web analytics
  

Kurangi Sampah dengan Belatung

Selasa, 16 Maret 2021 18:15 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Kurangi Sampah dengan Belatung, Kurangi Sampah dengan Belatung,Daur Ulang Sampah,Belatung,Maggot,Tempat Pembuangan Akhir (TPA),Tempat Pengelolaan Sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R),Resik Sindangkasih,Kabupaten Purwakarta

Anggota KPP TPS3R Resik sedang daur ulang sampah melalui maggot. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOBANDUNG.COM — Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satunya, dengan maggot (belatung), seperti yang dilakukan Kelompok pemanfaat dan pemberdaya (KPP) Tempat Pengelolaan Sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R) Resik Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta.

Mereka melirik cara mengurangai sampah menggunakan teknologi pakan ternak yang digabungkan dengan hewan maggot. Ketua KPP TPS3R Resik, Eka Heryana, meyakini sistem ini dapat mengurangai sampah organik dengan jumlah besar, karena maggot ini memiliki nilai ekonomis yang cukup lumayan.

"Dengan berdayakan maggot tidak ada sampah yang terbuang, dan hasil dari uraian sampah oleh maggot bisa menjadi pupuk kompos," ujar dia, Selasa (16/3/2021).

Tak hanya pupuk kompos, ia menyebut keuntungan lain juga didapat dari penjualan telur Black Soldier Play (BSP)/lalat hitam, bayi larva, larva dewasa, prepupa dan pupa. 

"Dengan maggot ini kami dapat mengurai sampah organik sebanyak 500 hingga 800 kilo gram per hari," ujar dia.

Sehingga, lanjut dia jumlah sampah yang dibuang ke TPA cenderung sedikit, kisaran 30 persen sementara 70 persen dikelola dengan baik di sini.

"Dalam pengelolaan sampahnya kerja sama dengan Rumah Maggot Purwakarta (RMP)," kata Eka.

Selain itu, ia mengaku belum bisa memasarkan produk pupuk yang diproduksi karena jumlahnya masih terbatas juga kekurangan sumber daya manusia.

"Untuk sementara pupuk yang kami buat dibagikan ke setiap pengunjung yang datang ke TPS 3R RMP Resik Purwakarta," ujar dia.

Eka berharap, TPS yang tengah dia kelola saat ini mendapat simpati sekaligus bantuan modal dari pemerintah, sehingga produksi pupuk kompos organik yang dia kelola saat ini bisa dalam jumlah besar. 

"Yang terpenting adalah kita bisa lebih banyak mengurai sampah organik dari masyarakat, itu tujuan kami," ujar Eka. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:44 WIB

Pemerintah mengakui tak mungkin menahan laju pemudik dengan sempurna. Namun, pengorbanan dibutuhkan demi kepentingan leb...

Umum - Regional, Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi, Lebaran Tanpa Mudik,Larangan Mudik 2021,penyekatan pemudik,penyekatan pemudik di Kota Cirebon

Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:17 WIB

Modus pemudik untuk melewati pos penyekatan sangat beraneka ragam. Mereka akan berusaha atau mengupayakan segala cara ag...

Umum - Regional, Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan, Modus Pemudik,penyekatan pemudik di Tasik,Larangan Mudik di Tasik,Polres Tasikmalaya Kota

2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 20:11 WIB

Sepanjang 2 hari penyekatan Operasi Ketupat Lodaya 2021, sedikitnya 407 kendaraan yang hendak melintasi Kabupaten Majale...

Umum - Regional, 2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan, Operasi Ketupat Lodaya 2021,Penyekatan larangan mudik,Pemudik Bandel,pemudik,Penyebaran Covid-19

Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:54 WIB

Meningkatkan kemitraan dengan rekan-rekan wartawan ini menyikapi adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan majalah Tempo...

Umum - Regional, Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya, Forkopimda,PWI Cianjur,Kekerasan terhadap Wartawan

Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:25 WIB

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Herman Junaedi mengatakan, malam hari merupakan waktu yang sering dimanfaatkan oleh...

Umum - Regional, Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas, Penyekatan Pemudik Malam,Polres Tasikmalaya,Pemudik Melintas Malam Hari

Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 18:12 WIB

Gagasannya dari lailatul qadar, malam turunnya Al Quran.

Umum - Regional, Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil, Masjid Seribu Bulan,Desain Masjid Ridwan Kamil,Masjid Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:29 WIB

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Umum - Regional, Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng, keracunan makanan Cianjur,keracunan kulit goreng Cianjur,Cianjur,keracunan Makanan

Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:13 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana akan tetap membuka desntinasi wisata saat Lebaran 1442 H. Hanya saja...

Umum - Regional, Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran, Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran,wisata pangandaran lebaran,Pangandaran

artikel terkait

dewanpers