web analytics
  

Saham e-Commerce Coupang Meroket, Pendirinya Jadi Orang Terkaya ke-3 di Korea

Minggu, 14 Maret 2021 20:21 WIB
Umum - Internasional, Saham e-Commerce Coupang Meroket, Pendirinya Jadi Orang Terkaya ke-3 di Korea, Saham Coupang Meroket,Bom Kim,e-Commerce Korea Selatan,Orang Terkaya Korea Selatan

Pendiri dan kepala eksekutif perusahaan, Bom Kim. (Republika/BLOOMBERG)

SEOUL, AYOBANDUNG.COM -- Saham raksasa e-niaga Korea, Coupang, melonjak pada pencatatan Bursa Efek New York pada Kamis. Hai ini menuai keuntungan besar bagi pendiri dan kepala eksekutif perusahaan, Bom Kim. Saham dibuka pada USD63,50, jauh melebihi harga IPO USD35 per saham dan menilai Coupang pada USD109 miliar. Harga IPO dinaikkan dari kisaran pasar USD32 menjadi USD34 per saham, di atas kisaran awal USD27 menjadi USD30.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Jumat (12/3/21) Kim memiliki sebanyak 10,2% saham yang membawanya memiliki harta USD11,1 miliar (Rp159 triliun). Lebih dari sepuluh kali lipat lompatan dari kekayaan bersihnya sebelum IPO sebesar USD1 miliar.

Rejeki nomplok itu membuat pria berusia 42 tahun menjadi orang terkaya ketiga di Korea Selatan, di belakang Jay Y. Lee, wakil ketua Samsung Electronics dan Mong-koo Chung, kepala honcho di kerajaan Hyundai.

Dengan perolehan awal USD4,6 miliar dalam IPO, Coupang melakukan pencatatan terbesar di AS sepanjang tahun ini dan merupakan perusahaan Asia terbesar yang terdaftar setelah Alibaba pada tahun 2014.

Perusahaan yang berbasis di Seoul ini sekarang menjadi perusahaan rintisan paling bernilai di negaranya. Bahkan, dua kali lipat kapitalisasi pasar mesin pencari Naver, yang bernilai USD54 miliar.

Coupang, yang saat ini hanya beroperasi di pasar Korea. Didirikan pada tahun 2010 oleh Kim yang berpendidikan Harvard dengan model bisnis yang mirip dengan Groupon, Chicago, tetapi kini Coupang telah mengubah model bisnisnya menjadi Amazon atau Alibaba Korea Selatan. Coupang kini menguasai hampir 25% pasar e-niaga Korea senilai USD115 miliar.

"Masih banyak ruang untuk pertumbuhan di Korea Selatan," kata Kim.

Menurut Goodwater, Coupang telah melampaui pengecer besar seperti Walmart, Etsy, dan Alibaba dalam tingkat retensi dolar.

Namun mempertahankan posisi pasar utamanya memiliki tantangan. Coupang menghadapi pengawasan Maret lalu ketika beberapa pekerjanya meninggal dunia. Awal pekan ini, Financial Times melaporkan bahwa delapan orang yang dipekerjakan oleh Coupang telah meninggal selama setahun terakhir karena kondisi kerja yang tidak menguntungkan, mengutip otomatisasi yang kurang dari raksasa e-commerce lainnya. Seorang juru bicara Coupang tidak menanggapi permintaan komentar.

Kekayaan bersih Bom Kim turun menjadi USD8,6 miliar (Rp123 triliun) pada akhir hari Kamis, karena saham Coupang ditutup pada USD49,25 (kurs Rp14.362/USD).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diizinkan untuk Anak

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 13:35 WIB

Anak-anak sebagian besar terhindar dari pandemi terburuk, tetapi lebih mudah terinfeksi daripada orang dewasa. Pada umum...

Umum - Internasional, Vaksin Sinovac dan Sinopharm Diizinkan untuk Anak, vaksin Sinovac,Vaksin Sinopharm,vaksinasi anak,vaksin untuk anak,vaksin untuk anak,penggunaan darurat vaksin anak

7 Drama Korea Terbaru Juni 2021, Ayo Nonton!

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 08:51 WIB

Juni ini banyak drama Korea seru yang patut ditunggu, diantaranya ada Hospoyal Playlist dan banyak yang lainnya. Tentuny...

Umum - Internasional, 7 Drama Korea Terbaru Juni 2021, Ayo Nonton!, Drama Korea,drama Korea terbaru,Drama Korea (Drakor),Drama Korea Juni 2021,Daftar Drama Korea Terbaru,Rekomendasi Drama Korea Terbaru,Hospital Playlist 2,Penthouse 3

Kemenag Garut Layani Pengembalian Dana Haji

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 07:44 WIB

Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Garut membuka pelayanan pengembalian dana ibadah haji bagi jamaah yang b...

Umum - Internasional, Kemenag Garut Layani Pengembalian Dana Haji, Dana Haji,pengembalian dana haji,pengelolaan dana haji,kemenag garut

Ada Tiga Paket Biaya Haji, Mulai Rp 46 Juta

Internasional Selasa, 15 Juni 2021 | 06:33 WIB

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan persyaratan, tata cara pendaftaran, dan biaya paket haji 2021. Inform...

Umum - Internasional, Ada Tiga Paket Biaya Haji, Mulai Rp 46 Juta , Biaya Haji,biaya paket haji,paket haji,paket haji paling murah,paket haji murah

Pejabat EMA Sarankan Vaksin AstraZeneca Tidak Dipakai Lagi

Internasional Senin, 14 Juni 2021 | 21:12 WIB

Pejabat tinggi di European Medicines Agency (EMA) mengatakan bahwa mungkin diperlukan untuk tak menggunakan lagi vaksin...

Umum - Internasional, Pejabat EMA Sarankan Vaksin AstraZeneca Tidak Dipakai Lagi, Vaksin AstraZeneca,Vaksin Covid-19 AstraZeneca,European Medicines Agency (EMA),vaksin Johnson & Johnson

Arab Saudi Tentukan Kuota Jemaah Haji Tahun Ini, Ada Indonesia?

Internasional Senin, 14 Juni 2021 | 13:17 WIB

Kementerian menekankan bahwa Saudi ingin agar pelaksanaan haji terbebas dari ancaman penyakit atau virus apapun, menegas...

Umum - Internasional, Arab Saudi Tentukan Kuota Jemaah Haji Tahun Ini, Ada Indonesia?, Kuota Jemaah Haji,pendaftaran haji tahun ini,pembatasan kouta jemaah,penerapan pembatasan kouta jemaah,prosedur haji,pembelian paket haji

Perempuan Bisa Daftar Haji Tanpa Wali Laki-laki

Internasional Senin, 14 Juni 2021 | 06:55 WIB

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan jamaah perempuan bisa mendaftar haji tanpa wali laki-laki. Pendaftara...

Umum - Internasional, Perempuan Bisa Daftar Haji Tanpa Wali Laki-laki, Jamaah haji 2021,kuota haji,haji perempuan,perempuan daftar haji,jamaah haji perempuan,daftar haji,daftar haji perempuan tanpa wali laki-laki

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah

Internasional Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:09 WIB

Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya untuk 60.000 Jamaah

Umum - Internasional, Arab Saudi Putuskan Kuota Haji 2021 Hanya 60.000 Jamaah, Kuota Haji 2021,haji,Arab Saudi
dewanpers