web analytics
  

Sama-sama Lawan Covid-19, Apa Beda Vaksin dan Terapi Plasma?

Minggu, 21 Maret 2021 09:45 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Sama-sama Lawan Covid-19, Apa Beda Vaksin dan Terapi Plasma?, Vaksinasi Covid-19,Plasma Konvalesen,pengobatan pasien Covid-19,beda vaksinasi dan terapi plasma

Vaksinator melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pengendara Ojek Online (Ojol) di Sport Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Senin (15/3/2021). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Vaksinasi Covid-19 dinilai menjadi salah satu upaya memutus rantai penularan Covid-19. Tak hanya vaksinasi, upaya lain yang dipakai untuk melawan Covid-19 adalah terapi plasma konvalesen yang dilakukan pasien Covid-19.

Lalu apa yang membedakan vaksin Covid-19 dengan terapi plasma konvalesen?

Dilansir dari laman covid19.go.id, vaksinasi Covid-19 adalah prosedur pemberian suatu antigen penyakit dari virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan.

Vaksin akan disuntikan sebanyak dua kali dalam kurun waktu 14 hari terhadap tubuh seseorang, dengan tujuan untuk memicu sistem kekebalan (imun) tubuh agar mengenali dan mampu melawan saat terpapar penyakit tersebut.

“Vaksinasi sebagai salah satu metode mengatasi pandemi adalah upaya yang harus dikuatkan demi mencapai tujuan utama yaitu kekebalan komunitas (herd immunity),” tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.

Kekebalan komunitas yang dimaksud adalah kondisi sebagian besar populasi memiliki imun yang kuat untuk melawan virus.

Badan organisasi kesehatan dunia atau WHO pun menyatakan, kekebalan komunitas dicapai melalui vaksinasi dan bukan dengan membiarkan penyakit menular tanpa terkendali, karena hal itu dapat menyebabkan kematian.

Sehingga pemberian vaksin harus dilaksanakan guna melengkapi upaya pencegahan Covid-19. Selain itu, menerapkan protokol kesehatan 5M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas) juga masih tetap dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung dr Ahyani Raksanagara mengungkapkan, vaksin bertujuan untuk membentuk imun, artinya tubuh akan aktif membentuk antibodi.

"Kita dikasih antigen dari virus yang sudah dimatikan atau protein bagian dari virus, kemudian tubuh kita merespons membentuk antibodi, berarti aktif kan," terangnya.

Pada program vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama swasta telah menyiapkan 180 Faskes dan 1.181 Vaksinator untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

"Terdiri dari Rumah Sakit, 80 Puskesmas yang tersebar di 30 Kecamatan, dan sisanya bantuan dari swasta yaitu klinik," katanya.

"Rumah Sakit juga banyak yang vertikal TNI Polri dan swasta. Mereka menyiapkan tempat, tenaga, dengan segala kelengkapannya, jadi memberikan kontribusi yang luar biasa," ujar Ahyani.

Terapi plasma konvalesen

Terapi plasma konvalesen adalah terapi menggunakan plasma pasien yang telah sembuh dari paparan virus corona. Plasma dari pendonor kemudian akan diberikan kepada pasien yang masih dirawat karena terjangkit Covid-19.

"Kalau plasma konvalesen, itu kita diberikan sudah dalam bentuk antibodi. Jadi kalau plasma diberikan kepada yang sakit, vaksin untuk yang sehat," terang Ahyani.

Untuk itu Ahyani mengimbau penyintas Covid-19 yang sudah melalui masa penyembuhan minimal tiga bulan, untuk mendatangi fasilitas kesehatan maupun PMI untuk mendonorkan plasmanya.

"Nanti petugas medis akan mengecek barangkali dirinya memenuhi kriteria menjadi pendonor karena banyak yang bisa ditolong," katanya.

Mengutip covid19.go.id, Direktur Lembaga Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio mengatakan, terapi plasma harus memerhatikan tiga komponen, yakni pendonor yang sehat, produk yang baik, dan penerima plasma. 

Produk yang baik artinya harus memiliki antibodi dalam kadar cukup.

“Karena plasma ini bisa mengeliminasi virusnya, maka diharapkan lingkaran infeksi itu akan terputuskan sehingga pasien bisa terhindar dari serangan virus kemudian bisa memperbaiki jaringannya yang sudah rusak kemudian dan bergiliran akan memperbaiki sitem imunnya,” katanya.

Kendati demikian, Amin menegaskan pemberian terapi plasma bukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, melainkan membantu pasien yang kondisinya lemah karena terpapar Covid-19, sehingga bisa membantu mempercepat penyembuhan.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Ini Cara Memantau dan Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 13:07 WIB

Metode ini dinilai lebih akurat untuk mengetahui dan memprediksi kadar gula darah dari waktu ke waktu.

Gaya Hidup - Sehat, Ini Cara Memantau dan Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah, Membaca Hasil Tes Kadar Gula Darah,cara membaca hasil tes darah,memprediksi kadar gula darah,hasil tes HbA1C,hasil pengukuran gula darah harian,penderita diabetes,kadar gula darah dalam tubuh

Merasa Lebih Muda Bisa Sehatkan Otak, Kok Bisa?

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 12:47 WIB

Merasa lebih muda terkait dengan kesehatan mental dan fungsi kognitif yang lebih baik pada orang dewasa.

Gaya Hidup - Sehat, Merasa Lebih Muda Bisa Sehatkan Otak, Kok Bisa?, Merasa lebih muda,Tips Merasa lebih muda,Kesehatan Mental,fungsi kognitif,membantu orang merasa lebih muda,orang dewasa paruh baya,efek stres yang merusak,penurunan kesehatan fungsional

Epidemiolog: Mending Lebaran Virtual Jika Ragu Salaman

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 12:46 WIB

Jika kamu masih ragu dan takut untuk bersalaman pada perayaan Idulfitri tahun ini, jangan khawatir. Sebab kamu masih bi...

Gaya Hidup - Sehat, Epidemiolog: Mending Lebaran Virtual Jika Ragu Salaman, Salam idulfitri,Idulfitri 2021,salaman idulfitri,idulfitri virtual,lebaran virtual,Silaturahim Virtual,Lebaran Idul fitri 2021

Pola Makan Kacau, Waspadai Kesehatan Memburuk Setelah Lebaran

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 12:17 WIB

Setelah Ramadan, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan, bahkan angkanya melebihi dari sebelum Ramadan tiba....

Gaya Hidup - Sehat, Pola Makan Kacau, Waspadai Kesehatan Memburuk Setelah Lebaran, Kesehatan Memburuk Setelah Lebaran,Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah,kenaikan berat badan setelah Lebaran,cara menurunkan berat badan setelah lebaran,perubahan pola makan,Makanan Tinggi Gula,cara menghindari berat badan berlebih

Cara Mendeteksi dan Mengontrol Diabetes dengan Benar

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 11:50 WIB

Apabila Anda berisiko mengalami diabetes atau kerap mengalami peningkatan kadar gula darah namun belum terdiagnosis diab...

Gaya Hidup - Sehat, Cara Mendeteksi dan Mengontrol Diabetes dengan Benar, Mengontrol Diabetes dengan benar,Mendeteksi diabetes sejak dini,Pemeriksaan HbA1c,mengontrol kondisi diabetes,hemoglobin A1c adalah,Penderita Diabetes

Jarang Disadari, Ini Efek Samping Diet Vegetarian

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 11:39 WIB

Diet vegetarian membuat seseorang rentan mengalami penurunan kadar kalsium dan vitamin D, yang dapat memengaruhi kesehat...

Gaya Hidup - Sehat, Jarang Disadari, Ini Efek Samping Diet Vegetarian, diet vegetarian,manfaat diet vegetarian,Efek Samping Diet Vegetarian,penurunan kadar kalsium,penurunan kadar vitamin D,kesehatan tulang,mencegah penyakit kardiovaskular

Konsumsi 5 Makanan Ini saat Bersedih, Ini Efeknya

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 10:39 WIB

Senyawa yang terkandung dalam makanan tertentu bisa meningkatkan rasa bahagia. Hal ini disebabkan karena beberapa makana...

Gaya Hidup - Sehat, Konsumsi 5 Makanan Ini saat Bersedih, Ini Efeknya, Makanan Obat Sedih,makanan meningkatkan rasa bahagia,meningkatkan suasana hati,tingkat depresi,hormon bahagia,menjaga suasana hati,menjaga kadar gula darah

Waspada, Minuman Berpemanis Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Sehat Senin, 10 Mei 2021 | 09:26 WIB

Studi menemukan hubungan antara minum minuman yang dimaniskan dengan peningkatan risiko terkena kanker kolorektal pada p...

Gaya Hidup - Sehat, Waspada, Minuman Berpemanis Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal, Bahaya Konsumsi Minuman Berpemanis,risiko terkena kanker kolorektal,konsumsi minuman manis,cara menghindari minuman berpemanis,bahaya minum minuman manis berlebihan,cara mengurangi konsumsi minuman manis

artikel terkait

dewanpers