web analytics
  

Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa

Selasa, 6 April 2021 14:35 WIB Netizen Dindin Maeludin
Netizen, Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa, Pemulihan Ekonomi Bangsa,vaksinasi massal,Pandemi Covid-19,Badan Pusat Statistik (BPS)

Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi. (Pixabay/janjf93)

Dindin Maeludin

Fungsional Penyelia di BPS Kabupaten Ciamis

Perkembangan pandemi Covid-19 masih melanda berbagai wilayah di Indonesia. Hingga 5 April 2021, terkonfirmasi sebanyak 1.534.225 kasus. Dimana terdapat kasus aktif sebanyak 116.703. Kasus sembuh bertambah 9.663 pasien sehingga total pasien sembuh sebanyak 1.375.887 orang. Namun kasus meninggal bertambah 472 orang menjadi 41.667 orang.

Pemerintah juga terus berupaya melakukan upaya untuk mendorong perekonomian domestik. Seluruh tantangan ini atau game changer akan dilakukan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disertai dengan sinergi kebijakan dengan otoritas moneter maupun keuangan.

Salah satu game charger yang dicanangkan pemerintah adalah intervensi dibidang kesehatan, dengan program vaksinasi massal merupakan salah satu bentuknya.

Dalam upaya pemulihan pandemi ini pemerintah tengah mengupayakan penyuntikan vaksin secara massal, di samping tetap diberlakukannya protokol kesehatan. Dari data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 nasional sampai saat ini vaksinasi ke 2 telah mencapai 4.014.401 orang yang telah melakukan vaksin.

Pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan secara masif, merupakan bentuk tanggung jawab dan perlindungan pemerintah terhadap warga negara. Program vaksinasi secara masal yang dilakukan secara gratis ini diharapkan bisa menjadi pencegah atau setidaknya akan meminimalisir penyebaran Covid-19.

Selain itu bisa menjadi asa dan penyemangat bagi masyarakat. Sehingga bisa bangkit dan kembali beraktifitas secara normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19 ini.

Diharapkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat kembali berjalan normal, dan imbasnya perekonomian nasional bergerak cepat ke arah pertumbuhan ekonomi yang positif. Meskipun pada kenyataannya diberbagai wilayah masih banyak warga yang apatis, bahkan menolak secara halus terhadap program vaksinasi ini.

Harapan dengan adanya program vaksin ini akan meningkatkan tingkat kepercayaan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara ini akan meningkat dan tumbuh positif. Diproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 berada di range negatif, yaitu sebesar minus 2,2 persen sampai minus 1,7 persen.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan angka pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menujukan pertumbuhan yang negatif sebesar minus 2,07 persen. Dimana selama tahun 2020, pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami laju pertumbuhan tertinggi sebesar 1,94 persen (dibandingkan dengan komponen PDB lainnya menurut pengeluaran).

Pada tahun 2021 kemungkinan belanja pengeluaran pemerintah akan kembali naik seiring dengan pengadaan vaksin. Anggaran belanja pemerintah untuk kesehatan pada 2021 mencapai Rp 169,7 triliun. Sementara sekitar 35,65 persen atau Rp 60,5 triliun dialokasikan untuk pengadaan vaksin dan pembuatan vaksin (merah-putih).

Sektor ekonomi sangat terdampak dari pandemi Covid-19 ini. Tidak hanya di Indonesia yang merupakan negara berkembang. Negara maju pun terkena dampak dari pandemi ini. Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif. Sejalan dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang ada diharapkan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen di tahun 2021.Dalam APBN 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen.

Jika dilihat dari sisi inflasi, berdasarkan rilis data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi di Bulan Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Dimana inflasi tahun kalender 2021 (Maret 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 0,44 persen. Sedangkan berdasarkan perhitungan inflasi tahun ke tahun (yoy) Maret 2021 terhadap Maret 2020 sebesar 1,37 persen.

Optimisme pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari rangkaian strategi kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pendemi Covid-19. Apalagi dengan dukungan dan peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan sektor pertanian memiliki kontribusi sebesar 13,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan yang menyumbang kontribusi sebesar 19,88 persen.

Pada dasarnya keberhasilan pemulihan ekonomi ini harus didukung bersama oleh semua pihak, tidak terkecuali. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Menjadi salah satu faktor kunci untuk mengembalikan kondisi perekonomian nasional. Karena meskipun sudah divaksin belum tentu kita akan terbebas dan terlindungi dari wabah Covid-19.

Berharap dengan kerja keras dari semua pihak dari berbagai kalangan untuk memulihkan kesehatan masyarakat segera membuahkan hasil dan kegiatan atau aktivitas ekonomi di negara ini kembali bergeliat dan menjadi pendorong perbaikan serta pemulihan kondisi ekonomi di tahun 2021 ini dapat segera tercapai. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Menyusun Kamus Belanda-Sunda

Netizen Rabu, 14 April 2021 | 10:05 WIB

Untuk penyusunan kamus Belanda-Sunda dapat dibilang Kartawinata adalah orang Sunda pertama yang berhasil menyusun dan me...

Netizen, Menyusun Kamus Belanda-Sunda, Kamus Belanda-Sunda,Hollandsch-Soendaasch Woordenboek,Raden Kartawinata,P. Blusse

Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 17:30 WIB

Layaknya kanvas bagi pelukis, dalam dunia per-makeup-an pun dikenal istilah muse.

Netizen, Ruang Kelas Tanpa Batas untuk Vani Antika, Makeup,Makeup Artist,MUA

Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban

Netizen Selasa, 13 April 2021 | 12:57 WIB

Tidak hanya tentang pergantian kepemimpinan, Muktamar ke-13 ini juga melahirkan berbagai produk perjuangan yang baru.

Netizen, Muktamar XIII Pemuda Persis, Semangat Baru Peradaban, Persis (Persatuan Islam),Muktamar XIII Pemuda Persis,Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam,Ibrahim Nasrulhaq al-Fahmi

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 09:20 WIB

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 16:10 WIB

Tidak akan ada impor beras jadi polemik karena cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.

Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

artikel terkait

dewanpers