menjual makanan dan minuman yang banyak diminati warga kota, seperti: kopi, es sirup, es campur, teh, bandrek, bajigur, kolak, lotek, gado-gado, lontong kari, sate-gule, serabi, buras/leupeut isi, lemper, kue-kue basahan, mie baso, mie kocok, kue balok, bandros, pisang panggang, roti, dll.

Pada tahap awal, penataan dua kawasan poros jalan ini tidak sekaligus mendapatkan penataan, tapi diprioritaskan ruas mana yang mendapatkan penataan terlebih dahulu, untuk dilanjutkan penataannya pada tahap berikutnya.

Penataan kawasaan poros jalannya bukan saja harus menarik dan instagramable, tapi harus memenuhi syarat yang sempurna sebagai tempat untuk berkumpulnya warga kota. Material yang dipakai dalam penataan kawasan poros jalan harus yang terbaik, awet, dan indah, sehingga menjadi percontohan ruas jalan yang bermanfaat bagi masyarakat kebanyakan. Bangku-bangku, misalnya, harus dibuat dari kayu terbaik, dengan ukuran dan spesifikasi yang memenuhi persyaratan perabotan kayu untuk luar ruangan, seperti tanpa cat, bagian tertentu tidak bersudut, ergonomis, dengan kayu yang kuat karena pada siang hari akan terkena panas matahari, pada malam hari terkena dingin, dan akan terguyur hujan selama musim penghujan.

Poros jalan yang ditata, harus nyaman, teduh secara alami, terang pada malam hari, dan aman. Bila panas pada siang hari tanpa terlindungi oleh pepohonan, siapa yang akan rela untuk berkumpul dalam terik matahari? Buktinya sudah banyak. Bangku yang menyatu dengan meja yang dibuat dari plat baja, sangat mudah berkarat, keropos, lalu siapa yang akan berani untuk duduk-duduk di sana? Apalagi pada siang hari, tanpa pelindung keteduhan pepohonan, langsung tersorot terik matahari yang menyengat, terkena debu jalanan yang ditiup laju kendaraan, adakah yang rela untuk duduk-duduk di sana walau sudah pegal berjalan?

Penataan dua poros jalan antara Jl Balonggede – Moh Toha sampai Tegallega dan poros Jl Oto Iskandar Di Nata antara Jl Kebonkawung sampai di Tegallega, akan menjadi tempat sosialisasi warga Kota Bandung yang padat di selatan kota. 

Dengan tersedianya tempat bercengkrama antar warga kota yang nyaman, aman, semoga menjadi penyubur kerukunan antar warga, dan lahirnya gagasan-gagasan yang baik untuk berkreasi, yang berdampak pada kemajuan warga kota dan kotanya. Semoga terwujud.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

artikel terkait

dewanpers