web analytics
  

Misteri Hawa Panas di Terowongan Sasaksaat

Jumat, 2 April 2021 19:09 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Misteri Hawa Panas di Terowongan Sasaksaat, terowongan terpanjang Indonesia,terowongan sasaksaat,Stasion Sasaksaat,terowongan kereta,misteri terowongan sasaksaat,hantu di terowongan sasaksaat

Terowongan Sasaksaat merupakan terowongan tertua dan terpanjang di Indonesia (Suara.com)

CIPATAT, AYOBANDUNG.COM--Terowonhan Sasaksaat menyimpan berbagai misteri selain merupakan bangunna bersejarah.

Terowongan Sasaksaat di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata memiliki banyak cerita.

Salah satunya adalah hawa panas yang terasa di dalam terowongan terpanjang di Indonesia itu yang hanya muncuk setiap malam Jumat dan malam Senin.

Adanya hawa panas di tiap malam tertentu itu dikisahkan Krisna Budirohman, salah seorang penjaga Terowongan Sasaksaat.

Krisna sehari-hari bertugas untuk mengecek jalur kereta api di dalam terowongan sepanjang 949 meter itu.

"Paling kalau malam Jumat, malam Senin hawanya berubah panas. Kalau warga sudah biasa," kata Krisna kepada Suara.com kepada Suara.com baru-baru ini.

Ia menambahkan, ada tradisi turun-menurun di terowongan itu. Tradisi yang dimaksud berupa pemotongan hewan jenis kambing dan ayam yang setiap tahunnya dilakukan PT KAI di terowongan aktif terpanjang di Indonesia itu. Tradisi itu dilakukan mendekati tanggal 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan Indonesia.

Ia mengatakan, tradisi pemotongan kambing dan ayam itu sudah dilakukan sejak terowongan sepanjang 948 meter itu diresmikan lebih dari seratus tahun lalu.

"Dari zaman Belanda sudah dilakukan. Jadi pas diresmikan tradisi itu sudah ada," kata Krisna.

Ia menjelaskan, tradisi dengan memotong 1 ekor kambing, 1 ekor ayam serta 1 ekor ayam dilepaskan itu sebagai bentuk rasa syukur dan doa keselamatan. Dalam pelaksanannya dihadiri juga oleh tokoh agama dan sesepuh setempat.

"Kambing dan ayamnya pun hasil urunan warga setempat. Kemudian nantinya juga dibagikan lagi kepada warga untuk dimakan bersama-sama," jelasnya.

Tradisi potong hewan di Terowongan Sasaksaat itu harus dilakukan mendekati tanggal 17 Agustus. Jika tidak, percaya atau tidak selalu ada hal-hal aneh dan peristiwa yang terjadi di sekitar terowongan yang terletak di Stasion Maswati dan Stasion Sasaksaat itu.

Menurut cerita yang Krisna dapat dari para sesepuh, sempat warga setempat terlambat melakukan ritual. Lalu peristiwa anehpun terjadi. Dari mulai suara gemuruh dari dalam terowongan seperti ada kereta api pun terdengar.

"Padahal memang gak ada kereta," ucap Krisna.

Suara gemuruh itu, kata dia, seperti pertanda kepada para sesepuh akan adanya kejadian yang tidak diinginkan. Seperti orang tertabrak kereta api. Untuk itu, tardisi potong kambing dan hewan kini selalu mendekati tanggal 17 Agustus.

"Setiap telat ada aja yang kaya gitu. Wallahualam, ada yang celaka di dalam," ujarnya.

Terowongan Sasaksaat mulai dibangun tahun 1902 oleh Staatsspoorwegen (SS), yang merupakan perusahaan kereta api negara. Terowongan dengan tinggi 4,31 meter dan lebar 3,92 meter itu dibangun siang malam.

Pekerjanya berasal dari warga pribumi, China dan Eropa. Orang Pribumi dan Cina kebanyakan bekerja sebagai kuli sedangkan orang Eropa sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong dan teknisi.

Adapun teknis pembangunan terowongan ini dengan cara melakukan penggalian di bagian sisi arah utara dan selatan yang dilakukan secara bersamaan menggunakan peralatan alakadarnya seperti balincong dan linggis.

Terowongan dengan nomor Bangunan Hikmat (BH) 503 itu dibangun dengan presisi yang tinggi, karena tingkat kesulitan tanah perbukitan di daerah tersebut. Paling tidak ada hitungan kemiringan dan kelokan 16-25 derajat.

Bagian tengah jalur rel pun dibuat agak menanjak dengan tujuan supaya air tanah dari perbukitan di atas terowongan bisa mengalir dan tidak merembes ke bantalan rel. Lantaran bisa menyebabkan besi dan kayu rel mengembang. Kemudian pada bagian atas dilapisi dengan penyemanan setebal 0,85 meter untuk mencegah rembesan.

Di dalam terowongan, pemborong khusus dari Eropa membuat sleko atau tempat berlindung bagi pekerja saat mengecek terowongan. Total terdapat 35 sleko di dalam Terowongan Sasaksaat, terdiri dari 17 sleko di sisi kiri dan 18 sleko di sisi kanan terowongan.

Setelah selesai dibuat, awalnya terowongan tertua itu digunakan sebagai sarana penumpang serta pengangkutan komoditas ekspor seperti kopi, teh, beras serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari masyarakat di Wilayah Bandung.

Lalu kini terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi II Bandung dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, Serayu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta dan kereta angkutan barang. Begitupun Jakarta-Banjar.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Meski Libur Lebaran, Okupansi Hotel di KBB Masih Terlalu Rendah

Ngamprah Senin, 17 Mei 2021 | 17:15 WIB

Bahkan selama periode libur Lebaran mulai 12-16 Mei 2021, okupansi hotel KBB masih lesu. 

Bandung Raya - Ngamprah, Meski Libur Lebaran, Okupansi Hotel di KBB Masih Terlalu Rendah, Libur Lebaran,Okupansi Hotel,Kabupaten Bandung Barat (KBB),Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud),penyekatan wilayah

2 Pemudik Positif Covid-19 Ditemukan di Cimahi

Ngamprah Senin, 17 Mei 2021 | 16:20 WIB

Kedua orang pemudik tersebut hendak melakukan perjalanan ke Bandung Raya.

Bandung Raya - Ngamprah, 2 Pemudik Positif Covid-19 Ditemukan di Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi,Pemudik Positif Covid-19,Rapid Test Antigen,Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi,Bandung Raya,Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana,Pelaksana Tugas (Plt),Kota Cimahi

Meski Telah Dibuka, Farm House Lembang Masih Sepi

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 18:00 WIB

Terpantau lahan parkiran masih lowong, meski terdapat beberapa mobil terparkir.

Bandung Raya - Ngamprah, Meski Telah Dibuka, Farm House Lembang Masih Sepi, Farm House,Lembang,Kabupaten Bandung Barat (KBB),objek wisata

Ke Lembang, Wisatawan Harus Tunjukkan Surat Bebas Covid-19

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 13:19 WIB

Kebijakan tersebut berlaku bagi semua wilayah, termasuk dari kawasan Bandung Raya untuk memutus penularan Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Ke Lembang, Wisatawan Harus Tunjukkan Surat Bebas Covid-19, Wisata Lembang,wajib bawa surat bebas Covid-19 ke Lembang,syarat wisata ke Lembang,Wisata Bandung,pos penyekatan Lembang

Jalur Alternatif ke Wisata Lembang Tergenang Air dan Bau Kotoran Sapi

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 06:37 WIB

Warga di sekitaran Kampung Karamat, RT 02/16, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat...

Bandung Raya - Ngamprah, Jalur Alternatif ke Wisata Lembang Tergenang Air dan Bau Kotoran Sapi, jalan kolonel masturi,jalur alternatif wisata Lembang,Wisata Lembang,Jalur alternatif Lembang bau kotoran sapi

Waduk Saguling KBB, Alternatif Wisata Murah Mengisi Libur Lebaran

Ngamprah Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:50 WIB

Waduk Saguling tak hanya terkenal jadi tempat penghasil listrik untuk pulau Jawa dan Bali. Bendungan di Sungai Citarum i...

Bandung Raya - Ngamprah, Waduk Saguling KBB, Alternatif Wisata Murah Mengisi Libur Lebaran, Waduk Saguling,Wisata Bandung,Wisata Murah,Wisata Libur Lebaran

Destinasi Wisata Bandung Barat Diizinkan Buka Kembali

Ngamprah Sabtu, 15 Mei 2021 | 12:54 WIB

Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan memberi izin kepada destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB)...

Bandung Raya - Ngamprah, Destinasi Wisata Bandung Barat Diizinkan Buka Kembali, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,wisata bandung barat,objek wisata bandung barat

Hengky Kurniawan: Wisata Lembang Hanya untuk Wisatawan Lokal

Ngamprah Jumat, 14 Mei 2021 | 21:03 WIB

Wisata dibuka dengan protokol kesehatan lengkap.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan: Wisata Lembang Hanya untuk Wisatawan Lokal, Wisata Lembang dibuka,Wisata Bandung Barat dibuka,hengky Kurniawan,Wisata Lembang,wisata bandung barat
dewanpers