web analytics
  

4 Kasus Corona B117 Ditemukan di 4 Provinsi

Senin, 8 Maret 2021 20:51 WIB
Umum - Nasional, 4 Kasus Corona B117 Ditemukan di 4 Provinsi, Corona B117,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),kasus B117

Ilustrasi -- Corona B117. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi penularan kasus varian baru Covid-19 asal Inggris, yaitu B117, di Indonesia bertambah. Sedikitnya kasus B117 naik menjadi empat hingga Senin (8/3/2021) sore.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, awalnya pihaknya mencatat ada dua kasus positif B117 di Indonesia hingga per 1 Maret 2021.

"Kemudian, saat ini jumlah kasus B117 yang sudah ditemukan bertambah empat kasus. Ini didapatkan dari hasil pemeriksaan whole genome sequenzing (WGS) yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) bersama dengan 15 laboratorium lainnya di Indonesia yang juga melakukan pemeriksaan WGS," ujarnya saat memberikan pernyataan resmi virtual Kemenkes bertema "Penjelasan Kemenkes Terkait Mutasi Covid-19", Senin (8/3) sore.

Ia menambahkan, empat kasus B11 7 ini ditemukan pada empat provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Lebih lanjut Badia mengaku, empat kasus B117 mengalami gejala ringan dan sedang kemudian menjalani pengobatan dan tata laksana usai positif menjalani pemeriksaan PCR mereka positif. 

Kemudian, mereka menjalani isolasi terpusat di tempat-tempat isolasi. Ada juga yang dirawat di rumah sakit (RS), tetapi dengan kondisi yang ringan sedang. Dengan begitu, ia menegaskan, tak ada kondisi empat kasus yang membutuhkan perawatan di ICU. 

"Empat kasus ini kini sudah sembuh dan dalam kondisi sehat," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah melakukan pelacakan kasus dan hasilnya sampai saat ini tidak ada keluarga atau kontak erat yang memiliki gejala positif. Kendati demikian, pihaknya telah mengambil sampel empat kasus dan kini tengah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. 

"Sebab, kita ketahui bahwa karakteristik dari varian B117 ini, yaitu virus ini lebih cepat menular, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) yang belum mendapatkan laporan bukti bahwa tingkat keganasannya lebih tinggi. Ini sama seperti penelitian di negara lain ditemukan bahwa B117 lebih cepat menular, namun tidak lebih mematikan," katanya.

Artinya, ia menjelaskan, mutasi virus ini menyebabkan lebih mudah masuk ke dalam sel sasaran sehingga penularannya lebih cepat dibandingkan varian yang lama. Terkait B117 bisa memengaruhi efektivitas vaksin Covid-19, ia mengaku hingga saat ini belum ada penelitian atau bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 yang telah diproduksi dan yang telah digunakan warga berbagai dunia tidak bisa melindungi diri dari mutasi virus.

"Vaksinasi sebagai upaya kami melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 masih sangat efektif dan tidak terpengaruh dengan adanya mutasi virus Covid-19 atau B117," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 17:02 WIB

Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang naik kelas masih sangat kecil. Sebab itu, pemerintah tengah berusaha...

Umum - Nasional, Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil, UMKM Naik Kelas,Menkop UKM Teten Masduki,UMKM,KUR

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 16:48 WIB

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Umum - Nasional, BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,vaksin nusantara dihentikan,penelitian vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara dihentikan,Kepala BPOM RI Penny K. Lukito,BPOM

Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 15:18 WIB

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) memva...

Umum - Nasional, Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis, Target Vaksinasi Nasional,target vaksinasi,Target Vaksinasi Covid-19,Presiden Jokowi,Target vaksinasi jokowi,target vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksinasi Covid-19

Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:22 WIB

Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik j...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Shihab Pendidikan Doktoral,Pendidikan Doktor Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq

Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:15 WIB

Ada syarat dan ketentuan berlaku bila pemilik kendaraan mendapatkan layanan gratis tersebut.

Umum - Nasional, Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol, jalan tol,Layanan Derek Gratis,Mobil Mogok di Jalan Tol,Jasa Marga

Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:11 WIB

Pelarangan mudik saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika memaksakan mudik di saat kondi...

Umum - Nasional, Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik, memaksakan mudik,pelarangan mudik,kebijakan pelarangan mudik lebaran,Pandemi Covid-19,lonjakan kasus positif,Penularan Covid-19,potensi penularan covid-19,memaksakan diri untuk mudik

Cuaca di Wilayan Ini Bakal Terdampak Siklon Surigae

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 12:56 WIB

Siklon Tropis Surigae diperkirakan bakal mempengaruhi kondisi cuaca sebagian wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan. Sa...

Umum - Nasional, Cuaca di Wilayan Ini Bakal Terdampak Siklon Surigae, Siklon Surigae,Siklon Tropis Surigae,Cuaca ekstrem,cuaca ekstrem Siklon Tropis Surigae

Epidemiolog Soroti Penegakan Aturan Larangan Mudik 2021

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 11:46 WIB

Secara teoritis, kombinasi penindakan tegas dan kesadaran akan bahaya covid-19 bisa mencegah masyarakat melakukan mudik.

Umum - Nasional, Epidemiolog Soroti Penegakan Aturan Larangan Mudik 2021, Pakar epidemiologi,Penegakan Aturan Larangan Mudik 2021,aturan larangan mudik Lebaran 2021,Bahaya Covid-19,Kasus Covid-19,Epidemiolog,Kasus Positif Covid-19,Pemerintah melarang masyarakat mudik,Aturan Larangan Mudik 2021
dewanpers