web analytics
  

Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin

Kamis, 8 April 2021 11:30 WIB
Umum - Internasional, Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin, alfabet,Latin,Kiril,cyrilic,Uzbekistan

Sebuah kibor dengan aksara kiril dan latin sekaligus. (Pixabay/Никита Сажин )

TASHKENT, AYOBANDUNG.COM — Setelah merdeka dari Uni Soviet, Uzbekistan menggunakan aksara kiril atau cyrilic, seperti negara bekas jajahan Soviet lainnya sejak 1940. Lalu, mengadopsi undang-undang pada 2 September 1993, Uzbekistan perlahan beralih ke aksara latin.

Pada 1993 itu, Uzbekistan mengadaptasi aksara latin yang terdiri dari 31 huruf dan tanda pemisah. Ketika itu huruf sh, ch, o 'dan g' masing-masing diganti dengan huruf ş, ç, ö dan ğ dalam alfabet. Kemudian pada 1995 huruf-huruf tersebut diperbarui menjadi 29 huruf.

Usulan baru disampaikan pada 2019 yang menggantikan huruf rangkap dengan diakritik. Huruf sh, ch, o' dan g' tidak lagi digunakan dan diganti dengan huruf  ş, ç, ğ, garis atas o (ō) dan ng, yang digunakan seperti dalam bahasa Turki.

Ahli bahasa Marufjan Yuldashev mengatakan, adaptasi aksara Uzbek ke aksara latin pada 1993 adalah salah satu perubahan paling serius setelah kemerdekaan. Yuldashev yang merupakan penasihat menteri kebudayaan Uzbekistan mengatakan, perubahan itu dilakukan untuk menghilangkan kekurangan dalam aksara cyrilic dan untuk menekankan kemerdekaan politik negara itu.

Menurutnya, Uzbekistan harus berhenti menggunakan aksara cyrilic dan aksara latin pada saat yang bersamaan.

Kenyataannya, pada masa transisi itu, Uzbekistan masih menggunakan aksara cyrilic dan aksara latin secara bersamaan. Korespondensi resmi masih dilakukan dengan huruf cyrilic. Sementara sekolah dan universitas menggunakan buku-buku terbitan Uzbekistan dalam huruf latin.

Tetapi sekarang Uzbekistan berencana akan menggunakan aksara alfabet latin sepenuhnya pada 1 Januari 2023. Langkah ini dilakukan setelah negara tersebut menjalani masa transisi selama 30 tahun.

Rencana itu disusun dalam draf baru yang disiapkan untuk amandemen undang-undang tentang penerapan aksara yang disesuaikan dengan aksara Latin. Setelah tanggal 1 Januari 2023, semua lembaga akan melakukan korespondensi resmi dengan menggunakan aksara latin, termasuk media massa, media elektronik, website berita dan percetakan.

Kartu identitas, izin tinggal, nama jalan, institusi, plakat dan papan nama, juga akan akan disiapkan dalam aksara latin. Aksara baru ini bertujuan untuk mendekatkan Uzbekistan ke negara-negara Turkic.

“Aksara baru kami menjadi lebih mudah dipahami untuk semua negara Turkic yang akan beralih ke aksara latin. Uzbekistan akan lebih dekat dengan negara-negara berbahasa Turkic dengan beralih ke aksara latin," ujar Yuldashev. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Selundupkan Narkoba ke Lapas, Kucing Ini Ditangkap Polisi

Internasional Senin, 19 April 2021 | 15:03 WIB

Seekor kucing putih ditangkap kepolisian Panama. Kucing tersebut diamankan setelah mencoba menyeludupkan narkoba ke dala...

Umum - Internasional, Selundupkan Narkoba ke Lapas, Kucing Ini Ditangkap Polisi, narkoba,kucing selundupkan narkoba,kucing pengedar narkoba,kucing selundupkan narkoba ke lapas

India Alami Krisis Covid-19, RS Penuh Hingga Oksigen Langka

Internasional Senin, 19 April 2021 | 11:25 WIB

Kementerian Kesehatan India mengatakan akan ada lebih banyak tempat tidur di rumah sakit yang diprioritaskan bagi pasien...

Umum - Internasional, India Alami Krisis Covid-19, RS Penuh Hingga Oksigen Langka, covid-19,covid-19 india,india krisis Covid-19,India

11 Orang Tewas Akibat Kereta Anjlok di Mesir

Internasional Senin, 19 April 2021 | 08:40 WIB

Kereta yang melintas di desa Sandahour, Provinsi Qalyubiya, Mesir, anjlok pada Ahad, 18 April 2021. Akibatnya 11 orang d...

Umum - Internasional, 11 Orang Tewas Akibat Kereta Anjlok di Mesir, Kereta anjlok Mesir,Kereta Anjlok,Kecelakaan Kereta,kecelakaan kereta di mesir

Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 07:30 WIB

Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama sebagai negara yang mencatatkan kematian terbanyak, yakni mencapai 566.863...

Umum - Internasional, Kematian Covid-19 Global Tembus 3 Juta Jiwa, Kematian Covid-19,Angka kematian Covid-19,Jumlah kematian Covid-19,kematian Covid-19 dunia,COVID-19

Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Internasional Minggu, 18 April 2021 | 06:00 WIB

Ratu duduk terpisah dari anggota keluarga pada upacara sederhana namun suram di Kastil Windsor, sesuai dengan aturan jar...

Umum - Internasional, Kerajaan Inggris Gelar Prosesi Pemakaman Pangeran Philip, Pangeran Philip meninggal,Pangeran Philip dimakamkan,Ratu Elizabeth II,Kerajaan Inggris

Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 21:48 WIB

Ulama kenamaan Syekh Yusuf al-Qardhawi dikabarkan terpapar Covid-19. Lewat jejaring sosial twitter resmi. Pendiri Persat...

Umum - Internasional, Syekh Yusuf Al-Qardhawi Positif Covid-19, Yusuf Alqardhawi,Yusuf Alqardhawi positif covid,COVID-19,corona

Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 14:16 WIB

Ratu Elizabeth II akan mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada suaminya, Pangeran Philip, pada upacara pemakaman pad...

Umum - Internasional, Proses Pemakaman Pangeran Philip Tertutup dan Terapkan Prokes, Pangeran Philip,Pemakaman Pangeran Philip,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Pangeran Philip dimakamkan

Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet 

Internasional Sabtu, 17 April 2021 | 08:07 WIB

Mereka mengembangkan embrio monyet yang mengandung sel manusia di laboratorium. 

Umum - Internasional, Picu Kontroversi, Ilmuwan Kembangka Sel Manusia dalam Embrio Monyet , embrio,manusia,monyet,Penelitian
dewanpers