web analytics
  

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Kamis, 8 April 2021 16:10 WIB Netizen Istanti, S.Si, M.Ec.Dev
Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

Ilustrasi beras. (Pixabay/ally j d)

Istanti, S.Si, M.Ec.Dev

Statistisi Muda pada Seksi Statistik Kesejahteraan Rakyat

Akhirnya Presiden Joko Widodo memastikan tidak akan ada impor beras hingga bulan Jumi 2021. Padahal hasil monitoring cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis pada posisi akhir Desember 2020. Sementara pemerintah menempatkan Bulog sebagai instansi yang cukup strategis dalam mendistribusikan beras ke masyarakat.

Saat terjadi bencana alam, pandemi Covid-19, serta operasi pasar ketika harga beras tak terkendali, di sinilah bulog akan mengeluarkan cadangan beras.

Menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan beras tersebut merupakan kewajiban agar asupan gizi untuk semua penduduk saat pandemi Covid-19 tetap terpenuhi. Namun demikian, hasil penelitian Smeru tahun 2020 mencatat sekitar 21 juta orang di Indonesia masih memiliki asupan kalori di bawah kebutuhan pangan minimum pada 2018.

Di lain pihak, peningkatan produksi sebagian komoditas pangan, khususnya beras, belum bisa mengimbangi kenaikan konsumsi dan kebutuhan akan komoditas ini. Masih tingginya ketergantungan terhadap impor beras dapat mengancam ketahanan pangan selama krisis akibat pandemi Covid-19.

Tak dapat dipungkiri bahwa ketersediaan cadangan bahan pangan menjadi hal penting saat terjadi perubahan iklim global ditambah kondisi pandemi Covid-19 belum menentu. Besaran cadangan pangan ditentukan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk dan konsumsi beras per kapita per tahun.

Data Susenas Maret 2020 mencatat konsumsi beras perkapita mencapai 6,451 kg sebulan. Kemudian hasil SP2020 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia hasil sensus penduduk 2020 sebesar 270,20 juta. Kedua data tersebut dapat dipergunakan untuk menghitung konsumsi beras di tingkat rumah tangga. Namun, angka tersebut belum mempertimbangkan kebutuhan beras di tingkat hunian hotel, rumah makan/restoran atau sektor lainnya.

Menilik posisi beras, bukan hanya sebagai sumber makanan pokok tetapi juga sebagai salah satu komponen mengukur tingkat kesejahteraan. Indikator Kesejateraan penduduk secara makro ditunjukkan oleh angka kemiskinan. Penduduk dikatakan miskin bila pengeluaran perkapita kurang dari minimum kebutuhan dasar yakni  makanan dan non makanan. Minimum kebutuhan makanan dan non makanan bila dikonversi dalam rupiah dinamakan garis kemiskinan (GK). Komodite penyusun garis kemiskinan umumnya terdiri dari kebutuhan pokok makanan maupun non makanan. Komodite-komodite tersebut  antara lain beras, telur, rokok, gula pasir, listrik, perumahan,pendidikan, kesehatan,  dan lain-lain.

Kenaikan harga secara agregat untuk kebutuhan pokok ini akan menaikkan GK sehingga penduduk miskin semakin sulit keluar dari jebakan kemiskinan. Bahkan akan memunculkan penduduk miskin baru. Ini berarti, faktor harga barang/jasa terutama yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat miskin harus tetap dijaga agar fluktuasi tetap terkendali.

Komodite beras memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan.  Pada tahun 2020, kontribusi Beras mencapai 20,22 persen di perkotaan dan 25,31 persen di perdesaan. Hal ini terjadi di hampir setiap tahun. Fenomena tersebut, memberikan informasi bila terjadi perubahan harga beras akan berpengaruh cukup signnifikan terhadap fluktuasi nilai GK. Stabilitas harga beras sudah selayaknya mendapatkan prioritas untuk dipantau setiap saat. Ketika harga beras sedang melonjak sudah menjadi tugas bulog untuk mengeluarkan cadangan beras. Cadangan beras akan dipergunakan untuk operasi pasar, menekan dan menurukan harga.  

Selain stabilitas harga, memantau ketersediaan pangan baik dalam kondisi normal ataupun saat terjadi bencana alam, masa hari besar nasional seperti lebaran. Bila saat ini Covid-19 telah berdampak pada sektor sosial ekonomi, rupanya beberapa wilayah di Indonesia juga telah terjadi bencana alam. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ada 263 bencana sepanjang Januari 2021. Bulog kembali berperan strategis untuk mengeluarkan cadangan beras, membantu korban bencana alam serta menyalurkan program perlindungan sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, mengamanatkan kepada pemerintah dan pemerintah daerah membangun cadangan pangan sebagaimana pasal 23 ayat (1). Sumber cadangan pangan terdiri dari produksi dalam negeri dan import. Rencana impor beras tahun 2021 mencapai 1 hingga 1,5 juta ton. Besaran impor ini jauh lebih tinggi dari import beras di tahun 2019 yang hanya mencapai 444,5 ribu ton. 

Bila saat produksi nasional berlimpah dan kebijakan import tetap dilaksanakan, akan berpotensi harga beras anjlok. Pendapatan rumah tangga tak membaik. Otomatis, beban mereka bertambah berat. Ekonomi mereka semakin terhimpit di tengah kondisi ekonomi yang belum pasti. Berdasarkan data kemiskinan Maret 2020, sebanyak 46,50 persen kepala rumah tangga pada rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Sementara dari sisi produksi beras, potensi produksi beras periode Januari sampai dengan April diperkirakan mencapai 13,36 juta ton beras atau naik 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Kenyataan di atas menunjukkan bahwa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan makanan pokok seperti beras patut mendapat perhatian serius bagi pemerintah. Dalam hal memenuhi cadangan beras nasional, pemerintah seyogyanya lebih mendorong menyerap produksi dalam negeri. Selanjutnya melihat dampak gejolak harga beras terhadap kesejahteraan masyarakat sehingga stabilitas harga beras patut mendapat prioritas perhatian pemerintah. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri'

Netizen Minggu, 18 April 2021 | 19:10 WIB

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum PP. Muhammadiyah, adalah kader otentik Muhammadiyah yang tidak ada irisa...

Netizen, Bapak Ideologi Muhammadiyah Itu Menjadikan Puasa sebagai 'Kanopi Diri', Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si.,Bapak Ideologi Muhammadiyah,Muhammadiyah

Merenungi Hikmah Puasa Ramadan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 10:35 WIB

Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang, dan kelembutan kepada orang miskin.

Netizen, Merenungi Hikmah Puasa Ramadan, Puasa,Ramadan,Salat Tarawih,Hikmah Puasa,Merenungi Hikmah Puasa,puasa ramadan

Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan

Netizen Jumat, 16 April 2021 | 09:16 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 14 April 2021 sudah mengingatkan kepada masyarakat untuk...

Netizen, Mengubah Peringatan Waspada Menjadi Rencana Tindakan, BMKG,Cuaca ekstrem,cekungan bandung,Bencana Alam

Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 18:30 WIB

Mural sekolah memberikan suasana yang “segar” dan membuat suasana di sekolah menjadi tidak monoton.

Netizen, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan, Mural Sebagai Media Pembelajaran Efektif,Media Pembelajaran Efektif dan Menyenangkan,SDN Mustikajaya VII,Kota Bekasi,Mural,Pendidikan,Sekolah

Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor

Netizen Kamis, 15 April 2021 | 17:50 WIB

Ada faktor lain yang menyebabkan turunnya harga komoditas padi di tahun 2020.

Netizen, Harga Gabah dan Beras di Tengah Polemik Impor, Polemik Impor,Beras,Petani,komoditas padi,Gabah kering panen (GKP),gabah kering giling (GKG),Jawa Barat,Badan Pusat Statistik (BPS)

Menyusun Kamus Belanda-Sunda

Netizen Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB

Untuk penyusunan kamus Belanda-Sunda dapat dibilang Kartawinata adalah orang Sunda pertama yang berhasil menyusun dan me...

Netizen, Menyusun Kamus Belanda-Sunda, Kamus Belanda-Sunda,Hollandsch-Soendaasch Woordenboek,Raden Kartawinata,P. Blusse

Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 17:30 WIB

Layaknya kanvas bagi pelukis, dalam dunia per-makeup-an pun dikenal istilah muse.

Netizen, Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika, Makeup,Makeup Artist,MUA

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 12:57 WIB

Tidak hanya tentang pergantian kepemimpinan, Muktamar ke-13 ini juga melahirkan berbagai produk perjuangan yang baru.

Netizen, Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban, Persis (Persatuan Islam),Muktamar XIII Pemuda Persis,Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam,Ibrahim Nasrulhaq al-Fahmi

artikel terkait

dewanpers