web analytics
  

Bendungan Kuningan Diklaim Mampu Atasi Banjir Ciayumajakuning

Rabu, 17 Maret 2021 13:48 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Bendungan Kuningan Diklaim Mampu Atasi Banjir Ciayumajakuning, Bendungan Kuningan,Banjir Ciayumajakuning,Bencana Ciayumajakuning,Ciayumajakuning

Salah satu sudut Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, yang akan ditenggelamkan dalam proyek Bendungan Kuningan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM -- Bendungan Kuningan ditarget sebagai pencegah banjir di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Debit air yang tinggi saat musim penghujan nyaris selalu membuat wilayah ini tergenang banjir.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC), Ismail Widadi mengungkapkan, Bendungan Kuningan akan bermanfaat untuk pengelolaan air untuk mengurangi ancaman banjir.

"Bendungan Kuningan bisa mengurangi dampak banjir dari limpasan Sungai Cisanggarung hingga 213 m3 air/detik," katanya.

Bendungan Kuningan yang berkapasitas total 25,96 juta m3, lanjutnya, ditarget beroperasi tahun ini. Selain mengendalikan banjir, Bendungan Kuningan juga sebagai sumber air baku sebesar 300 liter/detik dan energi listrik tenaga air sebesar 500 KWH.

Selain Bendungan Kuningan, Bendungan Cipanas di Kabupaten Indramayu juga dapat mengurangi ancaman banjir di Ciayumajakuning. Bendungan yang juga ditarget beroperasi pada 2022 itu bisa mengurangi 580 m3 air/detik.

"(Bendungan) ini efektif menampung air," ungkapnya.

Dia menyebut, banjir di Ciayumajakuning dipicu limpasan air dari sungai. Dari 25 sungai di bawah kewenangan pihaknya, rerata mengalami sedimentasi dengan tingkat merata.

Saat terjadi curah hujan ekstrem, kondisi itu membuat penampang sungai tak mampu menampung debit air tinggi. Namun, dia mengingatkan, curah hujan ekstrem juga melanda wilayah lain se-Indonesia.

Selain mengoperasikan 2 bendungan baru, BBWSCC berencana merevitalisasi sejumlah bendungan kuno yang tersebar di wilayah kewenangannya. Setidaknya tercatat 6 bendungan yang telah dibangun sejak sebelum Indonesia merdeka.

Ke-6 bendungan kuno itu antara lain Bendungan Setupatok dan Sedong di Kabupaten Cirebon, Bendungan Darma di Kabupaten Kuningan, Bendungan Malahayu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

"Sebetulnya pemeliharaan bendungan kuno cukup berat, tapi kami akan terus melakukannya antara lain dengan perbaikan titik-titik bocor," tuturnya.

Problem Mitigasi Bencana

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan menyatakan, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tak dapat diselesaikan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan solusi permanen, terintegrasi, dan melibatkan semua pihak.

"Wilayah Pantura punya potensi banjir. Tapi, upaya preventif untuk menyikapi potensi bencana harus komprehensif dan terintegrasi, tidak bisa parsial oleh masing-masing lembaga," kemukanya.

Dia mengakui, tidaklah mudah menyusun rencana aksi bersama lintas daerah. Namun, bila semua pihak berkomitmen, upaya itu dapat direalisasikan bersama.

Dia mengingatkan hal yang sebaiknya harus diperhatikan setiap pihak berupa sinkronisasi pada rencana aksi. Rencana aksi, yang sebaiknya memproyeksikan hingga 5 tahun ke depan, harus sinkron dengan rencana pembangunan di semua tingkatan.

"Konsekuensi kita tinggal di Indonesia memang harus prepare (bersiap) terhadap ancaman bencana. Indonesia memang kaya, tapi konsekuensinya potensi bencana," katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menyayangkan minimnya kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda) di Ciayumajakuning. Mereka dinilai tak memiliki grand design atau blue print ihwal penanggulangan bencana yang akan dikerjakan bersama.

"Padahal, setiap pemda punya program dan ketersediaan anggaran untuk mitigasi bencana," ujarnya.

Dia mengingatkan, tak hanya banjir, Ciayumajakuning rentan pula ancaman bencana lain seperti tanah longsor dan angin kencang. Sayang, selama ini penanganan hanya pada level masing-masing daerah, tanpa terintegrasi satu sama lain.

Kondisi itu diperparah dengan upaya mitigasi yang belum optimal. Tak hanya pemda, mitigasi bencana juga harus terkoneksi dan terintegrasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Karenanya, dia meminta pemda di Ciayumajakuning memiliki roadmap penanggulangan bencana, baik jangka pendek hingga jangka panjang. Roadmap dipandang penting untuk mengantisipasi dampak bencana yang dipicu program pembangunan oleh pemerintah.

"Program pembangunan juga harus memperhatikan risiko bencana. Misal, ketika hendak membangun jalan tol, ternyata akan menyebabkan banjir di titik tertentu di Cirebon bagian timur karena mengganggu aliran sungai, ini harus diperhatikan," paparnya.

Seiring kebutuhan grand design mitigasi bencana, diperlukan pula regulasi yang menjamin program mitigasi maupun penanggulangan bencana dapat berjalan optimal. Dengan kata lain, regulasi itu tak akan terpengaruh pergantian kepala daerah ataupun faktor lain kelak.

"Artinya, penanggulangan bencana harus masuk ke RPJMD maupun RPJPD, serta renstra SKPD untuk dijalankan bersama," tegasnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-1...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 06:51 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran melakukan uji cepat (rapid test) antigen Covid-19 kepada para pelaku usaha wisata....

Umum - Regional, Dites Antigen, Lima Pelaku Usaha Wisata di Pangandaran Positif Covid-19, pelaku wisata Pangandaran positif Covid-19,Wisata Pangandaran,Pangandaran,Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran ditutup,Pangandaran dibuka

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditut...

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:55 WIB

25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup

Umum - Regional, 25 Warga Griya Melati Bogor Positif Covid-19, Akses ke Perumahan Ditutup, griya melati bogor,covid bogor,Bima Arya,COVID-19

Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?

Regional Rabu, 19 Mei 2021 | 05:15 WIB

dari 15 pos pengamanan yang didirikan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, 2 pos pam dibiarkan tetap berdiri.

Umum - Regional, Tersisa Dua Pos Penyekatan Arus Balik di Cirebon, Mana Saja?, pos penyekatan Cirebon,Cirebon,larangan mudik Cirebon,Operasi Ketupat Lodaya 2021

Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:49 WIB

Sebanyak 170 ribu jiwa tercatat sebagai penerima bantuan sosial berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kab...

Umum - Regional, Dinsos Cianjur Validasi dan Verifikasi Data Penerima Bansos, Bansos Cianjur,Dinsos Cianjur,Pemkab Cianjur,DTKS Cianjur

Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:44 WIB

Halalbihalal tetap digelar Keraton Kanoman Cirebon, Selasa, 18 Mei 2021 di tengah pandemi Covid-19. Sebagian orang meman...

Umum - Regional, Halalbihalal Keraton Cirebon, Ngalap Barokah saat Pandemi Covid-19, Keraton Kanoman Cirebon,Halalbihalal Keraton Cirebon,Ngalap Barokah

Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid d...

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:33 WIB

Seorang pemuda berinisial AS (24) mabuk obat-obatan merusak dan mencoba mencuri barang di dalam Masjid Nurul Iman di Kam...

Umum - Regional, Dipengaruhi Obat-obatan, Seorang Pemuda Rusak dan Curi Barang Masjid di Cianjur, Pemuda Curi Barang Masjid,Pencurian di Cianjur,Polsek Warungkondang Cianjur,Pencurian di Masjid,Pengrusakan Masjid

Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 20:09 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dan TB Mulyana yang baru saja dilantik memiliki tantangan membangun Cian...

Umum - Regional, Ini Tantangan Bupati dan Wabup Cianjur saat Anggaran Pusat Terkikis, Pemkab Cianjur,Anggaran Terkikis Pandemi,Bupati Cianjur Herman Suherman

25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat

Regional Selasa, 18 Mei 2021 | 19:20 WIB

Sebanyak 25 orang Perumahan Griya Melati Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor positif covid-19 hasil rapid antigen. Alhasil,...

Umum - Regional, 25 Warga Positif Covid-19, Perumahan di Bogor Dijaga Ketat, Warga Perumahan Positif Covid-19,Perumahan Griya Melati Bubulak Bogor,Covid-19 Kota Bogor
dewanpers