web analytics
  

Sepak Bola dan Ruang Impian Anak

Rabu, 24 Maret 2021 14:50 WIB Netizen Deni Hendarson Rakasa
Netizen, Sepak Bola dan Ruang Impian Anak, Sepak Bola dan Ruang Impian Anak,Sepak Bola,Ruang Impian Anak,Persib,Iwan Fals,Mereka Ada di Jalan

Ilustrasi permainan sepak bola. (Unsplash/Emilio Garcia)

Deni Hendarson Rakasa

Penulis adalah Pemerhati Lingkungan dan warga Kota Bandung

"Anak kota tak punya tanah lapang. Sepak bola menjadi barang yang mahal, bagi mereka yang punya uang saja, sementara kita disini di jalan ini," senandung Iwan Fals, dalam lagu Mereka Ada di Jalan (1992).

Kita tahu sepak bola adalah olahraga yang sangat populer dan digemari oleh berbagai kalangan. Tidak memandang usia, baik tua maupun muda, dan anak anak adalah generasi yang tahu jika sepak bola adalah dunia yang dimilikinya saat bermain.

Sepak bola, olahraga yang sangat kental akan sarat kebersamaan, kekompakan, dan satu tujuan dari para pelakon sandiwara lapangan hijau. Mereka harus membuang egonya 2x45 menit. Sepak bola adalah harmoni di dalam menumbuh-kembangkan rasa solidaritas tinggi sportivitas, instrumen pemersatu, kerukunan, toleransi, dan juga alat kebersamaan yang merakyat.

Tak mengherankan Persib menjadi ikon Kota Bandung dan Jawa Barat. Adalah sebuah kebanggaan jika kita yang di provinsi ini ada klub sepak bola yang mewakili hatinya. Hal itu menunjukkan jika sepak bola merupakan bagian dari keseharian mereka. Bayangkan saja jika Maung Bandung bertanding, semua tercurah untuk mendukungnya.

Kita  tahu hari ini kita berada di tengah -tengah pandemi yang tak pasti kapan berakhirnya. Saat ini anak-anak sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau  sekolah Daring (online school) yang mewajibkan anak anak sekolah memakai atau menggunakan media komunikasi daring tanpa bertatap muka secara langsung. Tetapi hantu kejenuhan mulai melanda dan butuh sekali mereka melakukan kegiatan positif yang baik bagi kesehatan; dan salah satunya ialah berolahraga.

Kita tahu bermain sepak bola membutuhkan sarana dan prasarana yang baik. Ruang terbuka hijau di perkotaan sangatlah terbatas, berbeda dengan di pedesaan. Bagi anak anak di wilayah perkotaan yang mempunyai hobi atau ketertarikan dengan sepak bola sangatlah sulit sebab keterbatasan ruang dan lahan terbuka. Kalau ada, mereka pun harus berpatungan, menyisihkan sebagian uang jajan pemberian orangtua untuk menyewa sebagian lahan/ruang yang dipakai. Alternatifnya adalah futsal ,tetapi seringkali hal itu teramat mahal baginya. Bermain sepak bola di jalanan berbahaya juga.

El Fatih Irgie, misalnya, seorang anak kelahiran tahun 2013 yang saat ini berusia 7 tahun. Lahir di Bandung dari keluarga yang sederhana, memiliki impian besar untuk menjadi seorang pesepak bola dunia. Mungkin anak-anak lainnya juga memiliki impian yang sama dengannya.

Di antara aktivitas kesehariannya adalah belajar dirumah, bola kaki dari plastik bergulir ke halaman sempit dalam gang. Tampak rasa ingin menendang bola bersama teman temannya. Langkah-langkah  kaki kecilnya menendang bola kaki di atas jalanan gang. Sesekali terhenti karena ada orang atau motor yang lewat.

Gelora semangat kecintaannya bermain sepakbola serta keringat yang membasahi badannya memperlihatkan akan rasa juang untuk bermain sepakbola. Senyum lebar, canda tawa dan rasa bahagia tampak jelas dari raut mukanya. Realita seorang bocah yang suka akan sepak bola.

Di usianya yang masih dini tidak menyurutkan semangat seorang anak kecil untuk terus berkiprah dalam berolahraga, apalagi dengan fasilitas seadanya. Tetapi mungkin saja dari hal ini lahir Febri Haryadi baru di Kota ini.

Peran bimbingan dan pengawasan dari seorang ibu tak pernah luput dan lepas mengingat saat ini kita masih dalam masa pandemi. Di sisi lain, tanpa disadari, bermain sepakbola bagi anak-anak menjadi salah satu alat pengikis langsung ketergantungan terhadap gadget.

Ya benar sekali , saat ini  bukan hanya ada pandemi virus Covid-19 saja,  namun ketergantungan anak -anak kepada gadget suatu saat nanti akan menjadi sebuah ancaman besar jika dibiarkan begitu saja, tanpa adanya bimbingan dan peran pengawasan dari orang tua. Hasilnya anak-anak saat ini akan mempunyai karakter yang individualistis, intoleransi dan kurang percaya diri.

Sudah sepantasnya, kepedulian dan kecintaan kita sebagai orangtua terhadap anaknya untuk segera membatasi agar tidak ketergantungan kepada gadget dan disalurkan terhadap kegiatan kegiatan positif salah satu diantaranya ialah berolahraga. Baik olahraga sepak bola ataupun cabang olahraga lainnya. Tentunya saat ini dengan didasari Protokol kesehatan dan peran bimbingan kita sebagai orangtua mendorong anak berolah raga sangat dibutuhkan..

“Doa dan harapan besar dari seorang ibu” tetap Menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi penting.

Semoga suatu saat nanti pandemi segera berakhir dan banyak terlahir pemain sepak bola kelas dunia dari negeri tercinta ini. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

artikel terkait

dewanpers