web analytics
  

4 Kondisi Perempuan yang Haram Dinikahi

Selasa, 23 Maret 2021 16:38 WIB
Umum - Ramadhan, 4 Kondisi Perempuan yang Haram Dinikahi, haram menikah,menikah,perempuan haram dinikahi,perempuan tidak boleh dinikahi,syariat islam,syarat menikah

Ilustrasi -- Menikah Dini. (istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Laki-laki maupun perempuan berhak untuk memiliki pasangan hidup sesuai dengan keinginan. Namun bukan berarti dalam pemberian hak memilih itu seseorang bisa melakukan sebebas-bebasnya.

Salah satu yang diatur adalah mengenai larangan bagi laki-laki untuk menikahi perempuan-perempuan dalam kondisi tertentu yang terlarang dalam syariat islam.

Muhammad Bagir dalam buku Muamalah Menurut Alquran, Sunah, dan Para Ulama menjelaskan, beberapa perempuan yang haram untuk dinikahi bukan karena adanya pertalian nasab (keturunan), melainkan karena adanya status tertentu yang menyertainya.

Pertama, diharamkan memperistri dua orang kakak beradik. Yakni haram hukumnya mempermadukan (menghimpunkan) antara dua orang perempuan kakak beradik dalam satu pernikahan pada suatu masa yang bersamaan.

Demikian pula mempermadukan antara seorang perempuan dan bibinya (baik dari pihak ibu maupun saudara ayah). Sebagaimana juga yang diharamkan mempermadukan antara dua orang perempuan yang ada hubungan mahram antara keduanya. Sehingga seandainya salah seorang dari keduanya adalah laki-laki, maka tidak dibenarkan berlangsungnya pernikahan antara keduanya.

Yakni sebagai contoh, mengawini perempuan lalu mengwaini juga keponakannya. Larangan ini dijelaskan secara tegas sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat An-Nisa ayat 23.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.

Dalam  hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah disebutkan ahwa Nabi Muhammad SAW melarang laki-laki menghimpunkan (dalam suatu pernikahan) antara seorang perempuan dan bibinya.

Adapun alasan diharamkannya pernikahan jenis tersebut adalah untuk menjaga kerukunan dan ketenangan dalam kehidupan berkeluarga. Sebab bagaimana pun, hal-hal semacam itu dapat menimbulkan perasaan saling curiga, cemburu, benci, dan saling bermusuhan yang dapat berakibat pada hancurnya pertalian saudara dan kasih sayang.

Dijelaskan pula bahwa pernikahan semacam ini jelas dilarang bukan hanya dalam suatu perkawinan yang masih berlangsung, melainkan juga ketika si istri pertama belum melewati masa iddahnya setelah diceraikan oleh suaminya.

Kedua, perempuan yang masih terikat pernikahan dengan orang lain. Haram hukumnya menikahi perempuan yang masih dalam ikatan pernikahan dengan orang lain, ataupun yang masih menjalankan masa iddah. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam Alquran surat An-Nisa penggalan ayat 24:

"Wal-muhshanaatu minan-nisaa-I illa maa malakat aimanukum.” Yang artinya: “Dan (diharamkan juga bagimu mengawini) perempuan yang bersuami, keciali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu,”.

Ketiga, larangan menikahi pezina sebelum bertaubat. Tidak dihalalkan bagi seorang Muslim mengawini seorang perempuan yang dikenal (berprofesi) sebagai pezina atau pelacur. Sebagaimana juga tidak dihalalkan bagi seorang Muslimah menikahi seorang laki-laki yang dikenal sebagai pezina atau pelacur, kecuali setelah kedua-duanya sudah bertaubat.

Hal ini dikarenakan Allah SWT telah menjadikan kesucian (yakni kehidupan yang bersih dan terjauhkan dari perzinahan) sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi. Baik oleh laki-laki maupun oleh perempuan sebelum berlangsungnya pernikahan.

Keempat, menikahi pezina yang telah bertaubat. Untuk pendapat ini, Hasan Al-Bashri berpandangan, seorang laki-laki diharamkan untuk selama-lamanya menikahi pasangan perempuannya yang pernah berzina dengannya.

Hal ini mengingat bahwa pernikahan merupakan karunia suci Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya. Maka itu, siapa saja yang menyia-nyiakan karunia ini dan melanggar kesuciannya, dia harus menerima hukuman dengan tidak memperkenankannya meneruskan hubungan dengan pasangannya itu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Ramai Jasa Penukaran Uang Jelang Lebaran, Apakah Riba?

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 19:13 WIB

Menjelang lebaran Hari Raya Idulfitri biasanya sudah banyak penyedia jasa penukaran uang baru.

Umum - Ramadhan, Ramai Jasa Penukaran Uang Jelang Lebaran, Apakah Riba?, Jasa Penukaran Uang Baru,Jasa Penukaran Uang Jelang Lebaran,Hari Raya Idulfitri,penyedia jasa penukaran uang baru,jasa penukaran uang baru,uang pecahan

Gagal Pulang Kampung, Ini Kumpulan Ucapan Lebaran Tidak Mudik

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 18:39 WIB

Bagi anda yang tidak pulang kampung tahun ini untuk tetap menjaga tali silaturahmi kirimkan saja ucapan lebaran tidak mu...

Umum - Ramadhan, Gagal Pulang Kampung, Ini Kumpulan Ucapan Lebaran Tidak Mudik, Ucapan Lebaran Tidak Mudik,Kumpulan Ucapan Lebaran Tidak Mudik,Kumpulan Ucapan Lebaran,silaturahmi tanpa harus bertatap muka,momen suci Idulfitri 2021

Anti Bosan, Ini Resep Es Blewah Cocopandan untuk Buka Puasa

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 16:58 WIB

Meski sudah memasuki minggu terakhir Ramadan, berbuka puasa dengan menu pilihan tetap jadi andalan. Minuman segar tetap...

Umum - Ramadhan, Anti Bosan, Ini Resep Es Blewah Cocopandan untuk Buka Puasa, Resep Es Blewah Cocopandan,Resep Takjil untuk Buka Puasa,Resep menu berbuka puasa,Es Blewah Cocopandan

Ucapan Selamat Idulfitri 2021 yang Paling Menyentuh Hati

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 12:17 WIB

Ucapan selamat Idulfitri pada lebaran 2021 menjadi sesuatu yang harus disampaikan di masa pandemi seperti sekarang.

Umum - Ramadhan, Ucapan Selamat Idulfitri 2021 yang Paling Menyentuh Hati, kumpulan ucapan selamat idulfitri,Ucapan selamat idulfitri,ucapan selamat lebaran,ucapan selamat lebaran 2021,ucapan selamat idulfitri 2021

Di Mana Tempat Lahir Nabi Ibrahim dan Makamnya?

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 11:28 WIB

Ada beberapa pendapat tentang tempat lahir Nabi Ibrahim.

Umum - Ramadhan, Di Mana Tempat Lahir Nabi Ibrahim dan Makamnya?, Nabi Ibrahim,Irak,Palestina,Makam

Dari Surga ke Bumi, Nabi Adam Turun di Mana?

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 11:05 WIB

Cukup banyak Sahabat Nabi Muhammad Saw. meriwayatkan bahwa Adam diturunkan di Sri Lanka.

Umum - Ramadhan, Dari Surga ke Bumi, Nabi Adam Turun di Mana?, Nabi Adam,Sri Lanka,hadis,Riwayat,Sahabat Nabi,Turunnya Nabi Adam,Hawa,Surga,Bumi

Usia Nabi Adam Capai 1.000 Tahun?

Ramadhan Kamis, 6 Mei 2021 | 08:50 WIB

Banyak intelektual Muslim dan sejarawan yang mengulas dalam buku mereka soal usia para nabi.

Umum - Ramadhan, Usia Nabi Adam Capai 1.000 Tahun?, Nabi Adam,Usia Nabi Adam,Riwayat,hadis

Tips Dokter Agar Lebaran Aman dari Covid-19

Ramadhan Rabu, 5 Mei 2021 | 19:23 WIB

Covid-19 bukan halangan untuk tetap merayakan Hari Raya Idulfitri. Hanya perlu adaptasi kebiasaan dengan menerapkan prot...

Umum - Ramadhan, Tips Dokter Agar Lebaran Aman dari Covid-19, Lebaran Aman dari Covid-19,Hari Raya Idulfitri,Pandemi Covid-19,tips khusus untuk merayakan Lebaran,Lebaran taat protokol kesehatan,ibadah salat Idulfitri,panduan salat Idulfitri selama pandemi

artikel terkait

dewanpers