web analytics
  

Kala Air Berubah Jadi Racun

Rabu, 24 Maret 2021 11:16 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Kala Air Berubah Jadi Racun, Air,Limbah,Racun,Organisasi Kesehatan Dunia

Upacara adat yang menggunakan media air (Djoko Subinarto)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

AYOBANDUNG.COM--yang bersih akan mendukung kelangsungan kehidupan kita. Menjaga, merawat dan melindungi sumber-sumber air adalah tanggung jawab kita semua. Kita tidak boleh abai dalam masalah ini. Jangan sampai air yang kita konsumsi malah menjadi racun bagi tubuh kita.

Selain kelangkaan air, masalah pencemaran air menjadi persoalan yang membayangi kehidupan kita dewasa ini. Kita semua paham, air adalah inti kehidupan. Tanpa air, tidak akan ada kehidupan. Kapan pun dan di mana pun, kita membutuhkan air. Persoalannya sekarang, bukan hanya membutuhkan pasokan air yang memadai, tetapi juga kita membutuhkan air yang benar-benar aman.

Aman artinya yakni tatkala air itu kita konsumsi tidak lantas membahayakan atau mengancam kesehatan kita. Bagaimanapun, karena telah terkontaminasi, air, yang semula aman dan layak konsumsi, justru akan berubah menjadi racun, yang membawa risiko buruk bagi kesehatan kita.

Barangkali ada yang bertanya-tanya, bagaimana air dapat terkontaminasi? 

Sebagai zat cair, air mudah sekali terkontaminasi karena ia mampu melarutkan lebih banyak zat dibandingkan cairan-cairan lainnya. Kontaminasi air terjadi ketika zat-zat berbahaya mencemari sumber-sumber air di sekitar kita sehingga menurunkan kualitas air atau menjadikannya beracun bagi manusia dan lingkungan.

Contohnya ketika sampah dan limbah dibuang sembarangan ke aliran sungai, misalnya, maka air sungai pun langsung terkontaminasi. 

Repotnya, masih banyak dari kita yang tidak menyadari atau mungkin tidak peduli akan hal ini. Faktanya, tidak sedikit dari kita yang masih membuang sampah atau limbah ke sumber-sumber air. Buntutnya, sumber air yang seharusnya bersih, menjadi kotor. Jika sudah demikian, mau tidak mau, segala risiko buruknya harus siap kita tanggung.

Sebuah laporan yang pernah dipublikasikan di jurnal kesehatan The Lancet, mengungkap bahwa pencemaran air bertanggung jawab atas sekurangnya 1,8 juta kematian pada tahun 2015 lalu.

Sejumlah sumber menyebut air yang telah tercemar membuat sakit sekitar satu miliar orang per tahun. Dan masyarakat berpenghasilan rendah yang paling berisiko terkena dampaknya mengingat kebanyakan dari mereka biasanya tinggal di dekat sumber-sumber pencemaran air, seperti permukiman yang padat, pabrik maupun kompleks industri.

Sumber Pencemaran

Selain aneka jenis sampah padat yang dibuang sembarangan, limbah pertanian, limbah rumah tangga, limbah pabrik serta tumpahan minyak merupakan sumber-sumber pencemar air selama ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan air yang tercemar dan sanitasi yang buruk berbanding lurus dengan penularan penyakit seperti kolera, diare, disentri, hepatitis A, tifus dan polio. Menurut WHO, pengelolaan limbah perkotaan, industri dan pertanian yang tidak memadai akan menjadikan air minum bagi ratusan juta orang tercemar dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Oleh sebab itu, mari kita jaga, rawat dan lindungi sumber-sumber air yang ada di sekitar kita. Jangan biarkan air menjadi racun yang membahayakan kesehatan tubuh kita!

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Suara dari Surau Kala Pandemi

Netizen Senin, 17 Mei 2021 | 18:25 WIB

Pandemi berdampak pada banyak hal dan berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan agama.

Netizen, Suara dari Surau Kala Pandemi , Pandemi,Pendidikan Agama,Al-Qur'an,Islam

Butuh Stamina dan Kesabaran Sebelum Berfoto di Warung Nasi Mang Ade

Netizen Minggu, 16 Mei 2021 | 13:30 WIB

DI kalangan para goweser, Warung Nasi  Mang Ade bukanlah nama yang asing.

Netizen, Butuh Stamina dan Kesabaran Sebelum Berfoto di Warung Nasi Mang Ade, Warung Nasi Mang Ade,Sepeda,MTB (mountain bike),Liburan,Jalan Raya Puncak,Kabupaten Bogor

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

artikel terkait

dewanpers