web analytics
  

Pengamat: Larangan Mudik Tak Perlu Ada Jika Masyarakat Patuh Prokes

Kamis, 8 April 2021 11:30 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Pengamat: Larangan Mudik Tak Perlu Ada Jika Masyarakat Patuh Prokes, Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan Mudik lebaran tahun 2021,Ramadan 2021

Suasana Terminal Cicaheum terpantau lenggang, Kota Bandung, Rabu 7 April 2021. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pengamat pariwisata Cirebon dari Poltekpar Prima Internasional Cirebon, Agung Setiawan menilai, jika masyarakat mempunyai kesadaran tinggi terhadap bahaya Covid-19, maka pemerintah pun tak akan sampai mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Kebijakan larangan mudik diyakininya sebagai upaya pemerintah menyeimbangkan kebutuhan atas kesehatan maupun perekonomian. Pada kebanyakan momen libur panjang, katanya, peningkatan kasus Covid-19 masih terjadi.

"Saya yakin, kalau kesadaran publik atas Covid-19 sudah tinggi, pemerintah tak akan mengeluarkan larangan mudik. Faktanya, kesadaran masih rendah karena sekarang di jalan-jalan pun masih banyak orang sudah tak pakai masker, berkerumun," paparnya kepada Ayocirebon.com, Rabu, 7 April 2021.

Hanya, dia mengingatkan, mudik dan libur Lebaran telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Lebaran telah menjadi momen kumpul keluarga yang rerata masyarakat kemudian diisi dengan berwisata.

Terkait sektor pariwisata sendiri, dia sedikit sangsi bakal ramai sebagai imbas dari larangan mudik. Menurut dia, sektor pariwisata masih bakal sepi lantaran kebijakan larangan mudik pasti dibarengi kebijakan pembatasan.

Lebih lanjut, tingkat perolehan pendapatan hingga penyerapan sumber daya manusia (SDM) yang rendah akan tetap dialami pelaku usaha pariwisata.

"Pendapatan turun, tidak seperti sebelum pandemi. Penyerapan SDM juga rendah, seperti pemandu wisata, pasti berkurang jumlahnya karena pengunjungnya pun turun," ujarnya.

Adapun, yang memungkinkan, kunjungan wisata bakal diisi oleh pelancong lokal. Hanya saja yang menjadi pekerjaan rumah adalah mengatasi masalah kejenuhan pelancong lokal yang mungkin sudah terlalu biasa dengan tempat-tempat wisata di daerahnya.

Dibutuhkan kreativitas dari pelaku pariwisata. Pun pemerintah daerah bisa membantu mendorong pariwisata di daerahnya bisa meramai kembali meski hanya dikunjungi warga lokal.

"Buat program yang menarik minat pelancong lokal karena pelancong domestik tidak bisa diharapkan setelah ada kebijakan larangan mudik," tutur Agung. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ini 3 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Tasikmalaya

Regional Kamis, 15 April 2021 | 14:00 WIB

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, penyekatan kendaraan akan dilakukan di 3 titik, yakni di Lingka...

Umum - Regional, Ini 3 Titik Penyekatan Kendaraan Mudik di Tasikmalaya, penyekatan mudik jabar,titik penyekatan Tasikmalaya,Penyekatan mudik 2021,Tasikmalaya,Penyekatan mudik Tasikmalaya,Larangan Mudik Lebaran 2021

Kinerja PPKM Mikro Jabar Jadi yang Tertinggi di Indonesia

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:38 WIB

Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi paling produktif dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM...

Umum - Regional, Kinerja PPKM Mikro Jabar Jadi yang Tertinggi di Indonesia, PPKM Jawa Barat,PPKM Jabar,Aturan PPKM Jabar,Kinerja PPKM Jabar

Minta THR Dibayar Penuh, Ridwan Kamil akan Siapkan Tim Pengawas

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:15 WIB

Semua perusahaan di Jawa barat (Jabar) mengikuti arahan pemerintah terkait Tunjangan Hari Raya (THR). Gubernur Jabar Rid...

Umum - Regional, Minta THR Dibayar Penuh, Ridwan Kamil akan Siapkan Tim Pengawas, THR,THR Dibayar Full,THR dibayar penuh,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,THR di jabar

DPRD Jabar Dukung Pembentukan DOB Bogor Timur

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:10 WIB

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Sadar Muslihat mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Bo...

Umum - Regional, DPRD Jabar Dukung Pembentukan DOB Bogor Timur, DOB Bogor Timur,Bogor Timur,Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur,DPRD Jabar

Gubernur Jabar Ancam Awasi Perusahaan Tak Bayar THR

Regional Kamis, 15 April 2021 | 12:07 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengancam akan memonitor langsung perusahaan yang tak bayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun...

Umum - Regional, Gubernur Jabar Ancam Awasi Perusahaan Tak Bayar THR, Gubernur Jabar,Ridwan Kamil,Perusahaan Tak Bayar THR,Tunjangan Hari Raya,perusahaan wajib membayar THR,THR tahun 2021,Pembayaran THR,Pandemi Covid-19,membayar THR secara penuh

Terungkap! Kebakaran Kilang Balongan Menelan Korban Jiwa

Regional Kamis, 15 April 2021 | 11:33 WIB

Kebakaran kilang Balongan milik Pertamina pada awal April lalu ternyata menelan korban. Menurut catatan ombusmand, dua w...

Umum - Regional, Terungkap! Kebakaran Kilang Balongan Menelan Korban Jiwa, Kebakaran kilang Balongan Pertamina,Korban JIwa Kebakaran kilang Balongan Pertamina,Ombudsman Republik Indonesia,Investigasi Kebakaran kilang Balongan,mekanisme mitigasi bencana,gagal teknologi,Kebakaran kilang Balongan sudah 3 kali

Tempat Hiburan Malam di Bogor Dilarang Beroperasi

Regional Kamis, 15 April 2021 | 10:51 WIB

Pelaku usaha tempat hiburan malam (THM), seperti rumah bernyanyi, karaoke dan panti pijat mesti ditutup. Pasalnya, pada...

Umum - Regional, Tempat Hiburan Malam di Bogor Dilarang Beroperasi, tempat hiburan malam ditutup,Tempat Hiburan Malam,tempat hiburan malam bogor,Ramadan 2021,Tempat hiburan malam bogor ramadan 2021

Selama Ramadan, Tempat Makan di Bogor Boleh Buka Sampai Pagi

Regional Kamis, 15 April 2021 | 10:21 WIB

Angin segar datang untuk pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bogor. Pasalnya, selama bulan Ramadan rumah makan dan restor...

Umum - Regional, Selama Ramadan, Tempat Makan di Bogor Boleh Buka Sampai Pagi, Tempat makan bogor,cafe bogor,rumah makan bogor,jam operasional rumah makan bogor,Pemkab Bogor,Ramadan 2021

artikel terkait

dewanpers