web analytics
  

Hari Film Nasional: Loetoeng Kasaroeng Tayang di Bandoeng 1926

Selasa, 30 Maret 2021 11:07 WIB Gelar Aldi S
Bandung Raya - Bandung, Hari Film Nasional: Loetoeng Kasaroeng Tayang di Bandoeng 1926, Hari Film Nasional,Sejarah Hari Ini,30 Maret,31 Desember 1926,Loetoeng Kasaroeng,Bioskop Elita,Bioskop Palaguna,Sejarah Film Indonesia,Bandung,Masa Kolonial,Hindia Belanda,Bioskop,Pandemi Covid-19,Bandoeng

Poster film Loetoeng Kasaroeng, karya pertama buatan sineas lokal (Bandoeng) yang tayang di layar lebar bioskop Indonesia. (Wikimmedia Commons)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Menonton film itu aktivitas yang menyenangkan. Terlebih bila dilakukan dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga atau kekasih. Menonton film juga syahdu, bila dilakukan pada momen yang pas, seperti saat Hari Film Nasional pada 30 Maret setiap tahunnya.

Beberapa film Indonesia sukses go International. Tembus di beberapa festival internasional dan bahkan membawa sederet penghargaan dari luar. Sayang sekali, kita tak bisa menikmatinya saat ini, akibat pandemi.

Film Indonesia masa sekarang tak terlepas dari perkembangan sejarahnya. Pada 31 Desember 1926 atau sekitar 95 tahun lalu, perfilman Indonesia mengukir sejarah, film pertama berhasil dibuat oleh sineas Indonesia adalah dengan judul Loetoeng Kasaroeng. Film itu merupakan film lokal pertama yang diputar di layar lebar.

Tayangnya Loetoeng Kasaroeng kala itu menjadi angin segar bagi perfilman Indonesia, di tengah serbuan film-film produksi luar negeri dengan tema khas Eropa atau Amerika dan India (Bollywood). Bahkan saat itu tidak semua rakyat Indonesia bisa menikmati film bioskop, sehingga penayangan Loetoeng Kasaroeng menjadi tonggak awal perkembangan film lokal.

Film ini diputar perdana di Bioskop Elita (yang kini lahan eks Bioskop Palaguna), Bandoeng (baca: Bandung), pada 31 Desember 1926. Selain di Elita, bioskop-bioskop lain yang pada masa itu menjadi primadona perbioskopan juga menanyangkan Loetoeng Kasaroeng, seperti bioskop Elite (Majestic) dan Bioskop Oriental. Film berdurasi selama satu jam sesuai standar film Hollywood saat itu tayang selama satu minggu, tepatnya sampai 6 Januari 1927.

Loetoeng Kasaroeng adalah film hasil garapan NV Java Film Company. Perusahaan perfilman yang didirikan L. Heuveldorp dan G. Krugers. L. Heuveldorp, merupakan warga Belanda yang kenyang pengalaman akan pembuatan film di Amerika, sedangkan G. Krugers ialah juru kamera blasteran Indonesia-Belanda yang menetap di Bandung.

G. Krugres adalah keponakan Boosie, seorang pengusaha perkebunan di Bandung yang tenar dengan sebutan "Raja Bioskop" di Bandung. Berkat kedekatan Krugres dengan sang paman, Krugres mendapat banyak ilmu mengenai perfilman.

Ketika itu, pembuatan film Loetoeng Kasaroeng mendapat dukungan dari Bupati Bandung, Wiranatakusumah V. Sang Bupati juga punya rencana untuk mendorong dan memajukan kesenian Sunda agar bisa terselbar luas dan dinikmati oleh pelbagai kalangan. Ia juga berharap nantinya akan muncul inisiatif dari beberapa pihak untuk menggiatkan film dari Indonesia, dan Bupati pun mendukung langkah tersebut dengan mendanai penggarapan film. 

Tak hanya itu, Wiranatakusumah V juga memberikan izin kepada putri dan keponakannya untuk tampil dalam film Loetoeng Kasaroeng. Dalam film itu, mereka akan adu akting bersama aktor dan aktris keturunan Indo-Belanda dan Tionghoa. Meski pada saat itu masih bergentayangan isu tabu, mengenai gadis-gadis priayi Priangan untuk pentas di sebuah perntujukkan terbuka.

Intisari dari Film Loetoeng Kasaroeng adalah cerita dari sebuah legenda terkenal dari Sunda, yang menceritakan tentang Purbasari berpacaran dengan seekor lutung. Ternyata lutung itu Guru Minda, pangeran tampan yang dikutuk menjadi lutung oleh ibunya sendiri, Sunan Ambu.

Dalam kreditnya, pemutaran film perdana itu dipersembahkan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, ACD de Graeff (1926-1931). Belakangan legenda itu juga difilmkan ulang, masing-masing tahun 1952 oleh Touw Film dan tahun 1983 oleh Inem Film.

Saat ini,Loetoeng Kasaroeng banyak muncul dalam buku ataupun televisi Indonesia. Cerita rakyat ini ditulis oleh seniman Belanda Tilly Dalton dan bukunya disumbangkan kepada KITLV di Leiden, Holland.

Film di Indonesia Pasca-Loetoeng Kasaroeng

Pengunjung menyaksikan film yang di putar di Bioskop CGV 23 Paskal, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jumat (19/3/2021). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menyebutkan Bioskop yang beroperasi pada masa pandemi Covid-19 masih minim pengunjung meski telah kantongi izin dengan jumlah kunjungan hanya sekitar 10 persen dibandingkan dengan keadaan normal sebelum pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Munculnya bioskop-bioskop modern di Indonesia mendorong produksi film untuk terus tumbuh dan berkembang. Untuk kurun waktu tahun 2000 hingga 2004 saja, dari Katalog Film Indonesia 1926 - 2007 yang disusun oleh JB. Kristanto, tercatat sebanyak 74 film telah beredar di bioskop. Artinya, dalam waktu kurun lima tahun, rata-rata hampir 15 film diproduksi per tahun.

Jumlah rata-rata itu akan semakin bertambah seiring peminat dan kualitas film itu sendiri. Pertumbuhan ini terbukti pada 2019 lalu. Sepanjang 2019, tahun katalog menunjukkan terdapat 129 judul film yang diproduksi dengan jumlah total 51.901.745 penonton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dengan naik sebesar 1,38 persen dari perolehan 51.192.832 penonton di 2018.

Tak hanya di sisi produksi film dan jumlah penonton yang naik saja, dari segi pertambahan layar bioskop pun dari tahun ke tahun mengalami kenaikkan. Mengutip dari filmindonesia.or.id, sepanjang tahun 2019 terdapat penambahan 78 bioskop dengan 286 layar dari 5 bioskop berjaringan dan juga bioskop independen. Penambahan terjadi di 43 kota di 19 provinsi. 37 bioskop berada di ibu kota provinsi, dan 41 bioskop berada di kota dengan status kota/kabupaten. Di akhir Desember 2019, terdapat 508 bioskop dengan 2.110 layar.

Dari segi penghargaan terhadap film Indonesia, pada Festival Film Indonesia (FFI) 2019, film Kucumbu Tubuh Indahku menyabet delapan penghargaan sekaligus, termasuk di dalamnya kategori film dengan cerita panjang terbaik dan sutradara terbaik. 

Sebelumnya, film garapan Garin Nugroho tersebut mendapatkan pelarangan pemutaran di berbagai daerah. Selain larangan tayang, film itu juga mendapat tentangan keras dari berbagai pihak karena dinilai menampilkan citra LGBT.

Tak hanya meraih penghargaan Citra terbanyak di FFI 2019, Kucumbu Tubuh Indahku mendapat penghargaan di beberapa festival internasional, di antaranya Festival des 3 Continents 2018 dan Asia Pacific Screen Award 2018. Tak hanya menunjukkan capaian estetik, pemberian penghargaan di FFI juga seolah menyuarakan keberpihakan industri film Indonesia pada masalah kebebasan berekspresi dan isu aktual lainnya.

Malang, pada tahun 2020, perindustrian film Indonesia harus anjlok oleh hal yang bukan campur tangan manusia. Dalam laporan Pemandangan Umum Industri Film 2020, pukulan Covid-19 terhadap perfilman Indonesia datang lebih dini sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo resmi menanggapi Covid-19 setelah Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi bencana non-alam pada 13 April 2020.

Sementara pengambil kebijakan tarik-ulur pada bulan Maret. Sejumlah produser film Indonesia tak bisa mengelak dari bayang-bayang kerugian finansial dan merancang ulang skenario produksi film dalam beradaptasi dengan perkembangan situasi bencana kesehatan. Hingga akhir Maret 2020, jadwal penayangan sepuluh film Indonesia bahkan ditunda, yaitu: KKN di Desa Penari, Tersanjung The Movie, Jodohku Ke Mana?, Roh Mati Paksa, Djoerig Salawe, Malik & Elsa, Tarung Sarung, Serigala Langit, Generasi 90-an: Melankolia, dan Bucin.

Sebelum diberlakukannya kebijakan penutupan sarana hiburan, salah satunya bioskop, sebagai upaya pencegahan penyebaran rantai Covid-19 yang semakin naik di Indonesia, tercatat dari Januari—Maret 2020 terdapat delapan bioskop baru dengan 35 layar. 

Penutupan bioskop selama tujuh bulan, mulai dari April hingga Oktober 2020, berakibat paling tidak sedikitnya pada 60 persen jumlah jam tayang film yang hilang dalam satu tahun. Dalam hal ini, pihak Asosiasi Produser Film Indonesia pun belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait secara rinci tentang berapa judul film yang harus ditunda penayangannya di bioskop hingga pertengahan Oktober 2020.

Di Bandung, berdasarkan aturan Perwal Kota Bandung Nomor 46 Tahun 2020 terdapat relaksasi untuk tempat hiburan, salah satunya dengan pembukaan bioskop. Dari laporan yang didapatkan Ayobandung.com pada Jumat (9/10/2020), setidaknya ada sembilan bioskop dari jaringan CGV dan XXI yang dibuka, di antaranya CGV PVJ, CGV Miko Mall, CGV BEC, CGV Paskal, CGV Metro Indah Mall, CGV Kings, XXI Ciwalk, XXI Ubertos, dan Cineapolis Istana Plaza.

Meski dengan pembatasan kapasitas penonton yang harus dikurangai sampai 50 persen dari keadaan normal, diberlakukannya jam operasional yang mesti mengikuti aturan PSBB dan PPKM Mikro, pembukaan bioskop ini merupakan sebuah asa yang kembali mengudara setelah hampir setahun asa itu terpendam dalam-dalam oleh suatu hal yang di luar jangkuan manusia. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lan...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:42 WIB

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) menggandeng lulusan Fakultas Psikologi untuk menyiapkan psik...

Bandung Raya - Bandung, Bantu Vaksinasi di Jabar, IKA Unpad Gandeng Psikolog Kurangi Tensi Lansia, IKA Unpad,aturan vaksinasi lansia,vaksinasi lansia di Bandung,Vaksinasi Lansia,Psikolog Unpad dampingi vaksinasi lansia

Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselama...

Bandung Senin, 19 April 2021 | 11:26 WIB

Pada pukul 05.45 WIB, kebakaran melalap bangunan Cafe & Resto Chinook di area Hotel Riau, Jalan R.E Martadinata, No.191,...

Bandung Raya - Bandung, Si Jago Merah Lahap Kafe Chinook Hotel Riau, 7 Orang Berhasil Diselamatkan, Kebakaran Hotel Riau,Hotel Riau terbakar,Kebakaran Cafe & Resto Chinook,kebakaran Bandung,kebakaran Bandung Hari ini,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Nomor darurat Diskar PB

Hotel Riau Bandung Terbakar Senin Pagi

Bandung Senin, 19 April 2021 | 09:54 WIB

Insiden kebakaran dilaporkan terjadi di Hotel Riau, Jalan R.E Martadinata, No.191, Kelurahan Cihapit, pada Senin, 19 Ap...

Bandung Raya - Bandung, Hotel Riau Bandung Terbakar Senin Pagi, Kebakaran Hotel Riau,Hotel Riau terbakar,kebakaran Bandung,kebakaran Bandung Hari ini,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung

Prakiraan Cuaca Bandung 19 April 2021, Turun Hujan Siang hingga Malam

Bandung Senin, 19 April 2021 | 07:00 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan turun di siang hingga malam hari

Bandung Raya - Bandung, Prakiraan Cuaca Bandung 19 April 2021, Turun Hujan Siang hingga Malam, Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021

Bandung Senin, 19 April 2021 | 05:45 WIB

Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bandung 19 April 2021, SIM Bandung,perpanjangan sim bandung,Syarat permohonan SIM Bandung,Cara Buat SIM Bandung,SIM Kota Bandung,Perpanjangan SIM Kota Bandung,Jadwal SIM Kota Bandung,SIM Keliling Bandung,Jadwal SIM Keliling Bandung,SIM Online Polrestabes Bandung,SIM Online Keli

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021

Bandung Senin, 19 April 2021 | 03:00 WIB

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021

Bandung Raya - Bandung, Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung 19 April 2021, Waktu imsak Bandung,jadwal imsak Bandung dan sekitarnya,jadwal imsak bandung hari ini,Jadwal imsak bandung,jadwal buka puasa Bandung,Jadwal Salat Bandung

Tips Sederhana Hindari Hoaks, Agar Pahala Ramadan Makin Lancar

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 17:05 WIB

Salah satu hoaks yang sering muncul saat Ramadan dan menjelang Idulfitri berkaitan dengan Tunjangan Hari Raya (THR).

Bandung Raya - Bandung, Tips Sederhana Hindari Hoaks, Agar Pahala Ramadan Makin Lancar, Hoaks,Pahala Ramadan,Ramadan,Lebaran,Tunjangan Hari Raya (THR),Idulfitri,Pemeriksa Fakta Senior Jabar Saber Hoaks (JSH) Alfianto Yustinova,Jabar Saber Hoaks (JSH)

Waspada! Ini Hoaks yang Kerap Muncul Saat Bulan Ramadan

Bandung Minggu, 18 April 2021 | 14:02 WIB

Berbagai macam hoaks kerap kali muncul dan jadi langganan viral saat Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Ini Hoaks yang Kerap Muncul Saat Bulan Ramadan, Hoaks,Ramadan,Vaksin,Halal-Haram,Halal-Haram Vaksin Covid-19,Pandemi Covid-19,Lebaran,Tunjangan Hari Raya (THR)

artikel terkait

dewanpers