web analytics
  

2 Bupati Bandung Barat Korupsi, Mengapa Terjadi? 

Kamis, 1 April 2021 18:39 WIB Restu Nugraha
Bandung Raya - Ngamprah, 2 Bupati Bandung Barat Korupsi, Mengapa Terjadi? , Bupati Bandung Barat Korupsi,Abubakar,Aa Umbara Sutisna,aa umbara tersangka korupsi,KPK Tetapkan Aa Umbara Tersangka

Abubakar dan Aa Umbara Sutisna (Ayobandung.com)

BANDUNG BARAT, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19, Kamis (1/4/2021). 

Aa Umbara diduga mendapatkan uang sebesar Rp1 miliar dari proyek pengadaan bahan pangan Bansos dan Bansos PSBB senilai Rp15,8 miliar.

Selain Aa Umbara, lembaga antirasuah juga menjerat pemilik PT Jagat Dirgantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang, M. Totoh Gunawan dan seorang wiraswasta bernama Andri Wibawa. Andri merupakan anak dari Aa Umbara. 

Ditetapkannya Aa Umbara sebagai tersangka kasus korupsi menambah catatan kelam di KBB. Pasalnya, KBB yang baru 13 tahun memekarkan diri dari Kabupaten Bandung, 2 bupatinya harus berurusan dengan KPK. 

Pada periode pertama, Bupati Bandung Barat yang saat itu dipimpin oleh Alm Abubakar terjerat korupsi dan divonis 5,5 tahun penjara.

Hakim menyatakan Abubakar terbukti bersalah sesuai dakwaan pertama Pasal 12 huruf A Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pengamat politik Arlan Siddha menilai terjeratnya 2 Bupati Bandung Barat secara berturut-turut dapat disimpulkan bahwa ada kaitan antara pemekaran daerah dengan potensi korupsi. 

Pasalnya, hadirnya pemekaran daerah membuka peluang munculnya pemimpin-pemimpin baru yang sebelumnya tak punya potensi menjadi pemimpin. 

"Dengan hadirnya pemekaran baru, ini membuka peluang adanya raja-raja kecil memimpin suatu wilayah, mereka punya kuasa atas keputusan dan pemakaian anggran," papar Arlan saat dihubungi, Kamis (1/4/2021). 

Pada tahap hadirnya pemimpin baru, lanjut Arlan, memang tidak menjadi masalah. Namun saat pemimpin yang dipilih justru tidak siap atau bahkan tidak punya integritas. Hal ini lah yang bakal berpotensi korupsi. 

"Maka PR pemekaran daerah yang harus dipikirkan adalah bagaimana partai politik dan masyarakat bisa memilih pemimpin yang benar-benar punya integritas," jelasnya. 

Meski begitu, Arlan sepakat bahwa niat dari pemekaran daerah adalah untuk kesejahteraan dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat. Namun, hal ini bisa berubah jadi potensi korupsi jika pemimpin yang dipilih minim komitmen politik dan menjalankan birokrasi yang bersih. 

"2 kepala daerah dijerat korupsi, ini juga bisa dibilang kan mencederai cita-cita awal dari pemekaran," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Meski Libur Lebaran, Okupansi Hotel di KBB Masih Terlalu Rendah

Ngamprah Senin, 17 Mei 2021 | 17:15 WIB

Bahkan selama periode libur Lebaran mulai 12-16 Mei 2021, okupansi hotel KBB masih lesu. 

Bandung Raya - Ngamprah, Meski Libur Lebaran, Okupansi Hotel di KBB Masih Terlalu Rendah, Libur Lebaran,Okupansi Hotel,Kabupaten Bandung Barat (KBB),Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud),penyekatan wilayah

2 Pemudik Positif Covid-19 Ditemukan di Cimahi

Ngamprah Senin, 17 Mei 2021 | 16:20 WIB

Kedua orang pemudik tersebut hendak melakukan perjalanan ke Bandung Raya.

Bandung Raya - Ngamprah, 2 Pemudik Positif Covid-19 Ditemukan di Cimahi, Pemerintah Kota Cimahi,Pemudik Positif Covid-19,Rapid Test Antigen,Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi,Bandung Raya,Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana,Pelaksana Tugas (Plt),Kota Cimahi

Meski Telah Dibuka, Farm House Lembang Masih Sepi

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 18:00 WIB

Terpantau lahan parkiran masih lowong, meski terdapat beberapa mobil terparkir.

Bandung Raya - Ngamprah, Meski Telah Dibuka, Farm House Lembang Masih Sepi, Farm House,Lembang,Kabupaten Bandung Barat (KBB),objek wisata

Ke Lembang, Wisatawan Harus Tunjukkan Surat Bebas Covid-19

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 13:19 WIB

Kebijakan tersebut berlaku bagi semua wilayah, termasuk dari kawasan Bandung Raya untuk memutus penularan Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Ke Lembang, Wisatawan Harus Tunjukkan Surat Bebas Covid-19, Wisata Lembang,wajib bawa surat bebas Covid-19 ke Lembang,syarat wisata ke Lembang,Wisata Bandung,pos penyekatan Lembang

Jalur Alternatif ke Wisata Lembang Tergenang Air dan Bau Kotoran Sapi

Ngamprah Minggu, 16 Mei 2021 | 06:37 WIB

Warga di sekitaran Kampung Karamat, RT 02/16, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat...

Bandung Raya - Ngamprah, Jalur Alternatif ke Wisata Lembang Tergenang Air dan Bau Kotoran Sapi, jalan kolonel masturi,jalur alternatif wisata Lembang,Wisata Lembang,Jalur alternatif Lembang bau kotoran sapi

Waduk Saguling KBB, Alternatif Wisata Murah Mengisi Libur Lebaran

Ngamprah Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:50 WIB

Waduk Saguling tak hanya terkenal jadi tempat penghasil listrik untuk pulau Jawa dan Bali. Bendungan di Sungai Citarum i...

Bandung Raya - Ngamprah, Waduk Saguling KBB, Alternatif Wisata Murah Mengisi Libur Lebaran, Waduk Saguling,Wisata Bandung,Wisata Murah,Wisata Libur Lebaran

Destinasi Wisata Bandung Barat Diizinkan Buka Kembali

Ngamprah Sabtu, 15 Mei 2021 | 12:54 WIB

Plt. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan memberi izin kepada destinasi wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB)...

Bandung Raya - Ngamprah, Destinasi Wisata Bandung Barat Diizinkan Buka Kembali, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,wisata bandung barat,objek wisata bandung barat

Hengky Kurniawan: Wisata Lembang Hanya untuk Wisatawan Lokal

Ngamprah Jumat, 14 Mei 2021 | 21:03 WIB

Wisata dibuka dengan protokol kesehatan lengkap.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan: Wisata Lembang Hanya untuk Wisatawan Lokal, Wisata Lembang dibuka,Wisata Bandung Barat dibuka,hengky Kurniawan,Wisata Lembang,wisata bandung barat

artikel terkait

dewanpers