web analytics

Musik Jadi Obat Mujarab Usai Operasi

clockSabtu, 3 April 2021 16:28 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Musik Jadi Obat Mujarab Usai Operasi, Musik,manfaat musik,pasien pasca operasi,operasi jantung besar

Ilustrasi--Musisi Fransca Agustina saat tampil memainkan instrumen musik melalui media sayur dan buah-buahan di Jalan Andir, Kota Bandung, Selasa (30/3/2021). Pertunjukan musik eksperimental menggunakan media sayur dan buah-buahan tersebut merupakan kolaborasi musisi Fransisca Agustina bersama Hinhin Agung Daryana yang menampilkan suguhan musik eksperimental, elektronik, dan etnik dalam rangka persiapan gelaran Bandung Art Month. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Ellaha Kakar dari Departemen Bedah dan Ilmu Saraf di Pusat Medis Universitas Erasmus di Rotterdam, menemukan musik memiliki dampak positif untuk pasien pasca-operasi. Musik dianggap dapat mengurangi rasa nyeri pasca-operasi jantung besar yang dilakukan pasien.

"Ini adalah temuan yang menarik bagi ahli bedah jantung," kata Dr. Harold Fernandez, seorang ahli bedah jantung AS yang tidak terkait dengan studi tersebut.

Menurut Fernandez, ada banyak prosedur yang harus dilakukan selama operasi jantung. Di antaranya melakukan prosedur paling invasif yang memerlukan pembukaan dada, menghentikan jantung, menggunakan mesin jantung-paru saat memperbaiki jantung, dan kemudian memastikan pasien untuk hidup kembali.

"Ada banyak pasien yang cemas dan mengalami rasa sakit dengan banyaknya prosedur (dalam operasi jantung) itu," kata Fernandez, yang merupakan kepala bedah kardiovaskular dan toraks di Rumah Sakit Jantung Sandra Atlas Bass Northwell Health di Manhasset.

Dalam penelitian baru, yang diterbitkan 25 Januari di jurnal online Open Heart, tim peneliti dari Rotterdam, mengamati efek musik pada perawatan pasca-operasi. Mereka menganalisis data dari 16 penelitian tersebut.

Studi tersebut melibatkan hampir 1.000 pasien dan sekitar 90 persen dari prosedur melibatkan cangkok bypass arteri koroner dan atau penggantian katup jantung. "Sebagian besar jenis musik yang digunakan santai dan tidak memiliki ritme atau perkusi yang kuat," catat para peneliti dilansir dari WEBMD, pada Sabtu (3/4).

Pilihan musik pun bervariasi, kadang-kadang dari daftar putar pasien sendiri, kadang dari daftar putar yang telah dipilih sebelumnya atau dipilih oleh dokter mereka. Selain musik, kelompok pembanding dalam studi menerima campuran dari pilihan lain, seperti istirahat terjadwal, latihan pernapasan, atau headphone tanpa musik.

Para peneliti kemudian menggunakan skala yang divalidasi dan sistem penilaian untuk mengukur kecemasan dan rasa sakit pasien. Analisis menunjukkan bahwa mendengarkan musik, tampaknya secara signifikan mengurangi kecemasan dan rasa sakit pasien setelah operasi jantung besar.

"Beberapa hari mendengarkan musik juga mengurangi kecemasan hingga delapan hari setelah operasi," menurut penelitian tersebut.

Para peneliti menekankan bahwa meskipun terapi musik membantu meredakan rasa nyeri pasca operasi, namun tidak dapat mengurangi penggunaan obat penghilang rasa sakit, lama mereka menjalani perawatan di rumah sakit, waktu yang dihabiskan untuk ventilasi mekanis, tekanan darah, dan detak jantung atau pernapasan.

"Namun, tidak seperti obat-obatan, musik tidak memiliki risiko atau efek samping, (jadi) profesional perawatan kesehatan harus mempertimbangkan untuk menyediakan musik perioperatif untuk pasien yang menjalani operasi jantung," ujar para peneliti dalam rilis berita jurnal.

Fernandez menambahkan, bahwa penelitian ini sangat penting untuk mencari cara yang dapat membuat rasa nyaman bagi pasien. Karena ini berpotensi mengarah pada penyembuhan yang lebih baik.

Dia mencatat bahwa manfaat dari musik tampaknya muncul lebih cepat efeknya ketika pasien memilih lagu mereka sendiri. "Analisis tersebut memang memiliki beberapa keterbatasan daan studi lanjut mungkin diperlukan," kata Fernandez.

"Saya merasa bahwa kita harus mulai penerapan ini sebagai bentuk terapi pelengkap untuk pasien setelah operasi jantung," tambahnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Cara Mengatasi Gejala Anosmia

Sehat Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:05 WIB

Anosmia adalah istilah untuk orang yang sedang mengalami hilang penciuman. 

Gaya Hidup - Sehat, Cara Mengatasi Gejala Anosmia, anosmia,Cara Mengatasi,Gejala,Hilang Penciuman

Mengenal 4 Hormon Bahagia di Dalam Tubuh Manusia

Sehat Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:20 WIB

Hormon juga dapat menentukan suasana hati dan kebahagiaan, sebagai proses biologis yang diproses dalam tubuh.

Gaya Hidup - Sehat, Mengenal 4 Hormon Bahagia di Dalam Tubuh Manusia, hormon bahagia,Tubuh Manusia,dopamin,Endorfin,Oksitosin,Serotin

Ragam Manfaat Konsumsi Buah dan Sayur untuk Kesehatan

Sehat Minggu, 1 Agustus 2021 | 07:20 WIB

Mengonsumsi buah dan sayuran sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Gaya Hidup - Sehat, Ragam Manfaat Konsumsi Buah dan Sayur untuk Kesehatan, Ragam Manfaat,Buah,Sayur,Kesehatan,Organisasi Kesehatan Dunia,WHO,Diet,kanker,Radikal Bebas, Kekebalan Tubuh

Jangan Langsung Buang Masker Bekas! Begini Cara Mengelolanya

Sehat Minggu, 1 Agustus 2021 | 07:00 WIB

Di masa pandemi ini, masker bisa dibilang sebagai tameng manusia dalam menghindar dari virus Covid-19.

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Langsung Buang Masker Bekas! Begini Cara Mengelolanya, Masker Bekas,Masker,Masker Covid-19,Cara Mengelola,double mask

Sering Nyeri Hebat Saat Menstruasi? Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Sehat Sabtu, 31 Juli 2021 | 23:44 WIB

Sebagian besar nyeri haid disebabkan oleh otot-otot rahim yang berkontraksi.

Gaya Hidup - Sehat, Sering Nyeri Hebat Saat Menstruasi? Ini Bisa Jadi Penyebabnya, Nyeri saat haid,penyebab nyeri haid,Keram perut

Hati-hati, Kopi Bisa Memperparah Migrain

Sehat Sabtu, 31 Juli 2021 | 23:40 WIB

Bila seseorang mengkonsumsi kopi hingga tiga cangkir atau lebih dalam sehari, maka risiko sakit kepala migrain dapat mem...

Gaya Hidup - Sehat, Hati-hati, Kopi Bisa Memperparah Migrain, bahaya kopi,terlalu banyak minum kopi,manfaat minum kopi,Bahaya kafein pada kopi

Simak 7 Gejala Terinfeksi Varian Baru Covid-19

Sehat Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:02 WIB

Virus Corona penyebab Covid-19 saat ini telah berkembang menjadi beberaga varian. Seiring dengan hal tersebut, gejala or...

Gaya Hidup - Sehat, Simak 7 Gejala Terinfeksi Varian Baru Covid-19, ciri covid-19 delta,Gejala Covid-19 delta,Gejala Covid-19

Varian Delta Disebut Sama Menularnya dengan Cacar Air

Sehat Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:57 WIB

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menggambarkan varian Delta dari virus corona sama...

Gaya Hidup - Sehat, Varian Delta Disebut Sama Menularnya dengan Cacar Air, Varian Covid-19 Delta,Gejala Covid-19 delta,Gejala Covid-19

artikel terkait

dewanpers
arrow-up