web analytics

Wagub Uu: Gunakan Gawai Lebih dari 6 Jam Berbahaya Bagi Anak

clockRabu, 17 Maret 2021 11:50 WIB userFira Nursyabani
Bandung Raya - Ngamprah, Wagub Uu: Gunakan Gawai Lebih dari 6 Jam Berbahaya Bagi Anak, Kecanduan Gawai,Anak Kecanduan Gawai,Ciri-ciri Kecanduan Game Online,anak kecanduan gadget,Uu Ruzhanul Ulum

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (dok. Humas Pemprov Jabar)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, menggunakan gawai selama lebih dari 6 jam sangat berbahaya bagi anak-anak dan bisa menyebabkan kecanduan. Menurutnya, masalah serius dan perlu dicegah sejak dini.

Wagub Uu meminta orang tua membatasi interaksi anak-anaknya dengan gawai. Kecuali untuk pembelajaran daring, penggunaan gawai oleh anak perlu diawasi ketat. 

“Penting diketahui orang tua bahwa penggunaan gawai lebih dari enam jam per hari berbahaya bagi mental dan psikis anak,” ujar Uu usai menjenguk ratusan pasien anak kecanduan gawai di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021).

Bukan hanya durasi, kata dia, konten yang dibuka anak pun perlu diawasi agar tidak terpapar hal–hal negatif. “Orang tua untuk selalu mengawasi dan menemani anak-anak ketika menggunakan gawai pada setiap situasi dan kondisi,” kata Uu. 

Menurut Uu, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak kecanduan gawai terutama fitur game online dan platform media sosial.

“Dia awalnya punya gangguan dengan stres, banyak mengurung diri, tidak punya teman kemudian dia pegang handphone, maka terjadilah adiksi,” ungkap Uu.

Uu melanjutkan, bisa saja anak awalnya tidak punya gangguan stres tapi karena tidak ada kegiatan bersama orang tua dan anak, maka mencuri – curi kesibukan dengan bermain gawai orang tua maupun miliknya sendiri.  

Untuk itu, kata Uu, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak. Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orang tua dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan.  

“Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria, bergaul dengan orang tua dan teman. Tapi temannya dipilih dan dipilah juga,“ kata dia.

Sebagai bangsa beragama, pendidikan agama sangat penting diterapkan orang tua, agar anak memiliki keseimbangan dan tujuan hidup. “Kalau tidak ada pendidikan ukhrowi kami khawatirkan tidak seimbang, akhirnya terjadi hal semacam ini,” kata Uu.

Untuk meminimalisasi kecanduan gawai pada anak, salah satu cara yang dilakukan Pemdaprov Jabar adalah dengan membuat program Setangkai (Sekolah Aman Menggunakan Gawai). Dengan konsep dan pola untuk penerapan dan literasi pada guru, orang tua dan anak akan aman dan bijak dalam penggunaan gawai.

“Kami segera sosialisasikan pada masyarakat. Termasuk di awal di hari Selasa, kami akan mengundang minimal zoom meeting sekitar 1.000 orang yang mengurus anak-anak,” kata Uu. 

Program Setangkai digagas awal 2020 sebelum pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi Setangkai berubah arti menjadi Sekolah Aman Menggunakan Gawai. Ini adalah satu program unggulan di tahun 2021 – 2022.

“Jadi program ini sedang dikonsepkan bagaimana supaya memberikan literasi pada guru, orang tua dan anak. Mudah-mudahan akhir bulan ini,” jelasnya.

Masalah kejiwaan akibat gawai

RSJ Provinsi Jawa Barat mencatat sepanjang 2020 pasien berobat ke Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja total ada 104 pasien, yang mengalami masalah kejiwaan terdampak kecanduan game.

Pada Januari–Februari ditemukan 14 kasus, sedangkan yang murni terdiagnosa kecanduan game pada 2020 sebanyak 8 orang. Sedangkan sepanjang 2021 ini sudah ditemukan 5 kasus anak dan remaja kecanduan gawai

Menurut Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani kebijakan pembatasan sosial akibat Covid-19 tidak dipungkiri menyebabkan banyak anak dan remaja kecanduan gawai. WHO, katanya, anak yang telah kecanduan gawai dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilakunya.

Umumnya, perubahan mood/emosi termasuk iritabilitas, kemarahan dan kebosanan, gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk, depresi dan cemas serta risiko bunuh diri. 

Gejala lain terlihat pada masalah kondisi fisik, buruknya kondisi kesehatan secara umum, gizi buruk, kehilangan teman di dunia nyata, konflik orang tua, serta rusaknya produktivitas belajar. 

Menurut Elly, dalam merawat pasien kecanduan gawai timnya memberikan terapi berupa konseling dan psikoterapi baik kepada anak dan orang tua. “Pada kasus-kasus yang berat atau sudah ada gejala gangguan jiwa, bisa juga diberikan obat,” katanya. 

Untuk mencegah kecanduan gawai, kata Elly, orang tua dapat membatasi pemakaian maksimal dua jam untuk anak. Kemudian, bisa mendorong anak menggunakan internet untuk hal positif dan produktif.

Memotivasi anak berkegiatan fisik di luar rumah, membatasi akses internet di rumah, serta menjauhkan gawai saat di tempat tidur. 

“Orang tua juga bisa menggunakan teknologi dalam memantau penggunaan gawai atau internet, misalnya dengan parental lock dan lainnya” tutur Lina.

Bagi orang tua yang mendapati anaknya mulai kecanduan gawai, dapat mengakses layanan RSJ Provinsi Jawa Barat dengan mengklik fitur Konsultasi Jiwa Online pada alamat http://pemeriksaankeswarsj.jabarprov.go.id/, kemudian memilih menu Tes Ketergantungan Game Internet.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Hengky Kurniawan Imbau Warga KBB Waspada Potensi Bencana akibat Cuaca...

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Hengky Kurniawan meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem menjelang musim kemarau.

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Imbau Warga KBB Waspada Potensi Bencana akibat Cuaca 'Labil', Hengky Kurniawan,Warga,KBB,potensi bencana,Cuaca,Kabupaten Bandung Barat

Diterjang Arus Sungai Citarum, Jembatan di KBB Putus

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:35 WIB

Bagian tengah jembatan itu rusak akibat terbawa arus Sungai Citarum.

Bandung Raya - Ngamprah, Diterjang Arus Sungai Citarum, Jembatan di KBB Putus, Sungai Citarum,Diterjang Arus,Jembatan,KBB,Kabupaten Bandung Barat,Cibacang

Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat Dinilai Tak Sentuh Akar Ma...

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:58 WIB

Langkah 4 Fraksi DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengajukan hak interpelasi terkait rotasi-mutasi di lingkungan Pemda...

Bandung Raya - Ngamprah, Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah Rakyat, Hak Interpelasi,Hak interpelasi DPRD Bandung Barat,DPRD Kabupaten Bandung Barat,Hak Interpelasi 4 Fraksi DPRD Bandung Barat

Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Punya Harga Jual Tinggi

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:16 WIB

Ratusan koin zaman Belanda yang ditemukan di Kampung Pangkalan RT 02 RW 09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten...

Bandung Raya - Ngamprah, Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Punya Harga Jual Tinggi, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,peninggalan belanda Bandung Barat,peninggalan Belanda

Lokasi Pemadaman Listrik Wilayah Bandung Barat 5 Agustus 2021

Ngamprah Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:36 WIB

Sejumlah wilayah di unit layanan pelanggan Cililin terkena pemadaman listrik bergilir pada Kamis, 5 Agustus 2021. PLN UP...

Bandung Raya - Ngamprah, Lokasi Pemadaman Listrik Wilayah Bandung Barat 5 Agustus 2021, pemadaman listrik Cililin,jadwal pemadaman listrik Bandung Barat,Padam listrik Bandung Barat,Gangguan jaringan listrik Bandung Barat,PLN Cimahi

Tren Kasus Covid-19 Bandung Barat Terus Turun, BOR Sentuh 39%

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:04 WIB

Perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal tersebut terliha...

Bandung Raya - Ngamprah, Tren Kasus Covid-19 Bandung Barat Terus Turun, BOR Sentuh 39%, BOR rumah sakit Bandung Barat,Hengky Kurniawan,Update Covid-19 Bandung Barat,Informasi Covid-19 Bandung Barat,Data Covid-19 Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat

Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Diduga Sengaja Disembunyika...

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:47 WIB

Ratusan koin kuno zaman kolonial Belanda yang ditemukan sejumlah warga Pangkalan Hilir, RT 02, RW 09, Desa Cimanggu, Kec...

Bandung Raya - Ngamprah, Ratusan Koin Kuno Belanda di Bandung Barat Diduga Sengaja Disembunyikan, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,koin belanda,peninggalan Belanda,peninggalan belanda Bandung Barat

Butuh Biaya Pengembangan Wisata, Warga Cimanggu Akan Jual Ratusan Koin...

Ngamprah Rabu, 4 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Pangkalan Hilir, RT 02, RW 09, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Ba...

Bandung Raya - Ngamprah, Butuh Biaya Pengembangan Wisata, Warga Cimanggu Akan Jual Ratusan Koin Kuno Belanda, Koin kuno Belanda,penemuan koin kuno Bandung Barat,wisata air panas Bandung Barat,Pokdarwis Pangkalan Hilir

artikel terkait

dewanpers
arrow-up