web analytics
  

DPR Protes ke Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Kok Usia 36 Dipensiunkan?

Selasa, 30 Maret 2021 19:51 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, DPR Protes ke Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Kok Usia 36 Dipensiunkan?, BPJS Ketenagakerjaan,DPR RI,DPR Protes ke Dirut BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendesak Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang Ketenagakerjaan untuk merevisi Peraturan Direksi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Manajemen Kepegawaian yang membatasi masa kerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan maksimal usia 36 tahun dengan merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan. 

"Masa pensiun di BPJS Ketenagakerjaan ada 2 jenis, ada yang pensiunnya 57 tahun, ada yang pensiunnya 36 tahun (berlaku bagi pegawai lulusan D3). Ini lembaga yang mempensiunkan orang paling cepat di dunia," ungkapnya saat mengikuti rapat dengar pendapat  Komisi IX DPR RI dengan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2021) dikutip dari dpr.go.id. 

Saleh, meminta agar BPJS Ketenagakerjaan bisa merevisi aturan tersebut. Sebab, usia 36 tahun dinilai masih terlalu muda untuk pensiun. Ia membandingkan, bahkan di negara lain, pensiun akan dilakukan kepada pekerja yang sudah tidak sanggup bekerja.

"Di Australia, kalau ada yang memaksa pensiun dan dia masih sehat, itu pelanggaran. Siapa orang yang memaksa dipensiunkan, itu pelanggaran, karena dia merasa sehat kok. Karena pekerjaan itu adalah bagian dari pada aktualisasi," jelasnya. Menurutnya, meski belum ada data pegawai BP Jamsostek yang dipensiunkan pada usia 36 tahun, namun ia berharap aturan ini tidak dilanjutkan dan segera direvisi.

"Kita mau koreksi itu, masa orang dipensiunkan 36 tahun? 36-40 tahun itu masa kejayaan orang. Nabi-nabi diangkat itu usia 40 tahun. Masa 36 tahun dipaksa pensiun? Ini apa-apaan ini. Orang kalau terlambat daftar kadang-kadang cuma menjabat 10-12 tahun sudah dipensiunkan. Baru saja dia lagi menikmati bekerja, baru dia mengerti bagaimana mengembangkan dirinya di situ, eh sudah diberhentikan. Ini ga rasional," katanya.

Menurut politisi Fraksi PAN itu, langkah BPJS Ketenagakerjaan memberhentikan pekerja di usia 36 tahun  tidak sejalan dengan Pasal 27 ayat (2) UUD NRI 1945, menyebutkan bahwa, “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Ayat tersebut memuat pengakuan dan jaminan bagi semua orang untuk mendapatkan pekerjaan dan mencapai tingkat kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

"Adanya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) itukan memberi jaminan pekerjaan. UUD 1945 juga jelas menyebutkan setiap orang  berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Kalau usia 36 sudah disuruh Pendi ini  melanggar konstitusi nanti dan tidak tidak sesuai dengan semangat SJSN yang kewajiban kita melindungi," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Pendaftaran BLT Sudah Dimulai, Segera Daftar di Link Daerah!

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 19:35 WIB

Pendaftaran BLT sudah dimulai. Cek infonya di daerah masing-masing.

Umum - Nasional, Pendaftaran BLT Sudah Dimulai, Segera Daftar di Link Daerah!, blt,Pendaftaran BLT,BLT UMKM,Syarat BLT UMKM,Pendaftaran BLT UMKM

KPK Tetapkan 2 Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Dana Bantuan Indramay...

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 19:27 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Ade Barkah Surahman (ABS) dan mantan angg...

Umum - Nasional, KPK Tetapkan 2 Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Dana Bantuan Indramayu, kpk,DPRD Jabar,Suap Dana Bantuan Indramayu

Indonesia Catat Penambahan 6.177 Kasus Covid-19

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 16:33 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.589.359 kasus.

Umum - Nasional, Indonesia Catat Penambahan 6.177 Kasus Covid-19, Kasus Covid-19,Indonesia,Pandemi Covid-19,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Kasus Harian Covid-19 Indonesia

Vaksin Nusantara Ternyata Produk Amerika Serikat

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 15:45 WIB

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, Vaksin Nusantara gagasan eks Menteri Kesehat...

Umum - Nasional, Vaksin Nusantara Ternyata Produk Amerika Serikat, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,penelitian vaksin nusantara,vaksin nusantara buatan amerika

Meski Terbatas, Dubes Saudi Optimistis Haji Diselenggarakan Tahun ini

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 15:30 WIB

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Altaghafi optimistis haji bisa diselenggarakan pada 2021, meski kuotanya...

Umum - Nasional, Meski Terbatas, Dubes Saudi Optimistis Haji Diselenggarakan Tahun ini , Jamaah haji 2021,haji 2021,Jamaah Haji,Haji,dubes Arab Saudi

Soal Reshuffle Kabinet, Istana: Sabar Ya ...

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 14:40 WIB

Pihak Istana masih bungkam terkait kapan Jokowi akan mengumumkan reshuffle.

Umum - Nasional, Soal Reshuffle Kabinet, Istana: Sabar Ya ..., Reshuffle Kabinet,Staf Khusus Presiden Indonesia,Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin

Mencari Solusi untuk Industri Musik saat Pandemi

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 14:10 WIB

Para musisi menganggap konser secara virtual masih sulit menggantikan konser yang digelar secara langsung.

Umum - Nasional, Mencari Solusi untuk Industri Musik saat Pandemi, Solusi untuk Industri Musik saat Pandemi,Konser Virtual,musisi Indonesia,Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,Musik,Industri musik

Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Makassar

Nasional Kamis, 15 April 2021 | 14:03 WIB

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menembak mati salah seorang terduga teroris berinisial MT, Kamis 15 Apr...

Umum - Nasional, Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Makassar, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri,Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris,Terduga Teroris,Jamaah Ansharud Daulah (JAD),Tim Densus 88 Anti Teror Polri,kelompok kajian Villa Mutiara,Kelompok Villa Mutiara

artikel terkait

dewanpers