web analytics
  

Pabrik Pembuat Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Ada Apa?

Minggu, 4 April 2021 16:50 WIB
Umum - Internasional, Pabrik Pembuat Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Ada Apa?, vaksin AstraZeneca,pabrik pembuat vaksin AstraZeneca resmi dihentikan,Amerika Serikat (AS),Johnson&Johnson (J&J),Emergent BioSolutions,Medicines and Healthcare Regulatory Agency (MHRA),Presiden Joe Biden,pembekuan darah

Seorang anggota TNI AU menjalani vaksinasi Covid-19 di Klinik Pratama Terpadu Husein Sastra Negara, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (1/4/2021). Lanud Husein Sastranegara menggelar vaksinasi Covid-19 dosis pertama tahap kedua dengan jumlah 130.000 dosis vaksin AstraZeneca bagi anggota dan PNS TNI AU di Kota Bandung sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM – Setelah dihantam kritik keras, pabrik pembuat vaksin AstraZeneca resmi dihentikan operasinya oleh Amerika Serikat (AS), pada Sabtu 3 Maret 2021.

Walhasil, produsen obat Inggris AstraZeneca Plc tidak bisa lagi menggunakan pabrik di AS dalam membuat vaksin. Fasilitas tersebut pun langsung diberikan kepada Johnson&Johnson (J&J) untuk bertanggung jawab membuat 15 juta dosis vaksin Covid-19.

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan memfasilitasi langkah tersebut. J&J mengatakan, pihaknya memikul tanggung jawab penuh dari fasilitas Emergent BioSolutions di Baltimore.

Pengumuman ini menegaskan, perusahaan akan memberikan 100 juta dosis kepada pemerintah pada akhir Mei. Sedangkan AstraZeneca, yang vaksinnya belum disetujui di AS, mengatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan fasilitas alternatif untuk memproduksi vaksinnya.

Perkembangan yang pertama kali dilaporkan oleh New York Times ini semakin menghambat upaya AstraZeneca di AS. Sebelumnya, pemerintah telah mengkritik produsen obat tersebut, karena menggunakan data usang dalam hasil uji coba vaksinnya dan kemudian merevisi studinya.

Laporan New York Times juga menyatakan, para pekerja di pabrik Emergent BioSolutions beberapa pekan lalu menggabungkan bahan-bahan untuk vaksin J&J dan AstraZeneca. J&J mengatakan, pada saat itu tumpukan yang rusak belum masuk ke tahap pengisian dan penyelesaian. Menurut dua pejabat senior kesehatan federal, langkah pemerintah untuk membuat fasilitas hanya membuat vaksin dosis tunggal J&J dimaksudkan untuk menghindari campur aduk di masa depan.

AS memiliki kesepakatan pinjaman untuk mengirim ke Meksiko dan Kanada sekitar 4 juta dosis vaksin AstraZeneca, dibuat di fasilitas di negaranya. Namun, saat ini muncul kekhawatiran atas vaksin AstraZeneca, setelah laporan tujuh orang meninggal di Inggris akibat pembekuan darah usai menerima vaksin tersebut.

Kondisi ini telah mendorong beberapa negara, termasuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Belanda, untuk membatasi penggunaannya untuk orang tua. Meski begitu, regulator obat Inggris, Medicines and Healthcare Regulatory Agency (MHRA), tetap mendesak pemerintah untuk melanjutkan vaksinasi menggunakan vaksin tersebut. [*]

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Biadab! Ayah Injak dan Todongkan Pisau ke Anak

Internasional Kamis, 15 April 2021 | 21:54 WIB

Seorang ayah menjadi buruan polisi Malaysia setelah video ketika ia mengancam akan membunuh kedua buah hatinya viral di...

Umum - Internasional, Biadab! Ayah Injak dan Todongkan Pisau ke Anak, Ayah Injak Anak,Ayah Todongkan Pisau ke Anak,Kekerasan terhadap Anak

Negara Pertama, Denmark Resmi Setop Gunakan Vaksin AstraZeneca

Internasional Kamis, 15 April 2021 | 11:56 WIB

Otoritas Kesehatan Denmark mengonfirmasi bahwa mereka akan berhenti menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca, menjadi neg...

Umum - Internasional, Negara Pertama, Denmark Resmi Setop Gunakan Vaksin AstraZeneca, Otoritas Kesehatan Denmark,Denmark Resmi Setop Gunakan Vaksin AstraZeneca,Vaksin Covid-19 AstraZeneca,efek samping vaksin Covid-19 AstraZeneca,Vaksinasi Covid-19,Badan pengawas obat Uni Eropa,risiko kematian akibat Covid-19,vaksin AstraZeneca

Pangeran Harry Menyesal Soal Wawancara Oprah

Internasional Rabu, 14 April 2021 | 17:24 WIB

Pangeran Harry dan Meghan Markle menyesali wawancaranya bersama Oprah Winfrey ditayangkan di waktu yang tidak tepat. Ked...

Umum - Internasional, Pangeran Harry Menyesal Soal Wawancara Oprah, Pangeran Harry,Meghan Markle,Oprah Winfrey,Wawancara Pangeran Harry,wawancara Meghan Markle

Ponsel Vivo Meledak dan Terbakar di Bandara Hong Kong

Internasional Rabu, 14 April 2021 | 12:25 WIB

Hong Kong Airlines telah menghentikan semua pengiriman ponsel Vivo. Tindakan itu diambil setelah satu kiriman maskapai y...

Umum - Internasional, Ponsel Vivo Meledak dan Terbakar di Bandara Hong Kong, Vivo,Ponsel Vivo meledak,HP Vivo meledak,HP Vivo meledak di Hong Kong,HP Vivo Hong Kong,HP Vivo terbakar

Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 13:52 WIB

Untuk pertama kalinya pejabat tinggi Cina mengakui rendahnya keampuhan vaksin corona buatan dalam negeri.

Umum - Internasional, Pejabat Cina Bantah Ragukan Keampuhan Vaksin Buatan Sendiri, vaksin Cina,Efikasi vaksin Covid-19,Gao Fu,sinovac,Sinopharm,CanSino,vaksin Covid-19 Cina kurang ampuh,pejabat Cina vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19

Kisah dan Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 13:36 WIB

Pemuda itu mengakui, sebelum berada di Brunei, persepsinya mengenai Islam adalah buruk, terutama terkait teroris ISIS.

Umum - Internasional, Kisah dan Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam, Kisah Pemuda Ateis Masuk Islam,Perjalanan Pemuda Ateis Masuk Islam,Pemuda ateis terbuka soal Islam, Mualaf,pengalaman spiritual,tujuan hidup,masuk Islam,orang Jepang yang masuk Islam,Muslim di Jepang

Tulisan Anti-Muslim di Masjid Menuai Kecaman dari Menteri Prancis

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 09:40 WIB

Grafiti itu bertuliskan kata-kata hinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad.

Umum - Internasional, Tulisan Anti-Muslim di Masjid Menuai Kecaman dari Menteri Prancis, Tulisan Anti-Muslim,Menteri Prancis,Nabi Muhammad SAW,hinaan terhadap Islam,Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin,Islam-fobia

India Jadi Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19, Siapa yang Pertama?

Internasional Selasa, 13 April 2021 | 09:16 WIB

Pada Senin (12 April 2021) India telah mengonfirmasi rekor kasus baru Covid-19 dengan hampir 169 ribu kasus dalam sehari...

Umum - Internasional, India Jadi Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19, Siapa yang Pertama?, Negara Kedua Paling Terdampak Covid-19,negara paling terdampak Covid-19,India,Brasil,Pandemi Covid-19,COVID-19

artikel terkait

dewanpers