web analytics
  

Tanaman Hias Jadi Barang Mahal, Penjual Sampai Pasang CCTV

Senin, 5 April 2021 11:43 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Tanaman Hias Jadi Barang Mahal, Penjual Sampai Pasang CCTV, Tanaman Hias,tanaman hias populer,tanaman hias termahal,Tanaman hias paling dicari,tanaman hias paling mahal di dunia,tanaman hias paling mahal

Yayan, penjual tanaman hias tengah memperlihatkan koleksinya. (Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Tanaman hias menjadi koleksi yang tengah naik daun. Trennya semakin melambung seiring mewabahnya pandemi Covid-19. Bahkan harganya ada yang sampai puluhan juta.

Tren ini membuat sebagian tanaman hias dipandang sebagai barang mewah lantaran harganya yang di luar nalar, sampai-sampai menjadi incaran para pencuri.

Seperti yang pernah dialami Yayan Taryana (42), penjual tanaman hias di Jalan Kolonel Masturi, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dua kali sudah tempat usahanya disantroni maling.

"Di tempat saya 2 kali ada pencurian bunga. Untung yang murah diambilnya, gak dilaporin," kata Yayan kepada Suara.com, jaringan Ayobandung.com, Minggu 4 April 2021.

Khawatir kejadian serupa terulang, kemudian Yayan memasang kamera pengawas atau CCTV di sekitar kios tanaman hiasnya. Sejak saat itu, maling tak pernah lagi menyantroni tempatnya berjualan.

"Dipasang CCTV, alhamdulillah gak ada lagi. Tempat lain saya denger ada juga kejadian pencurian," ujarnya.

Yayan tak memungkiri tanaman hias saat ini tengah naik trennya. Apalagi ketika pandemi Covid-19 mewabah. Hal itu menurutnya pencurian tanaman terjadi.

"Mungkin lagi ramai juga, ditambah pelaku frustasi jadi melakukan pencurian," katanya.

Di lahan yang terbatas hasil sewanya, ada tanaman kelas indoor dan outdoor yang ia miliki. Seperti jenis Philodendron anthurium, begonia calathea, alokasia, kaladium dan sebagainya untuk indoor.

Untuk outdoor, ada seperti buah-buahan, tanaman merambat, semak berbunga seperti mawar, rumput-rumputan, palem, dan pepohonan.

"Paling banyak diburu itu seperti jenis daun talas, begonia dan dan sebagainya. Saya berusaha untuk mengkomplitkan," kata Yayan.

Dari usaha tersebutlah Yayan mampu meraup pundi-pundi rupiah yang cukup menggiurkan. Dalam sebulan ia bisa membawa pulang uang Rp15 juta-20 juta (hitungan bersih) dengan penjualan rata-rata 50-100 pot dan polybag per hari.

Pembeli bunga yang datang ke kios Yayan bukan hanya berasal dari Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat. Tapi juga berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Karawang, dan sebagainya.

Mereka kebanyakan wisatawan yang melintas, yang kemudian tertarik untuk membeli berbagai jenis tanaman.

"Karena posisinya kan kebetulan di pinggir jalan, jadi mungkin ada yang mau wisata banyak yang mampir dulu," ujar Yayan.

Omzet Yayan naik tatkala pandemi Covid-19 mewabah. Ia bisa menjual 200-400 pot dan polybag per hari. Cuannya pun otomatis semakin besar hingga Rp50 juta dalam sebulan.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi

Ngamprah Sabtu, 17 April 2021 | 10:06 WIB

Tanaman hias air banyak diminati untuk memperindah kolam maupun akuarium di rumah.

Bandung Raya - Ngamprah, Bisnis Tanaman Hias Air, Mudah dan Menjanjikan di Masa Pandemi, ikan,Tanaman Hias,tanaman hias air

Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 23:03 WIB

Seorang perempuan paruh baya bernama Anah (60), warga Kampung Cimerang, RT 04 RW 05, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Ka...

Bandung Raya - Ngamprah, Terperosok Lubang 10 Meter, Nenek Anah Tewas, Nenek Anah Tewas,Nenek Terperosok Lubang,Nenek di KBB

Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunk...

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 19:44 WIB

Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunkan

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Jadi Plt Bupati, PDIP Minta Angka Kemiskinan Diturunkan, PDIP Jabar,Ketua PDIP Jabar Ono Surono,Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,angka kemiskinan Bandung Barat

Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 16:15 WIB

Ribuan nakes di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mendapat hak insentif selama 4 bulan, mulai dari Desember 2020 hingg...

Bandung Raya - Ngamprah, Jadi Garda Depan Pandemi, Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif, Garda Depan Pandemi,Ribuan Nakes KBB Belum Dapat Insentif,tenaga kesehatan (nakes),Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Trayek Angkutan Umum Menuju Kantor Pemkab Bandung Barat Akan Dikaji

Ngamprah Jumat, 16 April 2021 | 13:25 WIB

Keberadaan angkutan umum menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai sarana transportas...

Bandung Raya - Ngamprah, Trayek Angkutan Umum Menuju Kantor Pemkab Bandung Barat Akan Dikaji, trayek angkot Bandung Barat,rute angkot Kantor Pemkab Bandung Barat,trayek angkutan umum Bandung Barat,Dishub Bandung Barat,angkot Cimareme-Cilame,angkot Padalarang-Saguling

Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan

Ngamprah Kamis, 15 April 2021 | 18:22 WIB

Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan

Bandung Raya - Ngamprah, Miris! Insentif Nakes RSUD Cililin Belum Dibayar 4 Bulan, Insentif Tenaga Medis,insentif nakes Bandung Barat,insentif nakes belum dibayar,nakes Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat,RSUD Cililin,nakes RSUD Cililin,insentif nakes RSUD Cililin

Hengky Kurniawan Minta Kepala SKPD Kooperatif dengan KPK

Ngamprah Kamis, 15 April 2021 | 16:55 WIB

Hal itu guna membantu tim penyidik KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi di KBB hingga ke akar-akarnya.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Minta Kepala SKPD Kooperatif dengan KPK , Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,Korupsi Aa Umbara,Korupsi dana bansos Bandung Barat,aa umbara tersangka korupsi,KPK Tetapkan Aa Umbara Tersangka,kpk

Dishub Bandung Barat Sebut Sanksi Bagi Pemudik Bandel Belum Jelas

Ngamprah Kamis, 15 April 2021 | 16:41 WIB

Lukman berharap aturan sanksi bagi pemudik yang memaksa pulang kampung bisa diatur oleh pemerintah pusat melalui Permenh...

Bandung Raya - Ngamprah, Dishub Bandung Barat Sebut Sanksi Bagi Pemudik Bandel Belum Jelas , Larangan Mudik Lebaran 2021,Dishub Bandung Barat,Permenhub Larangan Mudik,Aturan Larangan Mudik

artikel terkait

dewanpers