web analytics

Ini Faktor Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Cileunyi

clockKamis, 1 April 2021 16:21 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Soreang, Ini Faktor Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Cileunyi, Covid-19 Cileunyi,kenaikan kasus covid cileunyi,Cileunyi,Update Covid-19 Kabupaten Bandung,kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Bandung,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Bandung

Ilustrasi Warga disanksi push-up setelah terjaring razia protokol kesehatan. (dok. Humas Setda Kota Bandung)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM -- Kecamatan Cileunyi di Kabupaten Bandung sempat mengalami kenaikan kasus aktif Covid-19 pada Senin (29/3/2021) lalu. Namun, kecamatan ini kembali berstatus zona kuning atau risiko rendah.

Kepala Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cileunyi Rosyid mengatakan, kenaikan kasus positif tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

"Pertama karena Cileunyi itu berbatasan dengan Kota Bandung, Garut, dan Sumedang, otomatis intensitas mobilitas penduduknya tinggi dan itu bisa meningkatkan (kasus Covid-19)," tutur Rosyid saat ditemui Ayobandung.com, Kamis (1/4/2021).

Ia menambahkan, kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan (prokes) yang berkurang juga menjadi salah satu penyebab kasus positif Covid-19 di Cileunyi sempat naik.

"Karena (Covid-19) sudah setahun lebih, masyarakat jadi jenuh. Akhirnya mulai membuka masker, prokes mulai diabaikan, cuci tangan kalau mau makan saja. Jadi intinya kedisiplinan dan kesadaran masyarakat semakin ke sini semakin berkurang," tambahnya.

Untuk memaksimalkan upaya pemutusan mata rantai Covid-19, jajarannya terus melakukan sosialisasi ke lapangan setiap hari dengan mendatangi tempat-tempat yang rawan kerumunan.

"Kalau sosialisasi kita (lakukan) setiap hari ke tempat yang rawan kerumunan seperti Borma, Alfamart, atau Griya. Saat kita datang mereka memakai masker, mungkin di saat tim gugus tugas pergi (maskernya) dibuka lagi," terang Rosyid.

Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sifatnya sudah masuk tingkat rukun warga (RT), Kata Rosyid, juga masih diberlakukan hingga 8 April 2021 sesuai dengan peraturan pemerintah. Selain itu, ia mengatakan pembatasan jam malam juga diberlakukan maksimal sampai pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, terhadap masyarakat yang kedapatan melanggar prokes, ia dan jajarannya telah memberlakukan sanksi ringan.

"Kalau ditegur itu pasti, kemudian sejauh ini kita belum pernah mengeluarkan sanksi berat atau denda. Tapi bagi mereka yang melanggar disuruh push up atau squat jump, itu kan lumayan juga capeknya," tutup Rosyid. (Maswanajih)

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ketua DPD NasDem Sayangkan Sahrul Gunawan Tidak Hadir Rapat Evaluasi 9...

Soreang Kamis, 29 Juli 2021 | 19:45 WIB

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bandung menyanyangkan sikap Sahrul Gunawan yang tidak menghadiri rapat evaluasi 99 har...

Bandung Raya - Soreang, Ketua DPD NasDem Sayangkan Sahrul Gunawan Tidak Hadir Rapat Evaluasi 99 Hari Kerja, Sahrul Gunawan,Ketua DPD Partai NasDem,Kabupaten Bandung,Tidak Hadir Rapat Evaluasi,99 Hari Kerja

Sahrul Gunawan Tidak Hadir Rapat Evaluasi 99 Hari Kerja, ke Mana?

Soreang Kamis, 29 Juli 2021 | 19:30 WIB

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan tidak menghadiri rapat evaluasi 99 hari kerja.

Bandung Raya - Soreang, Sahrul Gunawan Tidak Hadir Rapat Evaluasi 99 Hari Kerja, ke Mana?, Sahrul Gunawan,Rapat Evaluasi,99 Hari Kerja,Dadang Supriatna,Bupati Bandung,Wakil Bupati Bandung,Kabupaten Bandung

Wakil Ketua DPR RI: Obat Covid-19 Baru Akan Segera Diproduksi

Soreang Kamis, 29 Juli 2021 | 16:48 WIB

Seiring dengan perkembangan pandemi covid-19, para ilmuwan melakukan penelitian dan pengembangan obat antivirus khususny...

Bandung Raya - Soreang, Wakil Ketua DPR RI: Obat Covid-19 Baru Akan Segera Diproduksi, obat covid-19,Obat Covid-19 Kimia Farma,Obat virus corona,Obat corona,obat Covid,kebutuhan obat Covid-19,Produksi Obat Covid-19

Terungkap! Ini Penyebab Obat Covid-19 Sempat Langka

Soreang Kamis, 29 Juli 2021 | 16:26 WIB

Obat antivirus khususnya untuk covid-19 sempat mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu. Kelangkaan tersebut seiring den...

Bandung Raya - Soreang, Terungkap! Ini Penyebab Obat Covid-19 Sempat Langka, obat covid-19,Obat Covid-19 Kimia Farma,Obat Covid-19 langka,Kelangkaan Obat Covid-19,Penyebab Obat Covid-19 langka,obat antivirus,obat antivirus corona,Rekomendasi obat antivirus corona,obat terapi Covid-19

Sempat Menghilang, Obat Covid-19 Diproduksi 2 Juta Butir Tiap Hari

Soreang Kamis, 29 Juli 2021 | 16:21 WIB

Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, obat antivirus khususnya untuk covid-19 yang beberapa waktu lalu sempat susah d...

Bandung Raya - Soreang, Sempat Menghilang, Obat Covid-19 Diproduksi 2 Juta Butir Tiap Hari, Favipiravir,obat antivirus,obat covid-19,Obat Covid-19 Kimia Farma,Favipiravir Obat Covid-19,obat terapi Covid-19

Vanic Cicalengka Dreamland, Bantu Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Soreang Rabu, 28 Juli 2021 | 21:00 WIB

Kegiatan bertajuk Vaksinasi Asyik di Tempat Picnic (Vanic) itu menyasar masyarakat umum sebanyak 600 peserta.

Bandung Raya - Soreang, Vanic Cicalengka Dreamland, Bantu Dongkrak Ekonomi Pariwisata, Vaksinasi Asyik di Tempat Picnic,Vanic,Cicalengka Dreamland,Ekonomi Pariwisata,Kabupaten Bandung

Target 92 Persen Jalan Mantap Kabupaten Bandung Sulit Terealisasi, Ini...

Soreang Rabu, 28 Juli 2021 | 18:00 WIB

 Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan jalan mantap 92 persen pada 2026.

Bandung Raya - Soreang, Target 92 Persen Jalan Mantap Kabupaten Bandung Sulit Terealisasi, Ini Alasannya, Jalan Mantap,Kabupaten Bandung,Jalan Rusak,Perbaikan Jalan

Lebih dari 100 Km Jalan Rusak Berat di Kabupaten Bandung

Soreang Rabu, 28 Juli 2021 | 17:40 WIB

Lebih dari 100 km jalan di Kabupaten Bandung dalam keadaan rusak berat dan membutuhkan perbaikan.

Bandung Raya - Soreang, Lebih dari 100 Km Jalan Rusak Berat di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung,Jalan Rusak Berat,Jalan Kabupaten

artikel terkait

dewanpers
arrow-up