web analytics

Wagub Jabar Jenguk Ratusan Anak Kecanduan Gawai di RSJ Cisarua

clockSelasa, 16 Maret 2021 18:53 WIB userRedaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Wagub Jabar Jenguk Ratusan Anak Kecanduan Gawai di RSJ Cisarua, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Anak Kecanduan Gawai,RSJ Cisarua,Anak Kecanduan Gawai di RSJ Cisarua

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjenguk ratusan pasien anak kecanduan gawai di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021). (Dok Humas Pemprov Jabar)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menjenguk ratusan pasien anak kecanduan gawai di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (16/3/2021).

Di RSJ, Wagub sempat menyapa dan menanyakan kabar kepada empat pasien remaja. Kecanduan gawai pada anak di Jabar kian hari kian memprihatinkan terlebih sekarang waktu anak dengan gawai makin lama karena sekolah masih memberlakukan pembelajaran daring. 

Pemdaprov Jabar memandang ini masalah serius dan perlu dicegah sejak dini. Wagub Uu meminta orang tua membatasi interaksi anak-anaknya dengan gawai. Kecuali untuk pembelajaran daring, penggunaan gawai oleh anak perlu diawasi ketat. 

“Penting diketahui orang tua bahwa penggunaan gawai lebih dari enam jam per hari berbahaya bagi mental dan psikis anak,” ujar Uu usai berinteraksi dengan anak- anak pencandu gawai. 

Bukan hanya durasi, konten yang dibuka anak pun perlu diawasi agar tidak terpapar hal – hal negatif. “Orangtua untuk selalu mengawasi dan menemani anak-anak ketika menggunakan gawai pada setiap situasi dan kondisi,” kata Wagub. 

Menurut Uu, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak kecanduan gawai terutama fitur game online dan platform media sosial. “Dia awalnya punya gangguan dengan stres, banyak mengurung diri, tidak punya teman kemudian dia pegang handphone, maka terjadilah adiksi,” ungkap Kang Uu.

Wagub melanjutkan, atau bisa saja anak awalnya tidak punya gangguan stres tapi karena tidak ada kegiatan bersama orang tua dan anak, maka mencuri – curi kesibukan dengan bermain gawai orang tua maupun miliknya sendiri.  

Untuk itu, kata Uu, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak. Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orang tua dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan.  

“Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria, bergaul dengan orang tua dan teman. Tapi temannya dipilih dan dipilah juga,“kata Wagub.

Sebagai bangsa beragama, pendidikan agama sangat penting diterapkan orang tua, agar anak memiliki keseimbangan dan tujuan hidup. “Kalau tidak ada pendidikan ukhrowi kami khawatirkan tidak seimbang, akhirnya terjadi hal semacam ini,” kata Kang Uu.

Untuk meminimalisasi kecanduan gawai pada anak, salah satu cara yang dilakukan Pemdaprov Jabar adalah dengan membuat program Setangkai (Sekolah Aman Menggunakan Gawai). Dengan konsep dan pola untuk penerapan dan literasi pada guru, orang tua dan anak akan aman dan bijak dalam penggunaan gawai.

“Kami segera sosialisasikan pada masyarakat. Termasuk di awal di hari Selasa, kami akan mengundang minimal zoom meeting sekitar 1.000 orang yang mengurus anak-anak,” kata Uu. 

Program Setangkai digagas awal 2020 sebelum pandemi COVID-19. Namun setelah pandemi Setangkai berubah arti menjadi Sekolah Aman Menggunakan Gawai. Ini adalah satu program unggulan di tahun 2021 – 2022.

“Jadi program ini sedang dikonsepkan bagaimana supaya memberikan literasi pada guru, orang tua dan anak. Mudah-mudahan akhir bulan ini,” pungkas Wagub. 

RSJ Provinsi Jawa Barat mencatat sepanjang 2020 pasien berobat ke Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja total ada 104 pasien, yang mengalami masalah kejiwaan terdampak kecanduan games. Pada Januari – Februari ditemukan 14 kasus, sedangkan yang murni terdiagnosa kecanduan games pada 2020 sebanyak 8 orang. Sedangkan sepanjang 2021 ini sudah ditemukan 5 kasus anak dan remaja kecanduan gawai. 

Menurut Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani kebijakan pembatasan sosial akibat COVID-19 tidak dipungkiri menyebabkan banyak anak dan remaja kecanduan gawai.  WHO, katanya, anak yang telah kecanduan gawai dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilakunya. Umumnya,  perubahan mood/emosi termasuk iritabilitas, kemarahan dan kebosanan, gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk, depresi dan cemas serta risiko bunuh diri. 

Gejala lain terlihat pada masalah kondisi fisik, buruknya kondisi kesehatan secara umum, gizi buruk, kehilangan teman di dunia nyata, konflik orang tua, serta rusaknya produktivitas belajar. 

Menurut Elly, dalam merawat pasien kecanduan gawai timnya memberikan terapi berupa konseling dan psikoterapi baik kepada anak dan orang tua. “Pada kasus-kasus yang berat atau sudah ada gejala gangguan jiwa, bisa juga diberikan obat,” katanya. 

Untuk mencegah kecanduan gawai, kata Elly, orang tua dapat membatasi pemakaian maksimal dua jam untuk anak. Kemudian, bisa mendorong anak menggunakan internet untuk hal positif dan produktif. Memotivasi anak berkegiatan fisik di luar rumah, membatasi akses internet di rumah, serta  menjauhkan gawai saat di tempat tidur. 

“Orang tua juga bisa menggunakan teknologi dalam memantau penggunaan gawai atau internet, misalnya dengan parental lock dan lainnya” tutur Lina.

Bagi orang tua yang mendapati anaknya mulai kecanduan gawai, dapat mengakses layanan RSJ Provinsi Jawa Barat dengan mengklik fitur Konsultasi Jiwa Online pada alamat http://pemeriksaankeswarsj.jabarprov.go.id/, kemudian memilih menu Tes Ketergantungan Game Internet.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Sonya Fatmala Ajak Orangtua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

Ngamprah Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:18 WIB

Peran orangtua mengawasi penggunaan gadget oleh anak cukup penting. Hal itu sebagai upaya mengurangi dampak negatif dari...

Bandung Raya - Ngamprah, Sonya Fatmala Ajak Orangtua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak, Sonya Fatmala,Kabupaten Bandung Barat,Pandemi Covid-19,gadget pada anak,bahaya gadget bagi anak

Penuhi Kebutuhan Oksigen 3 RSUD di KBB, Petugas Isi Ulang Hingga ke Lu...

Ngamprah Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:41 WIB

Kebutuhan oksigen di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum bisa terpenuhi akibat kelan...

Bandung Raya - Ngamprah, Penuhi Kebutuhan Oksigen 3 RSUD di KBB, Petugas Isi Ulang Hingga ke Luar Kota, isi ulang oksigen,RSUD di KBB,Kabupaten Bandung Barat,Covid-19 Bandung Barat

Buruh KBB Sebut Pemerintah Tak Adil Tetapkan Penerima Bantuan Subsidi...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:40 WIB

Syarat penerima bantuan subsidi gaji Rp1 juta yang ditetapkan pemerintah dinilai tidak adil.

Bandung Raya - Ngamprah, Buruh KBB Sebut Pemerintah Tak Adil Tetapkan Penerima Bantuan Subsidi Gaji, Buruh KBB,Pemerintah Tak Adil,Subsidi Gaji,Penerima Bantuan

Bantuan Oksigen Pemprov Jabar Belum Bisa Penuhi Kebutuhan di RSUD Cili...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:25 WIB

Krisis kelangkaan oksigen masih di alami sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bandung (KBB).

Bandung Raya - Ngamprah, Bantuan Oksigen Pemprov Jabar Belum Bisa Penuhi Kebutuhan di RSUD Cililin, Bantuan Oksigen,Pemprov Jabar,RSUD Cililin,Kebutuhan Oksigen,kelangkaan oksigen,Kabupaten Bandung Barat,KBB

Hari Anak Nasional, Sonya Fatmala Sebut Anak-Anak Masuk Kelompok Renta...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 18:00 WIB

Selain berisiko terpapar Covid-19, anak-anak berpotensi kehilangan ruang bermain sebagai dunia meraka saat ini. 

Bandung Raya - Ngamprah, Hari Anak Nasional, Sonya Fatmala Sebut Anak-Anak Masuk Kelompok Rentan, Hari Anak Nasional,Sonya Fatmala,Kelompok Rentan,Terpapar Covid-19,KBB,Kabupaten Bandung Barat

Sempat Molor 7 Bulan, Pemda KBB Janjikan Insentif Nakes Cair Minggu In...

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 17:35 WIB

Proses pencarian insentif nakes tinggal menunggu surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Bandung Raya - Ngamprah, Sempat Molor 7 Bulan, Pemda KBB Janjikan Insentif Nakes Cair Minggu Ini, Pemda KBB,Insentif Nakes,Tenaga Kesehatan,insentif penanganan Covid-19,Kabupaten Bandung Barat

Hari Anak Nasional, Kasus Kekerasan pada Anak di KBB Masih Tinggi

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 15:48 WIB

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2021, kasus pelecehan seksual terhadap anak masih mendominasi di Kabupaten Bandung...

Bandung Raya - Ngamprah, Hari Anak Nasional, Kasus Kekerasan pada Anak di KBB Masih Tinggi, Kekerasan pada anak,kekerasan pada anak di KBB,Kabupaten Bandung Barat,Hari Anak Nasional,Kekerasan seksual pada anak

Pandemi Covid-19, Pengangguran di KBB Naik 91.577 Orang

Ngamprah Jumat, 23 Juli 2021 | 15:31 WIB

Gelombang Pandemik Covid-19 ikut memukul memukul ekonomi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Salah satu sektor terdampak a...

Bandung Raya - Ngamprah, Pandemi Covid-19, Pengangguran di KBB Naik 91.577 Orang, Pengangguran di KBB,Penganggguran,Pandemi Covid-19,COVID-19,PHK di KBB

artikel terkait

dewanpers
arrow-up