web analytics
  

Indonesia Diambang Ketidakpastian Pasokan 100 Juta Vaksin Covid-19

Kamis, 8 April 2021 14:57 WIB
Umum - Nasional, Indonesia Diambang Ketidakpastian Pasokan 100 Juta Vaksin Covid-19, Program Vaksinasi Covid-19,Ketidakpastian Pasokan Vaksin Covid-19,Menteri Kesehatan,Vaksin Covid-19,kebijakan embargo,aliansi vaksin internasional,Vaksin Gratis,suplai vaksin Astrazeneca,rebutan vaksin

vaksinasi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia berada di ambang ketidakpastian untuk menjalankan program vaksinasi Covid-19. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan jadwal kedatangan 100 juta dosis vaksin Covid-19 menjadi tidak pasti menyusul adanya kebijakan embargo di beberapa negara yang memproduksi vaksin.

"Jadi, ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," kata Menkes, dalam rapat kerja bersama dengan DPR, di Jakarta, Kamis (8/4). Ia mengemukakan terdapat dua mekanisme mendatangkan vaksin, yakni pertama, melalui mekanisme multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta dosis secara gratis. Kedua, vaksin Astrazeneca yang didatangkan dengan mekanisme bilateral melalui Bio Farma dan Astrazeneca sebanyak 50 juta.

GAVI adalah sebuah aliansi vaksin internasional yang menyediakan vaksin gratis bagi negara-negara yang memenuhi syarat. "Yang bermasalah pertama kali adalah COVAC/GAVI karena adanya embargo dari India, suplai vaksin Astrazeneca paling besar dari India sehingga mengalami hambatan," katanya.

GAVI-COVAX adalah vaksin produksi GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), yang bekerja sama dengan mitra aliansi United Nations Children's Fund(UNICEF) dan World Health Organization (WHO). Dengan kondisi itu, kata Menkes, GAVI pun merealokasi vaksin.

Indonesia yang seharusnya menerima 11 juta vaksin pada Maret-April hanya mendapat 1 juta. Sedangkan sisanya ditunda di bulan Mei.

"Mereka juga belum bisa memberikan konfirmasi, jadi tidak pasti, itu dua minggu lalu," katanya.

Kemudian pada pekan lalu, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa vaksin Astrazeneca dengan mekanisme bilateral pun berubah. "Informasi terakhir yang kami terima dari Astrazeneca, yang tadinya rencananya semuanya dilakukan di 2021, mereka menyampaikan bahwa hanya bisa 20 juta vaksin di 2021 dan diundurkan 30 juta vaksin pada 2022," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menkes menyampaikan dari 160-an negara di dunia, hanya ada lima negara yang memproduksi vaksinnya sendiri. Yaitu Amerika Serikat, China, India, Inggris, dan Rusia.

"Beberapa negara ini menerapkan kebijakan untuk tidak mengeluarkan vaksin yang diproduksi di negaranya. Jadi kalau kita lihat sebenarnya yang rebutan vaksin adalah semua negara dikurangi 5 negara itu," kata Budi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Paksakan Mudik Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid Baru

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 20:44 WIB

Pelarangan mudik dari sudut pandang kesehatan saat pandemi COVID-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, memaks...

Umum - Nasional, Paksakan Mudik Bisa Timbulkan Lonjakan Kasus Covid Baru, Larangan Mudik,lonjakan kasus Covid-19,memaksakan mudik

Agar JKP Cepat Cair, Menaker Minta Hal Ini

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 20:39 WIB

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta BPJS Kesehatan mempercepat integrasi data kepesertaan untuk program Jamin...

Umum - Nasional, Agar JKP Cepat Cair, Menaker Minta Hal Ini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah,JKP Cepat Cair,Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Pendaftaran BLT Sudah Dimulai, Segera Daftar di Link Daerah!

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 19:35 WIB

Pendaftaran BLT sudah dimulai. Cek infonya di daerah masing-masing.

Umum - Nasional, Pendaftaran BLT Sudah Dimulai, Segera Daftar di Link Daerah!, blt,Pendaftaran BLT,BLT UMKM,Syarat BLT UMKM,Pendaftaran BLT UMKM

KPK Tetapkan 2 Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Dana Bantuan Indramay...

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 19:27 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Ade Barkah Surahman (ABS) dan mantan angg...

Umum - Nasional, KPK Tetapkan 2 Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Dana Bantuan Indramayu, kpk,DPRD Jabar,Suap Dana Bantuan Indramayu

Indonesia Catat Penambahan 6.177 Kasus Covid-19

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 16:33 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.589.359 kasus.

Umum - Nasional, Indonesia Catat Penambahan 6.177 Kasus Covid-19, Kasus Covid-19,Indonesia,Pandemi Covid-19,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Kasus Harian Covid-19 Indonesia

Vaksin Nusantara Ternyata Produk Amerika Serikat

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 15:45 WIB

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, Vaksin Nusantara gagasan eks Menteri Kesehat...

Umum - Nasional, Vaksin Nusantara Ternyata Produk Amerika Serikat, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,penelitian vaksin nusantara,vaksin nusantara buatan amerika

Meski Terbatas, Dubes Saudi Optimistis Haji Diselenggarakan Tahun ini

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 15:30 WIB

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Altaghafi optimistis haji bisa diselenggarakan pada 2021, meski kuotanya...

Umum - Nasional, Meski Terbatas, Dubes Saudi Optimistis Haji Diselenggarakan Tahun ini , Jamaah haji 2021,haji 2021,Jamaah Haji,Haji,dubes Arab Saudi

Soal Reshuffle Kabinet, Istana: Sabar Ya ...

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 14:40 WIB

Pihak Istana masih bungkam terkait kapan Jokowi akan mengumumkan reshuffle.

Umum - Nasional, Soal Reshuffle Kabinet, Istana: Sabar Ya ..., Reshuffle Kabinet,Staf Khusus Presiden Indonesia,Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin

artikel terkait

dewanpers