web analytics
  

Asa Pelaku Ultra Mikro PNM Ingin Berkembang Tanpa Hambatan

Kamis, 8 April 2021 09:13 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Asa Pelaku Ultra Mikro PNM Ingin Berkembang Tanpa Hambatan, PNM,Ultra Mikro,Holding Ultra Mikro,BRI

Logo PNM (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Banyak pelaku usaha ultra mikro (UMi) yang berharap bisa mendapat bantuan permodalan berbiaya murah dan proses pengajuan yang mudah. Keinginan ini sebenarnya sudah terjawab melalui keberadaan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) milik PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Melalui Mekaar, pelaku usaha ultra mikro bisa mendapat pembiayaan dengan bunga terjangkau mulai dari nilai jutaan rupiah. Hal tersebut sudah dibuktikan langsung oleh Sudarni (42), perempuan asal Bekasi, Jawa Barat.

Sebagai pemilik warung sembako yang didirikan sejak 2007 lalu, Sudarni membutuhkan banyak tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Kebutuhan ini pertama ia rasakan pada 2016 lalu. Saat itu, Sudarni membutuhkan dana segar senilai Rp2 juta untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Ibu dari dua anak ini lantas memikirkan sejumlah cara untuk memenuhi kebutuhannya. Hingga pada akhirnya, Sudarni mengenal dan mengetahui program Mekaar dari PNM. Melalui program ini, Sudarni dapat memenuhi kebutuhan modalnya dengan biaya terjangkau.

“Jadi waktu itu ada tawaran dari PNM, dan saya juga menawarkan diri untuk ikut. Akhirnya saya gabung program Mekaar dan jadi Ketua Kelompok Mekaar di tempat tinggal saya di Bekasi. Sekarang anggota Kelompok Mekaar saya ada 26 orang,” ujar Sudarni.

Bukan tanpa alasan Sudarni memilih pemenuhan kebutuhannya melalui program PNM Mekaar. Dia menilai program Mekaar sebagai solusi karena pembiayaan yang ditawarkan PNM tersebut memiliki tingkat bunga yang kecil.

Dia bercerita, ketika pertama kali terlibat program Mekaar, Sudarni mengambil fasilitas pembiayaan senilai Rp2 juta dengan tenor 50 minggu. Di akhir periode, total uang yang harus dia kembalikan hanya sebesar Rp2,5 juta. Pembayaran pinjaman itu juga bisa dia lakukan dengan cara menyicil tiap minggu.

Berkat bantuan permodalan tersebut, usaha warung sembako Sudarni semakin berkembang. Buktinya, saat ini plafon pembiayaan yang ia dapat sudah menyentuh Rp7 juta untuk jangka waktu satu tahun. “Mekaar ini murah dan terjangkau buat saya. Sekarang saya sudah dapatnya pembiayaan Mekaar Plus dengan pinjaman Rp7 juta per tahun,” tuturnya.

Saat ini, melalui usaha warung sembako Sudarni bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp4,5 juta tiap bulan. Dana tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sebagiannya ditabung.

Sudarni memiliki impian agar ke depannya bisa membuka warung sembako di lokasi lain. Dia juga berniat mendirikan bengkel untuk anaknya yang saat ini bekerja sebagai montir. Agar harapannya terwujud dalam waktu dekat, dia berharap ke depannya program pembiayaan untuk pelaku usaha ultra mikro bisa dipertahankan—atau bahkan menurun—biayanya. “Semoga keinginan ini bisa cepat terwujud dan bantuan-bantuan nantinya terus mengalir bagi kami,” tuturnya.

Harapan dan kisah Sudarni setidaknya menjadi potret bagaimana kondisi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia saat ini. Bisa dibilang, Sudarni dan kawan-kawan memiliki semangat tinggi untuk memperbaiki taraf hidupnya. Akan tetapi, hal tersebut kerap terhalang kebutuhan modal yang besar.

Ke depannya, sangat mungkin harapan Sudarni terwujud ihwal ketersediaan pembiayaan berbiaya murah bagi ultra mikro. Tak hanya itu, pemberdayaan terintegrasi juga bakal menyentuh Sudarni dan kawan-kawannya. Alasannya, sekarang pemerintah tengah merancang pembentukan ekosistem ultra mikro (UMi) untuk memperkuat pemberdayaan dan layanan bagi pelaku usaha seperti Sudarni.

Pembentukan ekosistem ini akan melibatkan PNM, PT Pegadaian (Persero), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui ekosistem yang akan terbentuk nanti, efisiensi usaha diharap tercipta pada tubuh masing-masing perusahaan terlibat. Efisiensi ini sedikit banyak akan berpengaruh pada tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar nasabah.

“Kami berkomitmen memberi layanan dan produk yang lengkap dan potensi pendanaan yang lebih murah bagi 29 juta usaha mikro di 2024. Model bisnis entitas serta budaya kerja Pegadaian dan PNM akan tetap dipertahankan. Ekosistem ini tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja. Sinergi co-location akan dipercepat. Dan dampak sinergi akan diteruskan kepada nasabah (melalui penurunan bunga pinjaman),” ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo beberapa waktu lalu.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Gegara Pandemi Covid-19, Impor Vaksin Naik 1.315 Persen

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 14:13 WIB

BPS menyatakan terdapat kenaikan signifikan impor vaksin sepanjang kuartal I 2021. Kenaikan impor dipicu oleh pandemi vi...

Bisnis - Finansial, Gegara Pandemi Covid-19, Impor Vaksin Naik 1.315 Persen, Badan Pusat Statistik,BPS,kenaikan signifikan impor vaksin,pandemi virus corona,Vaksin Covid-19,impor vaksin,impor vaksin Covid-19,kenaikan impor barang konsumsi

CEK FAKTA: Hoaks Bantuan Dana dari bank bjb Sebesar Rp5,5 Juta

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 12:15 WIB

Dalam pesan itu disebutkan, persyaratannya adalah cukup mencantumkan dua Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk satu Kartu...

Bisnis - Finansial, CEK FAKTA: Hoaks Bantuan Dana dari bank bjb Sebesar Rp5,5 Juta, hoaks bantuan bank bjb,bank bjb,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta,bantuan Covid-19 bank bjb

Podomoro Park Hadirkan Boarding School Al-Azhar di Jabar

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 11:44 WIB

Di bulan suci Ramadhan 2021, Podomoro Park Bandung menghadirkan fenomena baru berupa Islamic Boarding School pertama di...

Bisnis - Finansial, Podomoro Park Hadirkan Boarding School Al-Azhar di Jabar, Podomoro Park,Boarding School Al-Azhar,Boarding School Al-Azhar Jabar,Fasilitas Podomoro Park

bank bjb Dukung Jabar Goes Digital Lewat FEKDI 2021

Finansial Kamis, 15 April 2021 | 11:39 WIB

Sebagai langkah percepatan digitalisasi ekonomi di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta para pemerintah da...

Bisnis - Finansial, bank bjb Dukung Jabar Goes Digital Lewat FEKDI 2021, bank bjb,Goes Digital Lewat FEKDI 2021,Goes Digital,FEKDI 2021

bank bjb Siap Wujudkan Komitmen Sebagai Akselerator Pembangunan Jabar

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 19:51 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daer...

Bisnis - Finansial, bank bjb Siap Wujudkan Komitmen Sebagai Akselerator Pembangunan Jabar, bank bjb,RKPD Jabar 2022,Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi

Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 11:13 WIB

Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sebesar...

Bisnis - Finansial, Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Sampai Rp114,9 T, investasi ilegal,praktik investasi ilegal,waspada investasi ilegal,kerugian investasi ilegal,Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:58 WIB

Harga emas batangan Antam berada di angka Rp930.000 per gram pada Rabu, 14 April 2021 atau naik Rp6.000 dari harga kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Hari Ini Naik Jadi Rp 930.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,emas antam,Emas,Emas Antam Hari Ini

Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilega...

Finansial Rabu, 14 April 2021 | 09:25 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan dan menutup 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 financial technology...

Bisnis - Finansial, Sepanjang 2020, OJK Tutup 1.200 Fintech Bodong dan 390 Investasi Ilegal , Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Fintech Bodong,investasi ilegal,praktik investasi ilegal,Satgas Waspada Investasi (WI),fintech bodong di Indonesia,ciri fintech bodong di Indonesia,waspada investasi ilegal
dewanpers