web analytics

Kisah Cinta Kaesang-Felicia Tak Segetir Kegagalan Si Nyonya Tua

clockSelasa, 9 Maret 2021 12:00 WIB user-groupNetizen Absal Bachtiar
Netizen, Kisah Cinta Kaesang-Felicia Tak Segetir Kegagalan Si Nyonya Tua, Cinta,Kisah,Kaesang Pangarep,Felicia Tissue,juventus,Liga Champions,Si Kuping Besar,Si Nyonya Tua,Bianconeri

Ilustrasi patah hati karena gagal menikah: percintaan yang gagal di akhir kisah. (Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Absal Bachtiar

Pencinta Bahasa, Cerita, dan Sepak Bola.

AYOBANDUNG.COM — Publik Indonesia sedang ramai-ramainya membahas kisah cinta putra presiden, Kaesang Pangarep. Ia dianggap telah keterlaluan, jahat, dan entah apa lagi hujatan yang telah disematkan oleh warganet kepadanya. 

Konon, ia pergi begitu saja meninggalkan Felicia Tissue, yang sudah menjalin hubungan bersamanya selama 5 tahun.

"Sudah lima tahun pacaran, loh, tega-teganya kamu, Mas Kaesang, tinggalkan wanita cantik begitu saja? Mas ... yang kamu lakukan itu, jahat ..." begitu celoteh seorang warganet di salah satu komentar Instagram.

Sebetulnya lebay, mengungkap kisah personal sebagai camilan publik. Bahkan terlalu berlebihan, sungguhpun Kaesang itu anak presiden. Tidak ada hak bagi kita, yang rakyat jelata dan terlalu biasa ini, untuk menghakiminya.

Menanti selama 5 tahun untuk dipersunting, tetapi kemudian gagal menikah? Mbak Felicia mesti tegar, sabar, yakinlah masih banyak lelaki lebih baik dari Kaesang. Itu pasti, selalu ada kemungkinan lebih baik di luar sana, meski mungkin bukan dengan anak presiden lagi.

Jika Mbak Felicia ingin sedikit belajar tentang kesabaran dan sikap legawa, setelah berusaha bertahun-tahun dan ujungnya dihantam kegagalan, bolehlah mencontoh pada betapa sabarnya Si Nyonya Tua menanti gelar juara Liga Champions.

Karena, jika dibandingkan dengan beragam kisah romansa yang dialami oleh para Juventini, nasib tragis yang dialami Mbak Felicia tak jauh berbeda. Mungkin yang dialami fan sepakbola ini lebih parah, sebab penantian mereka jauh lebih lama.

Analogi yang dapat digunakan dalam perbandingan ini ialah "pernikahan" sama dengan "trofi UCL".

Terhitung sejak terakhir kali Bianconeri mengangkat Si Kuping Besar, kini sudah 25 tahun berlalu. Selama rentang waktu tersebut, banyak Juventini, yang sebelumnya masih anak-anak, kini sudah punya anak.

Dari tahun 1996 sampai 2021 itu, hanya kegagalan yang senantiasa datang. Hanya harapan kosong.  Terhitung sudah 5 kali Juventus mencapai Final Liga Champions, tetapi itu semua sekadar ghosting.

"Jauh-jauh berusaha dan melenggang susah payah ke partai puncak, ujung-ujungnya gagal pula juara, untuk apa?" Pertanyaan serupa yang banyak dilontakan oleh warganet ke Mas Kaesang dan Mbak Felicia. 

Itu ibarat selama 25 tahun melalui proses PDKT, pacaran, berantem, rukun, sampai finalnya merencanakan nikah, namun malah gagal ketika tinggal selangkah lagi.

Perih itu sudah pasti. Tetapi bangkit dan berharap lagi juga harus.

Dan kini, pada babak 16 besar Liga Champions, peluang "gagal nikah" untuk Juventus muncul lagi. Masih belum sampai ke partai puncak, para Juventini sudah dibuat was-was lantaran Si Nyonya Tua kalah agregat 1-2 dari FC Porto.

"Kalaupun bisa menembus laga final, memang bakal juara?" 

Sekiranya semua fan Juventus akan kompak menjawab, "Entah, kami sudah pasrah."

Gagal itu sudah biasa. Terpenting ialah bangkit dan mencoba lagi. [*]

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Aris Abdulsalam

terbaru

Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia

Netizen Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:24 WIB

Media-media internasional secara luas memberitakan pelayaran satuan tugas gabungan Inggris, Amerika Serikat dan Belanda...

Netizen, Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia, Inggris,Pengaruh Inggris,kebudayaan Asia,Pengaruh Inggris di Asia

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

Mengatasi Over Kapasitas Lapas

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB

Hukuman penjara, meskipun menjadi mekanisme yang penting untuk menghukum pelaku, bukanlah merupakan “obat”.

Netizen, Mengatasi Over Kapasitas Lapas, Over Kapasitas,Lapas,Hukuman Penjara,Masalah Kejahatan,Kriminalitas

Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyel...

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 20:00 WIB

Masyarakat dunia menghadapi dua masalah yang sangat menganggu.

Netizen, Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyelamat?, Politik Bebas Aktif,Indonesia,Politik Luar Negeri,Ketergantungan,dependent

Kesehatan Anak Indonesia

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 18:15 WIB

Mengkhawatirkan, 1 dari 8 pasien Covid-19 di Indonesia ternyata anak-anak.

Netizen, Kesehatan Anak Indonesia, Kesehatan,Anak,Indonesia,pasien Covid-19,Case fatality rate,Hari Anak Nasional

Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:30 WIB

Kata-kata “Memanusiakan Manusia” nampaknya sangat berkaitan erat dengan kondisi pandemic yang saat ini kita alami.

Netizen, Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi, Memanusiakan Manusia,Pandemi,Renungan,Sosial,Si tou timou tumou tou

artikel terkait

dewanpers
arrow-up