web analytics
  

DJP: Youtuber Wajib Lapor Pajak

Kamis, 11 Maret 2021 21:31 WIB
Bisnis - Finansial, DJP: Youtuber Wajib Lapor Pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),Youtuber,Youtuber Lapor Pajak,Youtuber Lapor SPT Tahunan

Youtuber. (iStock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan para selebgram, youtuber hingga artis wajib melaporkan pajaknya. Adapun pelaporan kewajiban ini bisa disampaikan dalam surat pemberitahuan (SPT) Tahunan yang saat ini sedang dilaksanakan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor mengatakan  penghitungan pajak penghasilan (PPh) terutang, youtuber dapat dikenakan PPh Pasal 21 sehubungan dengan penghasilan yang diperoleh sebagai pegawai tetap, pegawai tidak tetap, maupun PPh sehubungan dengan kegiatan usaha dengan menyelenggarakan pembukuan.

“Tarifnya akan mengikuti ketentuan dalam Pasal 17 UU Pajak Penghasilan. Sedangkan youtuber yang bersangkutan memperoleh omzet kurang dari Rp 4,8 miliar per tahun dan memilih melakukan pencatatan, maka dikenakan tarif PPh Final UMKM 0,5 persen. Youtuber juga bisa saja mendapatkan bukti pemotongan PPh Pasal 21 atau 23 sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya,” ujarnya, Kamis (11/3/2021).

Menurutnya pajak atas penghasilan tersebut merupakan pajak yang melekat pada penghasilan orang pribadi yang perhitungannya didasarkan pada UU Pajak Penghasilan, maka sudah sejak lama hal ini disampaikan kepada seluruh masyarakat, dalam hal ini termasuk youtuber.

“DJP memiliki sistem yang dapat menganalisis penyandingan data baik untuk pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN). Hal ini diharapkan bisa terintegrasi dengan setiap media sosial dari wajib pajak, termasuk mereka yang bergerak pada sektor industri digital,” ungkapnya.

Neilmaldrin menyebut content creator (pembuat konten online) merupakan orang pribadi yang mendesain, memproses segala sesuatu (material) dalam bentuk visual, dan/atau audio dengan media tayang yang dapat ditransmisi kepada pihak lain melalui jaringan internet. Content creator dapat melakukan kegiatan tersebut atas nama sendiri atau pribadi sebagai pekerjaan bebas dan permintaan pihak lain sebagai karyawan atau pegawai tidak tetap.

“Pada umumnya, teknis penghitungan pajak atas selebgram dan youtuber tidak jauh berbeda karena keduanya termasuk ke dalam kategori content creator. Oleh sebab itu, mekanisme ini juga dapat diterapkan pada selebgram,” ucapnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Pesan OJK Untuk Perbankan: Waspadai Perusahaan Zombie

Finansial Selasa, 15 Juni 2021 | 18:53 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan waspadai zombie firm atau perusahaan zombie yang sebenarnya sudah tidak m...

Bisnis - Finansial, Pesan OJK Untuk Perbankan: Waspadai Perusahaan Zombie, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Perusahaan Zombie,perbankan,restrukturisasi

Pajak Kebutuhan Pokok Hanya untuk Sembako Premium

Finansial Selasa, 15 Juni 2021 | 05:57 WIB

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan memastikan pajak pertambahan nilai (PPN) hanya dikenakan terhada...

Bisnis - Finansial, Pajak Kebutuhan Pokok Hanya untuk Sembako Premium, Rencana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako,Pajak Sembako,Rencana pajak sembako,Tarif Pajak Sembako,Besaran Tarif Pajak Sembako

Ekonomi Mulai Pulih, LPS: Sejumlah Sektor Siap Ekspansi

Finansial Senin, 14 Juni 2021 | 22:07 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut sejumlah sektor siap melakukan ekspansi seiring dengan mulai pulihnya perekonom...

Bisnis - Finansial, Ekonomi Mulai Pulih, LPS: Sejumlah Sektor Siap Ekspansi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),Ekonomi Pulih,Pemulihan Ekonomi,Deposito,Giro

Harga Emas Antam Bandung 14 Juni 2021: Turun Rp3.000

Finansial Senin, 14 Juni 2021 | 11:24 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp945.000 per gram pada Senin, 14 Juni 2021, atau turun Rp3...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung 14 Juni 2021: Turun Rp3.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam,Emas,Harga Emas,butik antam bandung

bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast

Finansial Minggu, 13 Juni 2021 | 08:49 WIB

bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast

Bisnis - Finansial, bank bjb Gelar Promo Kredit Guna Bhakti Ekstra Fast, promo bjb KGB Ekstra Fast,Kredit Guna Bakti (KGB),Kredit Guna Bakti (KGB) Ekstra Fast,promo bank bjb,bank bjb

bank bjb Cabang Cirebon Gelar Webinar “Dukungan Digitalisasi bank bjb...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 23:10 WIB

Guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah, bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Kota Cirebon menggelar webinar ber...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Cirebon Gelar Webinar “Dukungan Digitalisasi bank bjb untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pan, bank bjb Cabang Cirebon,Dukungan Digitalisasi bank bjb untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Masa Pandemi,Wali Kota Cirebon Nashrudin Aziz

bank bjb Cabang Majalengka Gelar Webinar “Si K1lat Nga Digi Menuju Maj...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 22:25 WIB

bank bjb bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka menggelar webinar bertajuk “Si K1lat Nga-Digi Menuju...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Majalengka Gelar Webinar “Si K1lat Nga Digi Menuju Majalengka Raharja”, bank bjb Cabang Majalengka,Si K1lat Nga Digi Menuju Majalengka Raharja,Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka

bank bjb Cabang Sukabumi Gelar Webinar “Optimalisasi Pendapatan Daerah...

Finansial Jumat, 11 Juni 2021 | 21:32 WIB

Guna meningkatkan pengetahuan seputar penggalian potensi pendapatan daerah secara digital, bank bjb menggelar webinar da...

Bisnis - Finansial, bank bjb Cabang Sukabumi Gelar Webinar “Optimalisasi Pendapatan Daerah melalui Digitalisasi Perbankan” , bank bjb Cabang Sukabumi,Webinar Optimalisasi Pendapatan Daerah melalui Digitalisasi Perbankan,Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi,Pemkot Sukabumi

artikel terkait

dewanpers