web analytics
  

Terungkap! Ini Biang Kenaikan Harga Daging Ayam Jelang Ramadan hingga Lebaran

Rabu, 7 April 2021 18:26 WIB Gelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Terungkap! Ini Biang Kenaikan Harga Daging Ayam Jelang Ramadan hingga Lebaran, Kenaikan Harga Daging Ayam,harga daging ayam,bulan Suci Ramadan,Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI),peternak rakyat,Harga Pangan,harga karkas ayam,Ramadan hingga Lebaran,peternak mandiri UMKM

Seorang pedagang ayam potong melayani pembeli di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (5/4/2021). Jelang ramadan, harga daging ayam potong di Kota Bandung mulai merangkak naik, dari harga normal sekitar Rp 32.000-Rp 33.000/kg kini menjadi Rp 38.000-Rp 40.000/kg. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Melambungnya harga daging ayam menjelang bulan suci Ramadan, menurut Ashwin Pulungan, Sekjen Presidium DPP Persatuan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) dikarenakan peternak rakyat sulit mendapatkan Day of Chicken (DOC) yang semakin langka dan harga yang tinggi, serta harga pangan yang ikut naik.

Kelangkaan tersebut bermula setelah adanya UU No. 18 Tahun 2009, yang membolehkan produsen bibit yang memiliki Breeding Farm Grand Parent Stock (GPS) dan Feed mill (integator) untuk membudidayakan Final Stock (FS) dan menjual FS ke pasar tradisional dalam negeri.

Tak hanya itu, Ashwin menjelaskan, para perusahaan integrator ini juga mendapatkan program Cutting di BF dari Pemerintah, sehingga bibit DOC yang berkualitas masuk ke kandang budidaya FS demi mengejar target Ramadan.

Akibatnya, DOC bagi konsumen peternak rakyat menjadi langka dan harganya semakin mahal. Imbasnya, peternak rakyat hanya bisa mendapatkan harga DOC di para broker perusahaan integrator di harga Rp 8.500 per ekor dan pakan Rp 8.150 per kilogram.

Padahal, sebelum adanya program Cutting para BF PS, harga DOC itu jatuh di Rp4.450 sampai Rp5.200 dan harga pakan Rp7.100 sampai dengan Rp7.400 per kilogramnya.

"Ini adalah praktik kartel dan monopoli," ujar Ashwin kepada ayobandung.com, Rabu, 7 April 2021.

Sekarang setelah adanya kartel harga, maka harga karkas ayam di konsumen itu mencapai Rp37.000 s/d Rp39.000 per kilogram dari yang semula di harga Rp34.000 sampai dengan Rp35.000 per kilonya.

Sementara harga Live Bird (LB) di kandang Peternak Rakyat itu berkisar antara Rp23.600 sampai dengan Rp24.500 perkilogram.

Meski tak disebutkan perusahaan integrator mana saja yang melakukan praktik kartel dan monopoli, ia menyebut terdapat dua asosiasi yang serentak menaikkan variatif harga DOC FS dan harga pakan.

Asosiasi Gabungan Perusahaan Perbibitan Unggas (GPPU) menaikkan varitatif harga DOC FS sedangkan variatif harga pakan dinaikkan oleh Asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMU).

Kedua asosiasi inilah, menurut Ashwin, merupakan asosiasi kartel.

"Harga DOC FS dan pakan dinaikkan serentak bervariatif angka kenaikannya adalah untuk alibi para perusahaan Integrator demi menghindari tuduhan kartel harga dari KPPU dan Pemerintah," tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh peternak asal Bogor, Alvino. Dia mengatakan, kenaikan harga daging ayam menjelang Ramadan hingga Lebaran adalah hal yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Menurutnya, hal tersebut merupakan ulah para perusahaan integrator yang membudidayakan populasi ayam lebih dari 90%.

Alviano menambahkan perusahaan integrator menjual pakan dan DOC-nya ke peternak mandiri UMKM dengan harga yang sangat mahal sehingga menyebabkan Harga Pokok Penjualan (HPP) peternak mandiri UMKM jadi tinggi. Ia juga menegaskan, selain harga DOC yang mahal, DOC sendiri sekarang sulit didapatkan oleh peternak.

Selain kelangkaan DOC, menurut Alviano untuk mendapatkan DOC dengan harga yang sudah tidak wajar, kualitas dari DOC itu sendiri adalah kualitas yang apa adanya. Ia menyatakan, bahwa DOC ini para peternak tidak bisa milih, dan telah dibundling dengan pakan minimal dua kilogram pakan untuk satu ekor DOC. Hal inilah yang membuat kualitas dari ayam yang dipelihara akan di bawah standar.

Ia menerangkan, harga DOC yang normal kualitas grade A di angka maksimal itu Rp5.000, sedangkan kondisi hari ini jatuh di harga Rp7.500 dan bilamana beli langsung ke breeding farm akan mendapatkan sedikit DOC. Ia melanjutkan, bilamana membeli ke Poultry shop atau pihak ketiga, maka harga paling murah berada di harga Rp8.000

"DOC yang kualitasnya bagus diprioritaskan masuk ke kandang-kandang internalnya, peternak kemitraan dan afiliasinya. Baru yang sisanya dijual keluar," ujar Alviano kepada Ayobandung.com, Rabu, 7 April 2021.

Selain adanya praktik kartel oleh perusahaan integrator, menurutnya harga pakan yang ditawarkannya juga sudah tidak masuk akal dengan kualitas yang di bawah standar. Ia menyebut harga pakan yang kualitas premium itu paling mahal berada di harga Rp7000, tapi pada kenyataannya yang paling murah harga pangan sekarang adalah Rp7.500.

"Input peternak mandiri UMKM naiknya saja sudah sekitar 30 % belum lagi ditambah kalau hasil produksinya yang bisa-bisa dibawah standar performance-nya, jadi bisa dibayangkan betapa pusingnya peternak mandiri UMKM," ucapnya.

"Jadi peternak mandiri sedang dihadapkan dengan dua pilihan yang ujung-ujungya bisa bikin pusing. Mau pelihara ayam saja modal dan resikonya tinggi, kalau tidak pelihara ayam, keluarga dan orang yang bekerja mau dapat uang dari mana," sambungnya.

Meski kejadian permainan kartel dan monopoli harga DOC dan pakan oleh para perusahaan integrator ini sudah terjadi bertahun-tahun, ia mengaku heran dengan sikap pemerintah yang diam saja terhadap kasus tersebut, terlebih kasus itu merugikan para peternak mandiri.

"Seakan-akan tidak ada tindakan, makan gaji buta," tegasnya.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Ridwan Kamil Lantik Dirut RSHS Jadi Kepala Dinas Kesehatan

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 19:40 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Dirut RSHS Bandung  Nina Susana Dewi sebagai kepala Dinas Kesehatan Provinsi J...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Lantik Dirut RSHS Jadi Kepala Dinas Kesehatan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Dirut RSHS Nina Susana Dewi,Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,Pelantikan Pejabat Pemprov Jabar

Selama PSBB Proposional Ketat, Satpol PP: Ada 12 Pelanggar dari Sektor...

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 18:11 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) secara proporsional dalam rangka...

Bandung Raya - Bandung, Selama PSBB Proposional Ketat, Satpol PP: Ada 12 Pelanggar dari Sektor Usaha Makanan, PSBB Proposional Kota Bandung,Satpol PP Kota Bandung,Pembatasan jam operasional Kafe,Pelanggar dari Sektor Usaha Makanan

Harus PCR 2 Kali, Warga Pertanyakan Skala Prioritas Penanganan RS Herm...

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 16:46 WIB

Kejanggalan atas 'permainan'' dari RS Hermina Arcamanik terhadap Hadi Prasetyo, salah satu keluarga pasien, kini menemui...

Bandung Raya - Bandung, Harus PCR 2 Kali, Warga Pertanyakan Skala Prioritas Penanganan RS Hermina , RS Hermina,Penanganan RS Hermina,Penanganan pasien RS Hermina,RS Hermina Arcamanik,PCR ulang,Tes PCR ulang,Tes PCR RS Hermina,Kejanggalan Penanganan RS Hermina

Masuk Zona Merah, Kota Bandung Siap 'Tarik Rem Darurat' Covid-19

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 16:11 WIB

Pemkot andung akan meningkatkan pengawasan aturan penanganan Covid-19. Hal itu sebagai langkah untuk menyikapi label kew...

Bandung Raya - Bandung, Masuk Zona Merah, Kota Bandung Siap 'Tarik Rem Darurat' Covid-19, Zona Merah Kota Bandung,penanganan Covid-19 Kota Bandung,Kota Bandung zona merah covid-19,pengetatan di Kota Bandung,zona merah covid-19 di Kota Bandung,Kota Bandung zona risiko tinggi covid-19

Janji Manis KCIC ke Warga Komplek Bumi Asri Cuma Isapan Jempol

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 15:13 WIB

Warga RT 04 Komplek Bumi Asri, Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung mesti menelan janji manis dari PT Keret...

Bandung Raya - Bandung, Janji Manis KCIC ke Warga Komplek Bumi Asri Cuma Isapan Jempol, KCIC,Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC),kereta cepat bandung jakarta,komplek bumi asri,Banjir di Komplek Bumi Asri Bandung

Pengusaha Hotel, Kafe, dan Restoran Berharap Larangan Makan di Tempat...

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 14:20 WIB

Pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia...

Bandung Raya - Bandung, Pengusaha Hotel, Kafe, dan Restoran Berharap Larangan Makan di Tempat Dicabut, Pengusaha Restoran,aturan makan di tempat,PPKM Mikro,PPKM Mikro Bandung,Restoran di Bandung

Rumah Terendam Banjir Imbas Proyek KCIC, Warga Menuntut Janji Relokasi

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 11:45 WIB

Padahal, KCIC sudah mengumbar berjanji untuk membebaskan rumah-rumah yang lokasinya 15 meter dari jarak proyek jembatan.

Bandung Raya - Bandung, Rumah Terendam Banjir Imbas Proyek KCIC, Warga Menuntut Janji Relokasi, Banjir,Proyek,KCIC,Relokasi,Warga Menuntut Janji Relokasi,Rumah Terendam Banjir,PT Kereta Cepat Indonesia-China,Kota Bandung,Kereta Cepat,Kereta Cepat Indonesia China,kereta cepat Jakarta-Bandung,Proyek KCIC

Update Covid-19 Kota Bandung 25 Juni 2021: Rancasari Tertinggi

Bandung Jumat, 25 Juni 2021 | 11:22 WIB

Saat ini kasus positif Covid-19 di Kota bandung terus meningkat. Rancasari menjadi kecamatan dengan kasus Covid-19 terti...

Bandung Raya - Bandung, Update Covid-19 Kota Bandung 25 Juni 2021: Rancasari Tertinggi, Covid-19 kota Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,tren Covid-19 Kota Bandung turun,Data Covid-19 Bandung,data covid-19 Kota Bandung,data covid-19 kota bandung terbaru,data covid-19 kota bandung hari ini

artikel terkait

dewanpers