web analytics
  

Miris, Anak Muda Sekarang Tak Tahu Peristiwa Bandung Lautan Api

Rabu, 24 Maret 2021 11:30 WIB Gelar Aldi S
Bandung Baheula - Baheula, Miris, Anak Muda Sekarang Tak Tahu Peristiwa Bandung Lautan Api, Bandung Lautan Api (BLA),monumen bandung lautan api,Taman Tegalega,Sejarah Bandung,Anak Muda

Monumen Bandung Lautan Api di Jalan BKR, Ciateul, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Bandung Lautan Api tergolong salah satu tonggak sejarah yang paling heroik dalam mempertahankan kemerdakaan Indonesia dari aksi penjajah. Peristiwa ini pun diabadikan dalam berbagai bentuk karya seni, seperti lagu, film, dan juga monumen.

Monumen menjadi ornamen penting yang bisa dijadikan simbol sejarah dan makna akan perjuangan masyarakat dalam melawan penjajah demi mempertahankan kemerdakaan Indonesia.

Monumen Bandung Lautan Api (BLA) sendiri terletak di Jalan BKR, Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. Pada monumen setinggi sekitar 45 meter ini terdapat bentuk kobaran api di ujung atas monumen.

Dalam pembuatannya, monumen tersebut didesain oleh seniman sekaligus dosen Seni Rupa ITB, Sunaryo, pada 1981.

Ketika Ayobandung.com mengunjungi ke monumen BLA berada pada Jumat (19/3/2021) pagi, sekitaran monumen sedang dibersihkan oleh petugas kebersihan dari UPT Tegalega. Para petugas kebersihan berseragam merah bertuliskan "UPT TEGALEGA" di bagian belakang seragam, celana kargo panjang membawa berbagai macam perkakas kebersihan, seperti sapu lidi, alat pemotong rumput, karung untuk menampung sampah.

Para petugas membersihkan sampah-sampah daun yang berguguran di area monumen, baik di bundaran sekitaran tugu, maupun area Tegalega sendiri. Ada pula yang memotong rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitaran tugu.

Tidak banyak orang yang mengunjungi tugu BLA kala pandemi Covid-19, sebab tugu BLA harus ditutup. Kalaupun ingin berkunjung ke tugu, pengunjung hanya bisa memandang keelokan monumen BLA kurang lebih dari jarak 40 meter, sebab terdapat pagar-pagar yang dipasang mengelilingi tugu.

Meski begitu, pengunjung di sekitaran Tegalega masih tetap ramai. Mereka melakukan beragam kegiatan, seperti berolahraga lari, membuka dagangan untuk sarapan, atau menjual berbagai macam busana. Di sana pula terdapat toko bunga dan toko tanaman.

Untuk memastikan pengetahuan masyarakat, Ayobandung.com pun mencoba bertanya mengenai Monumen BLA ke beberapa pengunjung di kawasan Tegalega.

Arfi (12), misalnya. Bocah kelas enam SD ini sedang berolahraga bareng bersama ibunya di Tegalega. Ia tak sungkan mengakui dirinya bahkan belum tahu nama dari monumen tersebut.

"Gak tahu," ujarnya singkat ketika Ayobandung.com, Jumat (19/3/2021).

Sedikit berbeda dengan Habil (17) yang hanya tahu soal nama tugu yang menjulang di Tegalega. Akan tetapi ia tak dapat menjelaskan inti peristiwa BLA kepada Ayobandung.com.

Firdaus (18) pun demikian. Laki laki yang masih duduk di kelas tiga SMA ini mengaku hanya tahu kepanjangan dari BLA itu sendiri.

Ketika disinggung untuk menceritakan singkat peristiwa BLA, pengunjung lain bernama Azhar pun menyebut dirinya lupa kronologis peristiwa bersejarah bagi penduduk Bandung ini.

"Gak tahu inti peristiwanya sih," ujar Azhar.

Beda halnya dengan Padli (21), mahasiswa asal Unpas ini cukup mendingan, meski ingat-ingat lupa akan peristiwa Bandung Lautan Api.

Ia menjelaskan, monumen BLA merupakan tugu yang memperesentasikan peristiwa penghangusan Bandung sebagai bentuk perlawan Bandung terhadap penjajah kala itu.

"Peristiwa bumihanguskan Bandung supaya Bandung bebas dari penjajah," kata Padli.

"Kalau tanggal kejadian peristiwanya lupa," imbuhnya.

Lalu ada Verry (24) yang sedikit mampu menjelaskan kronologis peristiwa BLA secara singkat.

Sebagai sikap warga lokal yang cinta kepada Bandung, menurut Verry, warga Bandung pun berinisatif untuk melakukan pembakaran kota Bandung sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah agar tidak terus menerus dijajah.

Ketika ditanyai soal pawai obor peristiwa BLA, Verry mengaku dirinya pernah mengikuti pawai obor dalam memeringati peristiwa BLA.

"Dulu pernah ikut, keliling kota Bandung gitu, pokoknya Maret [tetapi lupa tanggal tepatnya]," kata Verry. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Sejarah Masjid Cipaganti dan Jejak Wolff Schoemaker di Bandung

Baheula Kamis, 10 Juni 2021 | 13:45 WIB

Sebenarnya, sejarah Masjid Cipaganti dan jejak Wolff Schoemaker di Bandung, sama-sama kompleks. Deskripsi keduanya berke...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Masjid Cipaganti dan Jejak Wolff Schoemaker di Bandung, Sejarah Masjid Cipaganti,Wolff Schoemaker,Bandung,Masjid Cipaganti

Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung

Baheula Jumat, 21 Mei 2021 | 20:00 WIB

Keberadaan alun-alun senantiasa jadi satu kesatuan dengan masjid raya dan bangunan pemerintahan lainnya.

Bandung Baheula - Baheula, Dari Bambu ke Menara, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung, Kronologi Perubahan Masjid Raya Bandung,Masjid Raya Bandung,Alun-alun,Kota Bandung,Sejarah

Nostalgia: Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa

Baheula Kamis, 20 Mei 2021 | 19:05 WIB

Jalan Braga memang tidak terlalu panjang secara fisik, tetapi uraian sejarahnya sama sekali tidak pendek.

Bandung Baheula - Baheula, Nostalgia: Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa, Perubahan Jalan Braga dari Masa ke Masa,Jalan Braga,Sejarah,Kota Bandung,Jalan Culik,Jalan Pedati,Jalan Wanayasa,Karrenweg,Bragaweg

Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an

Baheula Senin, 10 Mei 2021 | 17:35 WIB

Tak jauh dari keramaian Jalan Braga dan Asia Arfrika, di pusat Kota Bandung, tersisa situs sejarah terpencil.

Bandung Baheula - Baheula, Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an, penjara banceuy,Bandung,Tahun 1930-an,Soekarno,Sejarah

Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega

Baheula Kamis, 6 Mei 2021 | 16:25 WIB

Sang jenius berusaha untuk mendarat darurat di Lapangan Tegalega, Bandung, namun gagal.

Bandung Baheula - Baheula, Tewasnya Laksda Udara dalam Kecelakaan Pesawat di Tegalega, Nurtanio Pringgoadisuryo,Tegalega,Kota Bandung,Pesawat,Kecelakaan,Kerusakan Mesin,Jokowi

Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung 

Baheula Rabu, 5 Mei 2021 | 16:40 WIB

Di samping kultur sepak bola yang sudah mendarah daging, Bandung sebetulnya punya klub bisbol legendaris yang layak diba...

Bandung Baheula - Baheula, Dari Rebocco Sampai Red Fox, Urat Nadi Sejarah Bisbol Bandung , Sejarah Bisbol Bandung,Rebocco,Red Fox,Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia,Perbasasi Bandung

Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung

Baheula Selasa, 4 Mei 2021 | 15:00 WIB

Namanya berubah-ubah, dari Insulindepark sampai Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, begitu pula fungsinya.

Bandung Baheula - Baheula, Hilangnya Insulindepark dan Sejarah Taman Lalu Lintas di Bandung, Taman Insulinde,Insulindepark,Taman Lalu Lintas,Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution,Taman Nusantara,Bandung,Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL),Hindia Belanda

Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis

Baheula Senin, 3 Mei 2021 | 15:20 WIB

Ini merupakan debut perdana Indonesia di Piala Davis bersama dengan Maroko dan Ekuador.

Bandung Baheula - Baheula, Di Bandung 1961, Debut Perdana Indonesia dalam Piala Davis, Bandung,1961,Piala Davis,Tenis,Indonesia,Petenis Indonesia,Tan Liep Tjiauw,Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI)

artikel terkait

dewanpers