web analytics
  

Ridwan Kamil Protes Indonesia Didiskualifikasi dari All England

Jumat, 19 Maret 2021 12:15 WIB
Umum - Regional, Ridwan Kamil Protes Indonesia Didiskualifikasi dari All England, All England,All England 2021 Covid-19,All England 2021,Indonesia mundur dari All England 2021,Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (8/2/2021). (dok. Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kecewa atas keputusan panitia penyelenggara kejuaraan bulu tangkis All England yang memaksa tim Indonesia mundur dari ajang bergengsi itu. Ridwan Kamil melayangkan protes dalam dua unggahan di akun instagram pribadinya, Kamis (19/3/2021) malam. 

"Berita ini bikin sedih banget, duh. Ikut prihatin atas keputusan diskualifikasi yg diterima oleh tim bulu tangkis Indonesia dari perhelatan All England karena satu pesawat dengan salah seorang penumpang anonim yang terpapar Covid," tulis Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Tak cukup hanya di instagram pribadinya, Emil juga melayangkan protes diakun instagram resmi All England. Bahkan, ia menyebut keputusan panitia mendepak tim Indonesia sangat tidak adil dan profesional.

"Why don't you just simply run a covid test to all incoming athletes. Make it an everyday covid testif you have to. You did that policy to team Denmark, India and Thailand. Why not do the same to team Indonesia? It is very unfair and unprofessional. You are destroying the very essence value of sport which is fairness.-regards. Ridwan Kamil, Governor of West Java, Indonesia," tulis Emil.

Emil menilai, insiden semacam itu bisa diantisipasi dengan melakukan pengetesan secara berkala kepada tiap pemain. "Padahal dalam hemat saya bisa lakukan tes per tiap hari kepada atlet jika perlu. Namun itu adalah konsekuensi dari kebijakan pemerintah Ingggris dan panitia," tulis Emil lagi.

Emil berharap, keputusan tersebut bisa berlaku adil kepada semua tim yang berlaga. Emil pun mendukung para atlet untuk tetap tegar menghadapi keputusan tersebut. 

"Semoga keputusan ini berlaku adil bagi semua tim dari negara lain dan mendoakan agar tim bulu tangkis Indonesia tetap semangat, berprestasi dan menjaga sportivitas. Tetap semangat untuk the Minions, The Daddies dan kawan-kawan tim Bulutangkis Indonesia. Doa dari kami di tanah air," tambahnya.

Seperti diketahui, para pebulu tangkis Indonesia dipaksa mundur dari turnamen bergengsi All England 2021. Hal tersebut diketahui dari unggahan Marcus Fernaldi Gideon di akun Instagram-nya pada Kamis (18/3) pagi WIB.

Dalam unggahannya, Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan bahwa seluruh tim Indonesia, termasuk pelatih dan ofisial, dipaksa mundur dari All England 2021.

Hal ini dikarenakan saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3), terdapat salah satu penumpang pesawat yang dinyatakan positif Covid-19.

"Malam ini, kami terkejut mendengar kabar bahwa kami (pemain Indonesia dan ofisial) harus mundur dari All England karena adanya penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang terbang dalam satu pesawat bersama kami," tulis Marcus dalam unggahan Instagram pribadinya.

Melansir pernyataan PBSI, sesuai dengan regulasi Pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif Covid-19, penumpang lain diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari.

Tim Indonesia pun terpaksa mundur dan menjalani isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre. Meski demikian, PBSI memastikan bahwa seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Menikmati Ngabuburit dengan Tadarus dan Belajar Tajwid di Masjid

Regional Minggu, 18 April 2021 | 20:30 WIB

Mereka menunggu berbuka puasa atau ngabuburit sambil bertadarus dan belajar ilmu tajwid di Masjid Pondok Pesantren Al-Mu...

Umum - Regional, Menikmati Ngabuburit dengan Tadarus dan Belajar Tajwid di Masjid, Ngabuburit,Tadarus,Belajar Tajwid,Pondok Pesantren Al-Munawwar Ad-Dimyathi

Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang

Regional Minggu, 18 April 2021 | 18:44 WIB

Kebiasaan ini nyaris membahayakan keselamatan warga, karena tidak ada jarak aman dengan perlintasan rel kereta api aktif...

Umum - Regional, Ngabuburit Ekstrem di Jembatan Kereta Api Cisomang, Ngabuburit Ekstrem,Jembatan Kereta Api Cisomang,Kabupaten Purwakarta,Rel Kereta Api,Perbatasan Kabupaten Bandung Barat,Jembatan Cisomang

Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Regional Minggu, 18 April 2021 | 17:47 WIB

Hal ini demi mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digencarkan Pemerintah Pusat.

Umum - Regional, Objek Wisata di Kota Tasik Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Objek Wisata Kota Tasik,Libur Lebaran,Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),Pemerintah Pusat,Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf,Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya

47 Orang Positif Covid-19 di Lapas Klas IIB Tasikmalaya

Regional Minggu, 18 April 2021 | 17:20 WIB

Dengan bertambahnya warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19, total kasus di Lapas Klas IIB Tasikmalaya jadi seb...

Umum - Regional, 47 Orang Positif Covid-19 di Lapas Klas IIB Tasikmalaya, Positif Covid-19,Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),Lapas Klas IIB Tasikmalaya,Kepala Lapas Klas IIB Tasikmalaya Davy Bartian,Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat,Warga Binaan,Kota Tasikmalaya

Ibu Pembuang Bayi Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Regional Minggu, 18 April 2021 | 16:00 WIB

Pelaku pun sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya pada usia 5 bulan atau sekitar bulan Desember 2020.

Umum - Regional, Ibu Pembuang Bayi Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar, Ibu Pembuang Bayi,10 Tahun Penjara,Denda Rp1 Miliar,bayi laki-laki tanpa kaki,bayi laki-laki tanpa kaki,Mayat Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki di Tasik,mayat bayi laki-laki dalam kantong keresek hitam,Mayat Bayi Digigit Anjing

Hasil Autopsi Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki, Sempat Hidup Sebentar

Regional Minggu, 18 April 2021 | 14:55 WIB

Sebelum meninggal, bayi laki-laki itu pun sempat mengalami pernapasan dalam paru-paru.

Umum - Regional, Hasil Autopsi Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki, Sempat Hidup Sebentar, Hasil Autopsi,Bayi Laki-Laki Tanpa Kaki,Mayat Bayi Digigit Anjing,Kabupaten Tasikmalaya,Kampung Sukahurip,Desa Cikondang,Kecamatan Cineam

Kades di Garut yang Korupsi demi Hidupi Dua Istri Menghilang dari Kedi...

Regional Minggu, 18 April 2021 | 10:45 WIB

Terdakwa diketahui telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Negeri Bandung dengan menjadikan istri perta...

Umum - Regional, Kades di Garut yang Korupsi demi Hidupi Dua Istri Menghilang dari Kediamannya, Korupsi Kades Garut,Kades Garut korupsi dipenjara,Kades Garut korupsi kabur,Kades Bayongbong korupsi,Garut,Eri Susanto

Covid-19 Jabar: Tak Ada Zona Merah, Zona Kuning Bertambah

Regional Minggu, 18 April 2021 | 07:45 WIB

Dipantau di situs covid19.go.id/peta-risiko, Minggu, 18 April 2021, terdapat 19 kabupaten/kota yang masuk zona oranye at...

Umum - Regional, Covid-19 Jabar: Tak Ada Zona Merah, Zona Kuning Bertambah, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat,zona Covid-19 Jabar,zona covid-19 Jawa Barat

artikel terkait

dewanpers