web analytics
  

Botram, Upaya Memelihara Kebersamaan Menjelang Ramadan

Selasa, 23 Maret 2021 08:31 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Botram, Upaya Memelihara Kebersamaan Menjelang Ramadan, Botram,Ramadan,Tradisi Sunda,Kuliner Sunda,Ngabotram

Ilustrasi makanan khas Sunda, yang biasa menjadi menu saat botram menjelang bulan Ramadan. (Pixabay/Mufid Majnun)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

Masyarakat di Tatar Pasundan identik dengan hidup rukun dan damai. Banyak hal yang dapat mempersatukan mereka sehingga satu sama lainnya saling mengenal. Bukan saja pada masyarakat di pedesaan, namun pada masyarakat perkotaan pun masih terlihat. Dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat, selalu saja ada hal yang membuat kebersamaan itu terjaga dan hadir di hati mereka.

Kegiatan positif yang hadir di lingkungan masyarakat yang ada menunjukkan bahwa masyarakat akan terdorong untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya. Setiap individu butuh hidup nyaman dan bisa menyatu dengan masyarakat di sekelilingnya, yang ujungnya tentu akan berharap mendapat kebahagiaan.

Salah satunya adalah dengan botram. Tradisi ini selalu dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. Botram (ngabotram) merupakan suatu istilah dalam bahasa Sunda yang merujuk pada acara makan bersama yang dilakukan secara santai dan kekeluargaan dengan saling berbagi makanan yang dibawa dari rumah masing-masing.

Menurut tulisan dari Komunitas Aleut, kegiatan makan bersama itu biasanya beralaskan daun pisang dan dilakukan di sembarang tempat (seperti kebun, pantai, dan pekarangan rumah) yang bertujuan mempererat rasa kekeluargaan serta untuk bersenang-senang. Lazimnya masyarakat Sunda melakukan kegiatan  ngabotram sebelum bulan puasa.

Botram memang identik dengan menikmati makanan. Hal itu tidaklah salah. Dalam kegiatan botram ini mengesampingkan persoalan individu karena dilakukan secara bersama. Tak sedikit masyarakat pun berbagi peran di dalamnya. Ada yang menyediakan bahan makanannya, ada yang memasaknya, dan juga ada yang menyediakan kebutuhan lain. Jadi masing-masing memiliki peran dalam hal ini sehingga hasilnya dinikmati bersama dan mengundang keberkahan.

Apa pun yang disantap akan terasa enak, karena semua orang merasa bahagia, walaupun menu yang disediakan tidak mewah dan sangat sederhana. Kegiatan ini sangat mengandung banyak nilai yang dapat dipetik. Kegiatan ini dapat dijadikan ajang silaturami seluruh anggota masyarakat. Bagi mereka yang belum kenal maka bisa mengenalkan diri.

Bukan itu saja, kegiatan ini mejunjukkan adanya upaya berbagi bagi orag lain. Dengan mau berbagi dengan orang lain, maka tercipta ruang untuk peduli terhadap sesama, karena rezeki kita dapat dinikmati orang lain dan yang melakukannya mendapatkan balasan yang begitu berlimpah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis dan ayat berikut:

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari) [Shahih No.5986 Versi Fathul Bari].

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki  maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadid: 18).

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 261).

Dalam kaitan ini tentu saja kegiatan botram tak bisa dianggap sebagai kegiatan makan bersama biasa, karena jika dipahami lebih dalam ternyata mengandung makna yang tidak sedikit. Bahkan acara ini pun dananya bisa dikumpulkan secara rereongan. Hal ini mengartikan jika kegiatan botram adalah milik siapa saja dan tak memandang kaya dan miskin. Di sini yang terlihat jika segala hal jika dilakukan bersama dan kompak maka akan menciptakan satu keutuhan di dalam mencapai tujuan.

Melestarikan nilai-nilai tradisional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat tentu saja harus mendapatkan perhatian tersendiri. Kemajemukan yang ada tak semestinya menjadi jarak satu dengan yang lainnya. Justru di sini semestinya terjalin kebersamaan yang utuh sebagai bentuk perwujudan diri kita sebagai mahluk sosial. Hidup kita akan tergantung kepada orang lain sehingga dengan bersama itu segalanya akan mudah. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

Sudah Tahu Instrumen Investasi Kalangan Kpopers? Harganya Luar Biasa!

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:35 WIB

Segala hal langka yang diincar para Kpopers bisa dihargai amat mahal.

Netizen, Sudah Tahu Instrumen Investasi Kalangan Kpopers? Harganya Luar Biasa!, Instrumen Investasi Kalangan Kpopers,Kpopers,Korean Pop,photocard,photobook

Dilecehkan di Ranah Daring, Pengguna Internet Harus Bagaimana?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 11:55 WIB

Kejahatan di ranah digital yang saat ini banyak dilaporkan adalah Kekerasan Berbasis Gender Online, atau yang biasa dise...

Netizen, Dilecehkan di Ranah Daring, Pengguna Internet Harus Bagaimana?, Ranah Daring,Pelecehan,Kekerasan Berbasis Gender Online,KBGO,psikologis,Mental

Menjadi Pion Utama di Bawah Nasib Buruk Perfilman Indonesia

Netizen Senin, 3 Mei 2021 | 14:10 WIB

Sebab, pion utama dalam sebuah film ialah seorang produser.

Netizen, Menjadi Pion Utama di Bawah Nasib Buruk Perfilman Indonesia, Perfilman Indonesia,Nasib Buruk Perfilman Indonesia,Pion Utama,Produser,Film

artikel terkait

dewanpers