web analytics
  

Dampak Buruk Terlalu Sering Bermain Game

Sabtu, 13 Maret 2021 20:31 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Dampak Buruk Terlalu Sering Bermain Game , Game Online,kecanduan game,game,anak bermain game

Game Online. (Shutterstock)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM--Bagi sebagian orang, baik anak maupun orang dewasa, bermain game online menjadi cara untuk menghibur diri, terlebih di tengah pandemi yang tak berkesudahan ini. Bermain game memang sangat mengasyikkan tapi dampak buruknya bisa membuat orang merasa ketagihan, terlena, dan (ini yang sangat berbahaya) lupa waktu dan menjadi pribadi pemalas.

Memang, bermain game juga memiliki sisi positif bila kita bisa mengatur waktunya. Dindin Maeludin dalam tulisannya Waspada Gaming Disorder pada Anak (AyoBandung, 11/3/2021) mengurai; bagi sebagian orang bermain game mempunyai sisi positif, seperti bisa mengurangi tingkat stres, terhibur dan bisa mendapatkan teman baru. Apalagi bila game tersebut latar belakangnya menggunakan bahasa asing sehingga bisa memperbanyak kosakata atau menambah wawasan keterampilan berbahasa asing.

Dalam tulisannya, tak lupa Dindin Maeludin juga mengurai dampak negatif yang bisa disebabkan oleh kecanduan dalam bermain game online. Terutama dari sisi kesehatan fisik dan psikologis. Di antara dampak buruk bila seseorang terlalu sering bermain game ialah, ia akan menjadi kecanduan, lupa waktu, dan menjadi sosok anti sosial. 

Saya pun pernah mengamati hal tersebut (dampak negatif terlalu sering dan asyik bermain game). Seorang anak menjadi begitu pemarah ketika dipanggil oleh orangtuanya, sementara ia sedang asyik bermain game. Ia menjawab panggilan orangtuanya dengan nada yang cukup keras disertai raut kesal di wajahnya. 

Saya benar-benar merasa sangat prihatin saat melihat kejadian tersebut. Bagaimana bisa seorang anak begitu mudahnya berkata kasar kepada orangtua yang telah merawat dan mendidiknya sejak bayi hingga besar? Apakah di sekolah sudah semakin berkurang pelajaran tentang adab atau tata krama? Atau jangan-jangan orangtuanya kurang memberikan teladan yang baik sehingga anak tumbuh menjadi pribadi emosional, berani berbicara kasar dan melawan orangtua? Beragam pertanyaan pun berkecamuk dalam kepala saya.

Dalam menyikapi kejadian tersebut, menurut saya harus ada pendekatan dari hati ke hati antara anak dan orangtua. Misalnya saat waktu santai, ketika raut anak sedang ceria, ajak ia berwisata (misalnya ke pantai) sambil mengobrol santai.

Di sela-sela obrolan tersebut, selipkan pengertian pada anak bahwa ada aturan-aturan tak tertulis yang seyogianya dijalankan bersama dalam sebuah keluarga. Misalnya, saat dipanggil oleh orangtua harus segera berusaha menjawab dengan tutur bahasa yang baik, saat tiba waktu shalat harus segera berhenti dari aktivitas dan bergegas menunaikan shalat, dan seterusnya. 

Selain itu, bilang pada anak agar membatasi waktu bermain game. Misalnya dalam sehari dijatah dua jam untuk bermain game. Tak hanya jadwal bermain game, tapi juga aktivitas lainnya, misalnya setiap hari meluangkan waktu dua jam untuk membaca buku, dua jam untuk memahami mata pelajaran di sekolah, dan lain sebagainya. 

Saya pikir, bila setiap keluarga memiliki jadwal yang disepakati dan jalankan bersama-sama, maka dapat membuat anak memiliki sikap disiplin dan lebih ada semacam kedekatan dengan orangtuanya. Wallahu a’lam bish-shawaab.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

Sudah Tahu Instrumen Investasi Kalangan Kpopers? Harganya Luar Biasa!

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:35 WIB

Segala hal langka yang diincar para Kpopers bisa dihargai amat mahal.

Netizen, Sudah Tahu Instrumen Investasi Kalangan Kpopers? Harganya Luar Biasa!, Instrumen Investasi Kalangan Kpopers,Kpopers,Korean Pop,photocard,photobook

Dilecehkan di Ranah Daring, Pengguna Internet Harus Bagaimana?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 11:55 WIB

Kejahatan di ranah digital yang saat ini banyak dilaporkan adalah Kekerasan Berbasis Gender Online, atau yang biasa dise...

Netizen, Dilecehkan di Ranah Daring, Pengguna Internet Harus Bagaimana?, Ranah Daring,Pelecehan,Kekerasan Berbasis Gender Online,KBGO,psikologis,Mental

Menjadi Pion Utama di Bawah Nasib Buruk Perfilman Indonesia

Netizen Senin, 3 Mei 2021 | 14:10 WIB

Sebab, pion utama dalam sebuah film ialah seorang produser.

Netizen, Menjadi Pion Utama di Bawah Nasib Buruk Perfilman Indonesia, Perfilman Indonesia,Nasib Buruk Perfilman Indonesia,Pion Utama,Produser,Film

artikel terkait

dewanpers