web analytics
  

Covid-19 Lebih Jarang Infeksi Orang Vaksinasi Flu?

Rabu, 31 Maret 2021 12:36 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Covid-19 Lebih Jarang Infeksi Orang Vaksinasi Flu?, vaksinasi influenza,gejala sakit berat Covid-19,Vaksin Influenza,Test Covid-19,Vaksinasi Flu,vírus SARS-Cov-2,kematian pasien Covid-19,kasus infeksi virus corona,pemicu Covid-19,Virus Corona,kasus infeksi Covid-19

[Ilustrasi] Orang yang mendapat vaksinasi influenza terbukti lebih jarang terinfeksi atau alami gejala sakit berat Covid-19. Apakah ada penjelasan medis untuk fenomena ini? (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Orang yang mendapat vaksinasi influenza terbukti lebih jarang terinfeksi atau alami gejala sakit berat Covid-19. Apakah ada penjelasan medis untuk fenomena ini?

Apakah vaksin influenza melindungi kita dari Covid-19? Jika ada efek perlindungan, apa pemicunya? Pertanyaan menarik ini diteliti oleh sebuah tim pakar medis di University of Michigan AS yang dipimpin Ana Colon.

Dikutip dari Suara.com, hasilnya dirilis baru-baru ini dalam American Journal of Infection Control. Para pakar medis meneliti data 27.201 pasien dari Michigan, yang hingga 15 Juli 2020 sudah melakukan test Covid-19. Dari seluruh sampel yang diteliti, sebanyak 12.997 orang sebelumnya sudah mendapat vaksinasi influenza.

Vaksinasi influenza merupakan hal yang lazim dan rutin dilakukan terutama di negara dengan 4 musim. Pada pergantian musim dari musim panas ke musim dingin, biasanya dilakukan vaksinasi dengan vaksin flu terbaru yang sesuai dengan prediksi global dari WHO, terkait jenis vírus flu yang diramal akan menyerang.

Hasil mencengangkan
Kesimpulan dari riset, jumlah yang terinfeksi Covid-19 di kelompok sampel yang sudah vakinasi flu, lebih kecil dibanding kelompok yang tidak divaksinasi. Angkanya 4,0 berbanding dengan 4,9.

Juga kelompok pasien yang mendapat vaksinasi flu dan kemudian terinfeksi vírus SARS-Cov-2, lebih jarang harus dirawat di rumah sakit atau bahkan harus dibantu alat pernafasan buatan ventilator.

Jika harus dirawat di rumah sakit, jangka waktu perawatan kelompok ini juga lebih pendek dibanding yang tidak mendapat vaksin flu. Namun dalam tingkat fatalitas atau kematian pasien Covid-19, tidak ada perbedaan signifikan diantara kedua kelompok yang diriset.

Efek bangkitnya pertahanan tubuh alamiah?
Pertanyaan mendasar bagi para pakar kedokteran itu adalah, apakah ada penjelasan medis atau mikrobiologi dari fenomena ini? Misalnya, terbentuknya sistem pertahanan tubuh alamiah yang kemungkinan diaktifkan oleh vaksin influenza.

Sistem pertahanan tubuh alamiah ini berfungsi independen, tanpa tergantung imunitas antibodi yang terbentuk oleh patogen tertentu. Misalnya pada kasus infeksi virus corona pemicu Covid-19, antibodi yang terbentuk, akan menyerang "spike protein" yang khas pada virus corona untuk melumpuhkannya.

Sebaliknya, sistem pertahanan tubuh alamiah, yang kemungkinan "dibangkitan" oleh vaksinasi, terdiri dari serangkaian elemen antibodi yang beragam. Sistem ini bereaksi tidak spesifik pada patogen atau bibit penyakit tertentu saja.

Armada sistem kekebalan tubuh ini antara lain terdiri dari phagocyt dan sel dendrit yang merupakan sel pemangsa. Juga ada cytocine, sejenis protein yang berperan penting dalam mengaktifkan sel imunitas tubuh. Atau juga yang sudah dikenal luas, Leucocyt alias sel darah putih yang berfungsi melawan segala jenis patogen.

Efek bangkitnya pertahanan tubuh alamiah?
Pertanyaan mendasar bagi para pakar kedokteran itu adalah, apakah ada penjelasan medis atau mikrobiologi dari fenomena ini? Misalnya, terbentuknya sistem pertahanan tubuh alamiah yang kemungkinan diaktifkan oleh vaksin influenza.

Sistem pertahanan tubuh alamiah ini berfungsi independen, tanpa tergantung imunitas antibodi yang terbentuk oleh patogen tertentu. Misalnya pada kasus infeksi virus corona pemicu Covid-19, antibodi yang terbentuk, akan menyerang "spike protein" yang khas pada virus corona untuk melumpuhkannya.

Sebaliknya, sistem pertahanan tubuh alamiah, yang kemungkinan "dibangkitan" oleh vaksinasi, terdiri dari serangkaian elemen antibodi yang beragam. Sistem ini bereaksi tidak spesifik pada patogen atau bibit penyakit tertentu saja.

Armada sistem kekebalan tubuh ini antara lain terdiri dari phagocyt dan sel dendrit yang merupakan sel pemangsa. Juga ada cytocine, sejenis protein yang berperan penting dalam mengaktifkan sel imunitas tubuh. Atau juga yang sudah dikenal luas, Leucocyt alias sel darah putih yang berfungsi melawan segala jenis patogen.

Vaksinasi dan dampaknya pada imunitas keseluruhan
Beragam vaksinasi terbukti berdampak positif pada sistem pertahanan tubuh, sudah dikenal cukup lama olah dunia medis. Dalam riset epidemiologi efek vaksinasi campak misalnya, diamati anak-anak yang mendapat imunisasi, beberapa tahun setelahnya masih memiliki kekebalan lebih tingi melawan beragam patogen dibanding yang tidak divaksinasi.

Atau riset imunologi independen terbaru dari Belanda, yang hasilnya belum mendapat peer review menegaskan kaitan vaksinasi flu dengan rendahnya kasus infeksi Covid-19. Para pekerja kesehatan di berbagai rumah sakit di Belanda yang mendapat vaksinasi flu pada musim dingin 2019/2020, lebih jarang terinfeksi Covid-19 dibanding yang tidak mendapat vaksinasi.

Kelompok yang diriset adalah kelompok kerja aktif yang melakukan cukup banyak kontak dengan orang lainnya, bukan para pensiunan di atas usia 70 tahun yang jarang melakukan konta sosial.

Kemungkinan hanya korelasi?
Tentu saja ada keraguan terkait korelasi vaksinasi flu dengan rendahnya kasus infeksi corona ini. Apakah fenomena ini hanya merupakan korelasi dari kejadian tertentu? Yakni, orang yang divaksinasi flu menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan kontak sosial?

Pasalnya di AS atau Jerman, kebanyakan yang sukarela melakukan vaksinasi flu yang harus membayar ekstra, adalah para manula atau orang dari kelompok risiko dan kelompok komorbid. Sementara kalangan lebih muda dan sehat jarang divaksinasi flu.

Juga di AS, kelompok manula secara sukarela mengisolasi diri, setelah pandemi baru merebak dan memakan ratusan ribu korba jiwa. Sementara kelompok aktif masih tetap harus bekerja normal.

Namun riset dari Michigan menepis adanya korelasi "kebetulan" semacam itu. Indikasinya, para manula biasanya mengembangkan gejala sakit parah jika terinfeksi Covid-19. Sementara riset tim di bawah pimpinan Ana Colon menunjukkan hasil berbeda.

Juga indikasi berikutnya dari para nakes aktif di rumah sakit di Belanda, yang mendapat vaksinasi flu terbukti lebih jarang terifeksi Covid-19, membantah adanya korelasi semacam itu.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

terbaru

Tempe atau Tahu, Sehat Mana?

Sehat Minggu, 9 Mei 2021 | 09:26 WIB

Ahli gizi sendiri sangat menyarankan mengonsumsi keduanya karena sehat, serbaguna, dan sangat murah.

Gaya Hidup - Sehat, Tempe atau Tahu, Sehat Mana?, tahu,tempe,tahu atau tempe,sehat mana tahu atau tempe, makanan sehat

Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:37 WIB

Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Gaya Hidup - Sehat, Rekomendasi Menu Diet Sehat untuk Mendapatkan Tubuh Ideal, Menu Diet Sehat,Tips Kesehatan,Sarapan,makan siang,Makan Malam,Cara Menurunkan Berat Badan,Tubuh Ideal

Baik Untuk Usus, 3 Teh Herbal Ini Cocok Diminum Sebelum Tidur

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 21:35 WIB

Tiga jenis teh herbal ini diketahui dapat meningkatkan kesehatan pencernaan jika diminum sebelum tidur.

Gaya Hidup - Sehat, Baik Untuk Usus, 3 Teh Herbal Ini Cocok Diminum Sebelum Tidur, Teh Herbal,Teh Herbal untuk kesehatan usus,Teh yang Cocok Diminum Sebelum Tidur,cara meningkatkan kesehatan pencernaan,manfaat minum teh herbal sebelum tidur,manfaat minum teh herbal

Jarang Disadari, Ini Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 20:16 WIB

Ketika bicara mengenai perawatan kulit, area kulit di sekitar leher jarang mendapatkan sorotan. Padahal, area kulit di l...

Gaya Hidup - Sehat, Jarang Disadari, Ini Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda, Cara Bikin Kulit Leher Tampak Awet Muda,penuaan kulit,area kulit di leher,kulit leher,penuaan kulit leher,mengatasi penuaan kulit leher

Mudah! Ini Cara Mengatasi Mata Bengkak secara Alami

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:25 WIB

Mata bengkak atau retensi kelebihan cairan di area periorbital bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa di antaranya ad...

Gaya Hidup - Sehat, Mudah! Ini Cara Mengatasi Mata Bengkak secara Alami, Cara Mengatasi Mata Bengkak,Cara Mengobati Mata Bengkak,Mata Bengkak,penyebab mata bengkak,obat mata bengkak

Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Turunkan dan Jaga Berat Badan!

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 19:18 WIB

Konsumsi kacang-kacangan disebut tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga dapat membantu menjaga berat ba...

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi Kacang-kacangan Bisa Turunkan dan Jaga Berat Badan!, Konsumsi kacang-kacangan,Cara Menurunkan Berat Badan,tips menjaga berat badan,cara mempertahankan berat badan,program pemeliharaan berat badan,makan kacang dapat memelihara berat badan

Simak! Ini 5 Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 17:44 WIB

ebagian besar wanita sudah tahu bahwa tanda kehamilan awal umum adalah menstruasi yang terlewat, nyeri payudara, dan mua...

Gaya Hidup - Sehat, Simak! Ini 5 Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan, Tanda Kehamilan yang Jarang Diperhatikan,gejala kehamilan yang jarang diketahui

Jangan Asal Makan! Ini Tips Pertahankan Pola Makan Sehat Saat Lebaran

Sehat Sabtu, 8 Mei 2021 | 17:21 WIB

Kunci utama agar tetap sehat saat merayakan Idulfitri adalah dengan menghidangkan menu makanan serta camilan yang sehat...

Gaya Hidup - Sehat, Jangan Asal Makan! Ini Tips Pertahankan Pola Makan Sehat Saat  Lebaran, Tips Pola Makan Sehat Saat  Lebaran,Hari Raya Idulfitri,Makanan khas Hari Raya Idulfitri,Ragam hidangan Lebaran,kontrol kadar gula darah saat lebaran

artikel terkait

dewanpers