web analytics
  

Kritik Bermata Dua Ketua PB HMI kepada Jokowi

Jumat, 2 April 2021 16:30 WIB Idham Nur Indrajaya
Bandung Raya - Bandung, Kritik Bermata Dua Ketua PB HMI kepada Jokowi, Jokowi,aksi terorisme,memecah-belah persatuan,Wakil Ketua PMII Kota Bandung,Ketua PB HMI Arya Kharisma Hardy,kritik perpecahan

Wakil Ketua PMII Kota Bandung menilai kritik Ketua PB HMI terlalu provokatif dan subjektif. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

REGOL, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua PMII Kota Bandung Acep Jamaludin mengeluarkan pernyataan terkait dengan kritik Ketua PB HMI Arya Kharisma Hardy terhadap rezim Jokowi yang disampaikan pada perayaan Diesnatalis HMI yang ke-74, tepatnya bulan Februari. Acep menilai kritik dari Arya terlalu subjektif dan sangat rentan menimbulkan perpecahan yang pada titik ekstremnya bisa memancing aksi terorisme.

Pada perayaan Diesnatalis HMI yang turut dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan beberapa menteri, Arya Kharisma Hardy selaku ketua PB HMI menyampaikan pidato yang turut membahas soal pandanganya terhadap situasi nasional yang tengah berlangsung.

Dalam pidato itu, Arya sempat menyampaikan pernyataan yang berbunyi:

“Fenomena politik hari ini tak banyak berbeda dengan fakta sejarah skema demokrasi era orde lama, yang terobsesi dengan sistem demokrasi terpimpin, situasi geo politik semacam itu membikin ketegangan ideologi berubah pada peristiwa berdarah di banyak pesantren hingga masjid yang justru melibatkan oknum-oknum di sekitar kekuasaan.”

Pernyataan itulah yang ditandai oleh Acep sebagai kritik bermata dua. Menurut Acep, kritik Arya yang cenderung membuka-buka luka lama tidak akan menggiring masyarakat Indonesia ke arah yang positif. Sebaliknya, Acep menilai pernyataan itu dapat memecah-belah persatuan yang seharusnya dibangun demi kemajuan negeri.

Selain pernyataan di atas, setidaknya ada lima poin yang ditandai oleh Acep dari keseluruhan pidato Arya sebagai pernyataan yang cenderung subjektif dan beresiko:

1. Romantisme demokrasi terpimpin.

2. Radikalisme menjadi isu yang efektif yang dimainkan oleh ideologi kiri dan Komunis.

3. Politik adu domba yang masih menjadi cara sebagian elit politik.

4. Ormas Islam tidak mampu merajut persatuan.

5. Komitmen kepemimpinan nasional yang menyudutkan ormas islam.

Bicara soal demokrasi terpimpin yang disebut-sebut Arya, Acep menilai pernyataan itu sebagai romantisasi masa lalu. Apa yang dinyatakan Arya itu dinilai oleh Acep tidak sesuai realitas demokrasi yang berlangsung pada masa sekarang.

Sementara itu, radikalisme yang dikaitkan dengan komunis atau gerakan kiri ditengggarai oleh Acep sebagai pernyataan yang tidak berdasar karena tidak ada bukti yang jelas mengenai kelompok atau organisasi yang bersangkutan. Menurut Acep, kata radikalisme itu sendiri sebenarnya memiliki multitafsir.

Di satu sisi, pikiran yang berkembang dan mengakar sebagai asas dari radikalisme itu sendiri memang dapat menyebabkan kerugian, misalnya radikalisme yang berujung kepada terorisme di Makassar dan Mabes Polri. Di sisi lain, radikalisme disoroti oleh Acep sebagai paham yang bisa berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia jika ditinjau dari sisi positif.

“Seharusnya dalam pemahaman radikalisme ini kita harus bisa mengubah paham tersebut menjadi paham yang lebih sejuk yang lebih dapat berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia dibandingkan jika kita hanya saling menuduh kelompok mana yang salah dan kelompok mana yang benar,” ungkap Acep dalam pernyataan tertulisnya.

Kemudian, Acep juga mempermasalahkan soal pernyataan Arya mengenai ormas Islam yang tidak mampu merajut persatuan. Di mata Acep, pernyataan itu terkesan menghilangkan perjuangan ormas-ormas Islam yang berupaya mewujudkan persatuan Indonesia sejak masa lampau.

“Salah satu contohnya organisasi Nahdlatul ulama yang dari dulu aktif dalam memperjuangkan NKRI serta membangun negeri salah satunya dalam bidang pendidikan yang membangun pesantren pesantren di daerah pedesaan itu merupakan sumbangsih yang diberikan salah satu organisasi masyarakat yang berbasis Islam untuk menjaga kesatuan Indonesia,” sambungAcep.

Menurut Acep, pidato Arya yang disampaikan di ranah publik berpotensi menjadi pemicu gerakan-gerakan tidak terduga dengan penerimaan setiap orang yang berbeda-beda. Misalnya aksi pengeboman di Makassar dan penembakan di Mabes Polri yang disebut-sebut sebagai aksi individu yang beraksi sendiri di luar kelompok atau lone wolf. Bagi Acep, seharusnya Arya bisa menyampaikan itikadnya tanpa harus memperkeruh suasana dengan membuka luka lama dan melawan suatu isu dengan membangun  isu baru yang tidak berdasar.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Prakiraan Cuaca Kota Bandung 15 Juni 2021

Bandung Selasa, 15 Juni 2021 | 05:35 WIB

Cuaca Bandung hari ini, Selasa, 15 Juni 2021, diprediksi cerah berawan dan hujan ringan.

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Kota Bandung 15 Juni 2021, Cuaca Bandung Hari Ini,cuaca Bandung BMKG,Cuaca Bandung,Prakiraan Cuaca Bandung,Cuaca Bandung Terkini,cuaca bandung dan sekitarnya

Jadwal Salat Kota Bandung dan Sekitarnya 15 Juni 2021

Bandung Selasa, 15 Juni 2021 | 05:29 WIB

Ibadah salat lima waktu merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada setiap muslim. Rukun Islam yang kedua in...

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Salat Kota Bandung dan Sekitarnya 15 Juni 2021, Jadwal Salat Bandung,Waktu salat Bandung,Salat Bandung,Waktu salat Bandung dan sekitarnya hari ini,jadwal Salat Bandung hari ini

Informasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 15 Juni 2021

Bandung Selasa, 15 Juni 2021 | 05:17 WIB

Lokasi SIM Keliling Online Kota Bandung, Selasa, 15 Juni 2021 berada di 2 lokasi.

Bandung Raya - Bandung, Informasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 15 Juni 2021, SIM Keliling Bandung,SIM Online Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM keliling Bandung Hari Ini,Lokasi SIM keliling Bandung,SIM Keliling Polrestabes Bandung

5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 21:40 WIB

Jalan-jalan di Kota Bandung rasanya belum lengkap jika tidak mencoba menaiki Bandros (Bandung Tour on Bus).

Bandung Raya - Bandung, 5 Fakta Menarik Bandros: Bus Klasik Kebanggaan Kota Bandung, Bandros,Bus Klasik,Bandung Tour on Bus,Kota Bandung,wisata

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakya...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 20:04 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,5 miliar untuk rakyat Palestina yang saat i...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Serahkan Bantuan Masyarakat Jabar Rp1,5 Miliar bagi Rakyat Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bantuan Masyarakat Jabar,Bantuan Untuk Palestina,Bantuan bagi Palestina

Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call C...

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 19:05 WIB

Anda melihat peristiwa kecelakaan, kebakaran, atau kejadian darurat lainnya yang perlu bantuan oleh ahlinya? Tenang, And...

Bandung Raya - Bandung, Cepat dan Tanggap Darurat, Berikut Layanan dan Cara Menghubungi Call Center 112, Call Center 112,Cara Menghubungi 112,Layanan Tanggap Darurat,Layanan Situasi Darurat

Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:53 WIB

Pengemudi mobil Toyota Avanza yang berkendara ugal-ugalan dan menabrak sejumlah pengendara Kamis, 10 Juni 2021, diamanka...

Bandung Raya - Bandung, Diamankan Polisi, Pengemudi Avanza Tabrak Lari Masih Berstatus Saksi, Mobil Tabrak Lari di Bandung,Pelaku Tabrak Lari di Bandung,Mobil Toyota Avanza Putih Tabrak Lari,Kasus Tabrak Lari di Bandung,Mobil Ugal-ugalan di Bandung

Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri

Bandung Senin, 14 Juni 2021 | 18:27 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung mengalami kenaikan. Berdasarkan data covid19.bandung.go.id, per tanggal 13 Juni 2021, ter...

Bandung Raya - Bandung, Setiap Kelurahan di Kota Bandung Harus Punya Tempat Isolasi Mandiri, Kelurahan di Kota Bandung,Tempat Isolasi Mandiri,Tempat Isolasi Mandiri di Kota Bandung,Kasus Covid-19 Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers