web analytics
  

Motif Myanmar Membuat Rusia Sebagai Kawan Sejati

Selasa, 30 Maret 2021 14:52 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Motif Myanmar Membuat Rusia Sebagai Kawan Sejati , Min Aung Hlaing,Myanmar,Rusia

Panglima Tertinggi militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (Wikipedia)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM--Kedua negara sudah lama menjalin hubungan, tetapi banyak yang terkejut ketika pemimpin junta militer Myanmar menyebut Rusia sebagai teman sejatinya. Mengapa bukan China?

Jenderal Min Aung Hlaing menyatakan hal itu pada parade militer Hari Angkatan Bersenjata Myanmar, di Naypyidaw,Sabtu, 27-3-2021. Hadir pada acara itu   Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin. 

Myanmar pantas menyebutkan julukan itu sebab Russia  bersama China dua kali (2007 dan 2017) memveto resolusi PBB yang menyebut pemerintah Myanmar melakukan pelanggaran HAM, serta perlakuan buruk terhadap suku Rohingya.  

Pada Februari lalu, Dewan Keamanan PBB menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap situasi di Myanmar.  Tetapi Russia menyebut penahanan Penasehat Negara Aung San Suu Kyi merupakan masalah dalam negeri Myanmar. China juga memperingatkan sanksi atau tekanan internasional hanya akan membuat situasi di Myanmar makin memburuk. Mengapa kedua negara bersimpati?

Russia berkepentingan sebab ingin meningkatkan hubungan bilateral perdagangan dan investasi, disamping   menanamkan pengaruh di Asia Tenggara melalui Myanmar yang juga merupakan Perhimpunan Negara-Negara Anggota Asia Tenggara (ASEAN).

Kedua negara juga menyepakati persetujuan kerjasama militer, yang memungkinkan Myanmar mengimpor peralatan militer Rusia. Realisasi kerjasama itu direalisasikan ketika Myanmar  membeli persenjataan militer Rusia sejak 2010-2019. Tentara Rusia juga disebut turut serta dalam defile pada Hari Angkatan Bersenjata Myanmar akhir bulan lalu. 

Nilai hubungan bisnis dan investasi kedua negara  tidak terlalu besar karena anggaran belanja Myanmar terbatas, sedangkan Russia juga menghadapi masalah yang sama. Sehingga target utama hanyalah menanam pengaruh dan dalam jangka panjang melakukan investasi di sektor minyak dan gas.

Hubungan China-Myanmar meningkat sejak Partai Liga Nasional untuk  Demokrasi (NLD) berkuasa. Pada 2010-2011  China berinvestasi besar-besaran di sektor migas, pembangkit tenaga listrik, pertambangan  dan infrastruktur lainnya. Pembangunan PLTA dihentikan setelah rakyat melakukan protes, padahal investasinya US$3 miliar.

Total penanaman modal China di Myanmar sejak 2008 -2018  berjumlah US$20,24 miliar. Adapun impor senjata dari China untuk kurun waktu yang hampir sama berjumlah US$1,3 miliar.

China juga memasukkan Myanmar dalam Belt Road Initiative (BRI) yang antara lain mencakup pembangunan pelabuhan di tepi Teluk Benggala dan jalur transportasi ke provinsi Yunnan di China Barat Daya. Realisasi parakarsa ini akan menghemat waktu impor migas dan pertambangan dari Timur Tengah serta Afrika.     

Tak Disukai

Kalangan militer tidak menyukai ketergantungan terhadap China, apalagi China mendukung suku-suku di perbatasan yang mempunyai hubungan saudara dengan suku-suku di wilayah China. Kiranya hal ini yang menyebabkan militer mengkudeta pemerintah dan menahan Aung San Suu Kyi cs.

Jenderal Ne Win sepanjang masa pemerintahannya  (1962-1981), melaksanakan kebijaksanaan ekonomi tertutup.  Apakah Jenderal Ming Aung Hlaing akan melakukan pola yang sama atau lebih selektif guna mengurangi ketergantungan China, yang sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman? Atau apakah militer khawatir bisnisnya yang sudah menggurita akan tersisih oleh perusahaan-perusahaan dari Singapura, Thailand, Hong Kong, Inggris, Korsel, Vietnam, Malaysia, Belanda, Jepang yang lebih canggih dan efisien?

Lembaga asing seperti Bank Dunia sudah lama menyarankan Myanmar membuka diri dengan dalih meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tetapi Jenderal Min Aung Hlaing hanya menjanjikan akan mengadakan Pemilu setahun lagi dan membuat Rusia sebagai kekuatan penyeimbang, belum sebagai sahabat sejati.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Butuh Stamina dan Kesabaran Sebelum Berfoto di Warung Nasi Mang Ade

Netizen Minggu, 16 Mei 2021 | 13:30 WIB

DI kalangan para goweser, Warung Nasi  Mang Ade bukanlah nama yang asing.

Netizen, Butuh Stamina dan Kesabaran Sebelum Berfoto di Warung Nasi Mang Ade, Warung Nasi Mang Ade,Sepeda,MTB (mountain bike),Liburan,Jalan Raya Puncak,Kabupaten Bogor

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

artikel terkait

dewanpers