web analytics
  

Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi

Jumat, 19 Maret 2021 16:41 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Fashion, Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi, torch bandung,tas bandung,Tas Eiger,alat outdoor lokal,alat outdoor lokal selain eiger,bisnis torch,ben wirawan

Ben Wirawan, CEO Torch (A. Dadan Muhanda)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM---Cerita bisnis yang kolaps hingga para karyawan yang di-PHK menjadi berita sehari-hari selama pandemi Covid-19 berlangsung. Hampir seluruh sektor bisnis terdampak, yang ujungnya berdampak pada resesi ekonomi di berbagai negara.

Namun, di tengah kondisi yang serba tak pasti tersebut, perusahaan start-up asal Kota Bandung, Torch, tetap tumbuh positif. Bahkan, pertumbuhan bisnisnya mencapai dua kali lipat bila dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sepanjang krisis karena pandemi kami masih tumbuh, pengiriman jalan terus. Dari 2019, pertumbuhannya 100%, sampai dua kali lipat," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Torch Ben Wirawan saat ditemui di kantor dan showroom Torch, Jalan Laswi Kota Bandung, belum lama ini.

Torch merupakan produsen peralatan traveling yang memproduksi berbagai produk seperti tas, baju, sandal. Torch mengandalkan online marketing untuk memasarkan produknya kepada para generasi milenial.

Salah Satu Toko Torch (istimewa)

Bila dilihat sekilas, TORCH nampak tidak berbeda dengan perusahaan bidang sejenis penjual aneka produk travelling dan outdoor gear, yang juga turut terdampak pandemi Covid-19. Namun, di balik setiap produknya, terdapat model bisnis 'tahan banting' yang teruji dapat beradaptasi di tengah krisis.

"Model bisnis kami itu hanya fokus pada kompetensi utama perusahaan, yaitu research and development (RnD), digital marketing, dan supply chain management," ungkapnya.

Meski memproduksi berbagai produk pakaian, tas, sepatu hingga sajadah, Torch hingga saat ini hanya memiliki enam buah mesin jahit. Proses produksi dan gudang diserahkan pada pihak ketiga sehingga perusahaan memiliki struktur yang ramping.

Dia mengatakan salah satu ciri perusahaan di era digital saat ini adalah menyerahkan unit pekerjaan lain kepada pihak ketiga yang berkompeten di bidangnya. Dengan begitu, perusahaan inti bisa lebih fokus ke pemasaran dan pengembangan produk, tidak dibebani dengan berbagai macam persoalan yang bukan core bussiness (bisnis inti).

"Kami menyerahkannya pada pihak-pihak yang punya kompetensi di situ, sehingga kita bisa bergerak lebih cepat. Organisasi yang ramping membuat kami jauh lebih fleksibel saat pandemi datang," ungkapnya.

Karena tak perlu dibuat 'ribet' oleh tetek-bengek teknis produksi, Torch memiliki energi lebih untuk fokus di salah satu kompetensi utamanya yakni pengembangan produk dan inovasi. Hal ini pulalah yang menjadikan Ben dan kawan-kawan dapat dengan tangkas melakukan pivot bisnis saat pandemi mulai mewabah, yakni dengan memproduksi alat pelindung diri (APD).

"Kami adalah salah satu perusahaan pertama yang bisa suplai kebutuhan APD dalam negeri saat kita krisis APD. Awalnya karena mendengar keluhan dari teman saya yang merupakan dokter di salah satu rumah sakit di Bandung. Mereka kekurangan APD, minta dibuatkan karena enggak ada suplai dari pemerintah," ungkapnya.

Kala itu, Ben dan rekan-rekannya di Torch sama sekali tidak mengetahui hal apapun terkait APD. Namun, mereka menampung segala keluhan yang disampaikan, termasuk soal bahan APD di pasaran yang dinilai kaku dan tidak nyaman, sehingga membatasi gerak para petugas kesehatan.

"Akhirnya RnD kerja khusus untuk mengembangkan APD. Kebetulan di awal-awal tahun (2020) itu mulai terlihat ada penurunan (penjualan produk), saya cukup khawatir. Kami putuskan untuk pivot saja dulu fokus ke APD," ungkapnya.

Mereka kemudian mecari material untuk APD sesuai permintaan dokter, yang mampu menahan air masuk namun tetap bisa mengeluarkan udara panas agar tubuh tetap sejuk. Material dengan teknologi membran mikropori tersebut akhirnya didapat lewat proses panjang dan 'sikut-sikutan' di China.

"Setelah dikembangkan, teman saya bilang APD tersebut adalah yang paling enak yang pernah dia pakai selama bekerja jadi dokter. APD kami itu bisa digunakan ulang sebanyak 30 kali, bukan yang sekali pakai. Jadi ini sekaligus bisa memangkas pengeluaran untuk APD sampai sepersepuluh nya," ungkapnya.

Torch kemudian memasarkan produk tersebut lewat video berdurasi satu menit yang diunggah ke media sosial Instagram. Dari sanalah perusahannya mulai kebanjiran order APD.

Produk Dari Torch Asli Buatan Bandung (Instagram Torch)

"Video tersebut viral secara organik. Setelah itu kita melayani banyak sekali lembaga pemerintah, lembaga profesi dan berbagai rumah sakit untuk APD. Saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), saya sampai minta izin operasional kantor karena yang dikerjakan memang hal urgent," ungkapnya.

Ben mengatakan, produk APD menjadi penyumbang hampir separuh dari pertumbuhan bisnis Torch di 2020. Selain memiliki titik berat di inovasi produk, hal yang juga menjadikan Torch terus bertahan selama pandemi adalah konsep digitalisasi bisnis yang telah diadopsi oleh seluruh lini.

"Kita sangat bersandar pada inovasi. Baca data, analisa, lalu kembangkan oleh tim kreatif dan marketing untuk menghasilkan produk yang disukai masyarakat. Baru setelah itu membuat kampanye-kampanye yang bisa terukur," ungkapnya.

"Digital markering itu tak hanya sekedar membuka akun di e-commerce. Itu bagian dari digitalisasi. Padahal dari sisi financing dan semuanya, juga harus di-digitalisasi. Jadi saat pandemi datang, kami baru sadar kalau model bisnis Torch sudah siap," jelasnya.

Editor: A. Dadan Muhanda

terbaru

Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik

Fashion Rabu, 14 April 2021 | 12:54 WIB

Di Bandung Barat terdapat satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan brand 'Kapake' yang memproduksi khusus busana mu...

Gaya Hidup - Fashion, Baju Muslim 'Kapake' Bandung Barat, Harga Murah dengan Kualitas Butik, Busana Muslim,produsen busana muslim Padalarang,Kapake,UMKM Padalarang,Busana muslim murah Bandung

Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun

Fashion Selasa, 6 April 2021 | 14:24 WIB

Menparekraf sebelumnya sukses mengangkat kain tenun ikat Endek Bali pada proyek Christian Dior dalam Paris Fashion Week...

Gaya Hidup - Fashion, Louis Vuitton Jadi Target untuk Promosikan Kain Tenun, Sandiaga Uno,kain tenun tradisional Indonesia,kain tenun nasional,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,Menparekraf,UMKM,Louis Vuitton

Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut...

Fashion Sabtu, 3 April 2021 | 17:14 WIB

Sesuai dengan namanya 3Second Family store ini siap memanjakan masyarakat kota Bandung dalam memenuhi kebutuhan fesyen s...

Gaya Hidup - Fashion, Optimisme di Tengah Pandemi, 3Second Hadirkan Family Store Baru Sambut Lebaran 2021, bulan Suci Ramadan,3Second,3Second Family Store,kebutuhan fesyen,Ramadan dan Lebaran 2021,item hijab,tren fesyen musim,tren fesyen,Tren hijab,koleksi fesyen hijab,Industri Fesyen,Pandemi Covid-19

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Fashion Minggu, 28 Maret 2021 | 18:04 WIB

Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ

Gaya Hidup - Fashion, Berani Ekspresikan Diri Lewat Fashion Unik TAQ, TAQ,The Amazing Quest,fashion Bandung,Brand fashion Bandung,UMKM Bandung,Fesyen Bandung

Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi

Fashion Jumat, 19 Maret 2021 | 16:41 WIB

Torch merupakan produsen peralatan traveling yang memproduksi berbagai produk seperti tas, baju, sandal. Torch mengandal...

Gaya Hidup - Fashion, Andalkan Inovasi, Bisnis Torch Justru Tumbuh Berlipat saat Pandemi, torch bandung,tas bandung,Tas Eiger,alat outdoor lokal,alat outdoor lokal selain eiger,bisnis torch,ben wirawan

Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat

Fashion Rabu, 17 Maret 2021 | 01:48 WIB

Blibli mengamati bagaimana pola perubahan konsumsi masyarakat melalui tren kategori dan produk yang mengalami pertumbuha...

Gaya Hidup - Fashion, Tren Belanja Pakaian Daring Meningkat, Tren Belanja Pakaian Daring,Tren Belanja Daring,Belanja Daring,Belanja Online

Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show

Fashion Selasa, 16 Maret 2021 | 10:13 WIB

Virtual fashion show dilakukan Monel untuk memperkenalkan koleksi terbarunya hasil kolaborasi dengan seniman Arkiv Vilma...

Gaya Hidup - Fashion, Industri Fesyen Bandung Bangkit dengan Virtual Fashion Show, Monel,Virtual Fashion Show,Arkiv Vilmansa,Industri Fesyen Bandung,Brand fashion Bandung

Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021

Fashion Senin, 8 Maret 2021 | 15:15 WIB

Pada tahun 2021 ini, model atau gaya rambut Korean style diprediksi akan banyak diminati.

Gaya Hidup - Fashion, Gaya Rambut Korean Style Diprediksi Naik Daun Selama 2021, Korean Style,Gaya Rambut,Tahun 2021,mode,Tukang Cukur
dewanpers