web analytics
  

Ruang Limbah: Platform Digital Atasi Masalah Sampah dan Limbah

Minggu, 28 Maret 2021 17:02 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Komunitas, Ruang Limbah: Platform Digital Atasi Masalah Sampah dan Limbah, Ruang Limbah,Sampah,Limbah

Ilustrasi sampah. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM- Seiring dengan terus bertambahnya populasi penduduk, timbunan sampah di Indonesia juga semakin besar, dan kualitas lingkungan pun semakin menurun. Keadaan semakin diperparah oleh ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Di tengah permasalahan yang sangat krusial tersebut, Ruang Limbah hadir sebagai komunitas berbasis platform digital  yang berfokus pada pengolahan sampah dan limbah.

Salah satu co-founder dari Ruang Limbah, Neng Vivie Nurfauziah Rukmini menuturkan, Ruang Limbah adalah bentukan dari inisiatif sang founder, Bergas Pamungkas yang resah terhadap banyaknya sampah di lingkungannya.

"Pastinya Ruang Limbah ini hadir karena keresahan Bergas sama banyaknya sampah di sekitar lingkungannya. Ditambah masalah lingkungan ini termasuk permasalahan yang sangat urgent, sehingga mau tidak mau hal ini harus kita prioritaskan. Akhirnya kita mendapat ide untuk mengolah sampah-sampah ini menjadi suatu produk. Selain dapat menghasilkan uang, pun kita sebagai anak muda juga bisa berinovasi lebih di bidang ini (pengolahan sampah dan limbah)," terang Nurfa kepada Ayobandung.com, Minggu (28/3/2021).

Sedangkan untuk jenis limbah yang diolah oleh timnya adalah limbah secara general. "Untuk pengolahannya, Ruang Limbah itu secara general ke penanganan seluruh jenis limbah, baik itu limbah plastik, elektronik, makanan, dan sebagainya," tambahnya.

Nurfa menjelaskan saat ini Ruang Limbah telah dan sedang jalan memproduksi pupuk organik yang bekerja sama dengan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di daerah Purwokerto. Pupuk organik ini selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh daerah.

"Kita kebetulan sekarang lagi proses pembuatan pupuk organik olahan dari sampah dan limbah. Sebenarnya pupuk organik ini sudah kita jual ke orang terdekat dulu, untuk distribusi ke luar kota itu belum bisa karena uji labnya masih berjalan jadi legalitasnya masih kurang," jelas Nurfa.

Di samping produk pupuk organik, Ruang Limbah juga berencana menggarap proyek dengan perusahaan kelapa sawit dari Korea Selatan. Limbah dari perusahaan tersebut akan diolah oleh Ruang Limbah.

Selain Bergas dan Nurfa, ada David Cornelis yang juga ikut andil dalam pendirian Ruang Limbah ini. Ruang Limbah dibentuk sejak Juli 2020 dan berbasis di Purwakerto. Mereka juga aktif mengkampanyekan masalah lingkungan khususnya pengolahan sampah dan limbah di Instagran @ruanglimbah. Ruang Limbah juga membuka konsultasi yang bisa dikunjungi melalui website www.ruanglimbah.com.(Maswanajih)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah

Komunitas Kamis, 6 Mei 2021 | 04:10 WIB

5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah

Gaya Hidup - Komunitas, 5 Tanaman Hias Pembersih Udara di Rumah, Tanaman Hias,tanaman pembersih udara,tanaman hias indoor,tanaman hias rumah,Lidah Buaya,Kaktus,lidah mertua,Cocor Bebek,tanaman kupu-kupu

Yuk Pilih! 11 Tanaman Hias Premium untuk Percantik Rumah Saat Lebaran

Komunitas Selasa, 4 Mei 2021 | 01:16 WIB

Selain membuat suasana asri, tanaman hias juga bisa membuat rumah Anda menjadi lebih instagramable sebagai tempat berfot...

Gaya Hidup - Komunitas, Yuk Pilih! 11 Tanaman Hias Premium untuk Percantik Rumah Saat Lebaran, tanaman hias Lebaran,Merawat Tanaman Hias,tanaman hias premium terbaik,tanaman hias terbaik,tanaman hias paling mahal di dunia,tanaman hias paling bagus

Bandung Doodle Art, Komunitas yang Berawal dari Hobi

Komunitas Senin, 3 Mei 2021 | 14:51 WIB

Salah satu wadah dan tempat untuk orang-orang yang menyukai ataupun ingin mempelajari doodle art adalah Komunitas Bandun...

Gaya Hidup - Komunitas, Bandung Doodle Art, Komunitas yang Berawal dari Hobi, Bandung Doodle Art,komunitas Bandung,Doodle

Tanaman Hias Janda Bolong, Harganya Tak Bisa Bohong

Komunitas Sabtu, 24 April 2021 | 07:28 WIB

Janda bolong bisa dijual mencapai puluhan juta per daunnya.

Gaya Hidup - Komunitas, Tanaman Hias Janda Bolong, Harganya Tak Bisa Bohong, Tanaman Hias Janda Bolong,Janda Bolong,harga janda bolong,Tanaman Varigata,Daun varigata,Beli janda bolong

5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik, Kamu yang Mana?

Komunitas Selasa, 20 April 2021 | 18:25 WIB

Mulai dari teknik penyiraman hingga teknik pencahayaan Matahari harus diperhatikan oleh pencinta tanaman hias.

Gaya Hidup - Komunitas, 5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik, Kamu yang Mana?, Tanaman Hias,5 Langkah Bikin Tanaman Hias Lebih Cantik,Minaqu Home Nature Kota Bogor,tanaman hias bogor,Tanaman Hias Adalah,cara mempercantik tanaman hias

Prediksi Tanaman Hias yang Bakal Tren di 2021

Komunitas Selasa, 20 April 2021 | 11:39 WIB

Tanaman hias mulai tren saat pandemi COVID-19 melanda. Lantas, apakah tren tersebut akan bertahan pada 2021?

Gaya Hidup - Komunitas, Prediksi Tanaman Hias yang Bakal Tren di 2021, Tanaman Hias,Prediksi tanaman hias,prediksi tanaman hias 2021,tren tanaman hias 2021,tanaman hias 2021,tanaman hias populer 2021

Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor, Ada yang Punya Kamu?

Komunitas Senin, 19 April 2021 | 22:21 WIB

Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor

Gaya Hidup - Komunitas, Ini Tanaman Hias Paling Dicari di Bogor, Ada yang Punya Kamu?, Tanaman Hias,tanaman hias bogor,janda bolong bogor,tanaman favorit warga bogor,tanaman langka di bogor,tren tanaman hias 2021

5 Tanaman Hias Paling Dicari di Indonesia, Harga hingga Puluhan Juta

Komunitas Senin, 19 April 2021 | 13:07 WIB

Salah satu hobi yang tak akan pernah mati adalah mengoleksi beragam jenis tanaman hias. Tentu para pecinta tanaman hias...

Gaya Hidup - Komunitas, 5 Tanaman Hias Paling Dicari di Indonesia, Harga hingga Puluhan Juta, Tanaman Hias,daftar tanaman hias,harga tanaman hias,tanaman hias populer,tanaman hias paling diburu di indonesia,Aglonema,Janda Bolong,sri rejeki,Kamboja,gelombang cinta,tanaman hias populer di indonesia,tanaman hias terpopuler

artikel terkait

dewanpers